Artikel kesehatan SehatQ.com Seputar Penyebab dan Cara Penanganan Paru-paru Basah

Paru-paru basah merupakan penyakit yang dalam istilah medis dinamakan pneumonia. Penyakit ini terjadi akibat serangan bakteri, virus, dan jamur yang menyerang sistem pernapasan, terutama pada paru-paru. Serangan mikroorganisme tersebut dipicu karena gaya hidup seseorang yang tidak baik.

Serangan berbagai mikroorganisme tersebut menyebabkan terjadinya infeksi akun di paru-paru. Kasus yang parah membuat alveoli dalam paru-paru berisi cairan bahkan hingga nanah, membuat nyeri saat bernapas.

Simak terus artikel kesehatan ini yang akan membedah apa saja penyebab dan penanganan pneumonia. Sehingga Anda bisa menghindari penyakit berbahaya ini dengan hidup lebih sehat.

Penyebab Paru-paru basah

Sebuah penelitian dari University of Pittsburgh menyebutkan bahwa sebagian besar pasien paru-paru basah yang ditangani dalam unit gawat darurat adalah para perokok berat. Dalam penelitian tersebut pasien yang lebih rentan mengidap penyakit ini adalah para pria, yaitu lebih besar 30 persen.

Dalam penelitian tersebut dirangkum berbagai macam penyebab dari pneumonia ini, yaitu:

  1. Merokok dan perokok pasif
  2. Terlalu banyak terpapar AC
  3. Menghirup polutan
  4. Alkohol
  5. Penyakit imun seperti HIV/AIDS
  6. Sakit jantung, diabetes
  7. Penyakit kelainan otak seperti stroke, palsy, dan lainnya

Kandungan rokok berupa nikotin sangat berbahaya karena memicu sel kanker berkembang di dalam paru-paru. Sel kanker tersebut akan menurunkan imunitas tubuh, sehingga membuat paru-paru rentan terhadap infeksi mikroorganisme, seperti virus, bakteri, dan jamur. Itulah mengapa rokok menjadi penyebab utama pneumonia.

Begitu juga dengan kondisi seseorang yang terlalu banyak terpapar AC. Saat terkena pendingin udara membuat saluran pernapasan menjadi kering. Hal itu membuat produksi lendir lebih kental.

Lendir dalam saluran pernapasan inilah yang menyebabkan semakin mudah bakteri, virus, dan jamur berkembang di dalam saluran pernapasan. Hingga akhirnya menyerang paru-paru dan menyebabkan infeksi.

Kondisi saat berkendara juga harus berhati-hati, terutama bagi Anda yang naik motor di malam hari. Selain membuat sistem pernapasan bekerja terlalu keras, juga berisiko banyaknya polutan yang banyak mengandung virus. Hingga akhirnya akan menyerang paru-paru.

Pola hidup seseorang yang sering mengkonsumsi alkohol juga sangat berbahaya. Alkohol bisa memicu timbulnya sel kanker dalam organ pernapasan, dan juga organ dalam lainnya. Hal itu tentu saja selain beresiko menyebabkan berbagai penyakit lain yang kronis, juga penyakit pneumonia yang sangat berbahaya.

Pneumonia juga disebabkan karena penyakit lain, seperti penyakit kekebalan tubuh HIV/AIDS, jantung, diabetes, hingga penyakit gangguan otak. Berbagai macam penyakit tersebut akan memicu kompleksitas gangguan di dalam tubuh jika tidak dilakukan penanganan dengan baik.

Selain itu, pria ternyata memiliki resiko paru-paru basah yang lebih besar dibanding wanita. Bukan hanya dikarenakan pola hidup pria saja, melainkan juga karena sistem hormon dalam tubuh. Hal ini dibuktikan dari penelitian di Mahidol University Thailand pada Oktober 2015.

Dalam penelitian tersebut diujicobakan penyuntikan bakteri ke dalam paru-paru tikus jantan dan betina. Hasilnya daya tahan tikus betina lebih kuat dibanding jantan.

Penelitian tersebut memperkuat penelitian yang disebutkan sebelumnya di University of Pittsburgh dengan jumlah penemuan pneumonia pria sebesar 1.136 untuk pria, sementara 1.047 wanita. Temuan ini dicatat dari 28 rumah sakit.

Cara Penanganan Paru-paru basah

Penyebab utama terjadinya paru-paru basah adalah gaya hidup yang tidak sehat. Anda harus melihat gejala utama penyakit ini, yaitu gangguan pada pernapasan. Sekecil apapun gangguan pada pernapasan, Anda harus waspada.

Ketika hal itu terjadi mulailah memperbaiki gaya hidup Anda. Mulai dari pola makan dan konsumsi makanan harus dijaga. Kemudian, menghindari rokok, berkendara dengan aman, dan berolahraga.

Namun, ketika sudah terkena pneumonia dengan gejala yang parah, perlu dilakukan pemeriksaan dan pemberian pengobatan. Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui kondisi paru-paru. Seberapa infeksi yang terjadi, dan apakah terdapat cairan dalam paru-paru.

Tindakan pengurangan cairan dalam paru-paru harus dilakukan jika dibutuhkan. Oleh karenanya penanganan terhadap pneumonia ini harus dilakukan di dokter spesialis paru.

Itulah penyebab dan cara penanganan paru-paru basah yang harus Anda ketahui, mengingat gaya hidup sangat besar pengaruhnya terhadap kesehatan sistem pernapasan. Untuk melihat artikel kesehatan, Anda bisa mengunjungi sehatQ.com sekarang juga.

Tinggalkan komentar