Date Jumat, 1 August 2014 | 22:55 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Teras Utama

Indarung VI Harus Jadi Tahun Ini Juga

H. Sutan Zaili Asril

Wartawan Senior

Indarung VI Harus  Jadi Tahun Ini Juga

SUDAH lama saya bermaksud menulis perihal pembangunan Indrarung VI. Saya pernah mendapatkan informasi tentang kontroversi lahan bahan baku 412 hektare (ha). Bahwa proses di Kementerian Kehutanan sudah selesai. Tinggal lagi di DPRD/Pemko Padang dan DPRD provinsi/gubernur Sumbar. Pembicaraan dengan gubernur dan ketua DPRD Sumbar—juga beberapa anggota dewan, kelihatan pemda dan DPRD provinsi menyadari apa arti kelancaran urusan pembebasan lahan 412 ha. Urusan agak bertele-tele pemko/DPRD Padang sampai sekarang.

Saya mendapat momentum menulis setelah Menteri Badan Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan yang antara lain, menandaskan, “Indarung VI harus jadi tahun 2012 ini juga”. Dahlan meletakkan perspektif pembangunan Indarung VI harus tahun 2012 ini dalam grand design-nya mengubah PT Semen Gresik Group Tbk menjadi PT Semen Indonesia. Total produksi Semen Indonesia, sebetulnya sudah terbesar di ASEAN. Saingannya tinggal Semen Siam Thailand. Karena itu, bilamana Indarung VI dapat berproduksi tahun 2012 ini juga, maka PT Semen Indonesia menjadi yang terbesar di ASEAN.

Total produksi semen PT Semen Padang 5.240.000 ton/tahun: pabrik Indarung II 660.000 ton/tahun (proses kering); pabrik Indarung III 660.000 ton/tahun (proses kering); pabrik Indarung IV 1. 620.000 ton/tahun (proses kering); dan pabrik Indarung V 2.300.000 ton/tahun (proses kering). Pabrik Indarung I dinonaktifkan sejak Oktober 1999 dengan pertimbangan efisiensi dan polusi, karena pabrik yang didirikan pada tanggal 18 Maret 1910 itu dengan proses yang basah.

Kapasitas terpasang Semen Gresik Group 16,92 juta ton semen/tahun, dan menguasai sekitar 46 persen pangsa pasar semen domestik. PT Semen Gresik (Persero) Tbk memiliki anak perusahaan PT Semen Padang (Persero) dan PT Semen Tonasa (Persero). Semen Gresik Group adalah produsen semen terbesar di Indonesia.

Menteri Dahlan menyebut beberapa keunggulan Indonesia. Antara lain, kekayaan Indonesia sudah mengalahkan Belanda dan tahun depan mengalahkan Spanyol. Tentang total aset Indonesia 51 persen dari total 10 negara ASEAN. Sembilan negara ASEAN lainnya tersisa 49 persen. Tapi, secara perdagangan, ekspor, dan produktivitas industri misalnya, Indonesia nomor empat. Harus ada upaya yang sungguh-sungguh untuk memacu Indonesia menjadi negara maju.

Sumbar akan Kelancungan

Ada cara berpikir naif/hipokrit/dangkal karena memandang berbagai kepentingan dalam perspektif sempit—berorientasi kepentingan sendiri dan mengabaikan kepentingan yang lebih besar. Bahkan, ada sebagian pimpinan media pun demikian.

Mereka memandang bahwa direksi PT Semen Padang yang berkepentingan. Masyarakat, pemda/DPRD provinsi dan pemko/DPRD Padang adalah kelompok yang mengambil posisi melihat kesempatan/memanfaatkan kesempatan.

Seandainya pabrik Indarung VI tidak jadi dibangun di Padang/Provinsi Sumatera Barat, tapi pada salah satu kabupaten di Provinsi Sumatera Utara yang berdekatan dengan Kota Medan, adakah pemko/DPRD Padang tidak merasa kelancungan. Sebab, nilai investasi pabrik Indarung VI sampai Rp 5,6 triliun—ke mana dicari investasi sebesar itu. Apabila hal itu berlaku, sebagai warga Sumbar/warga Padang saya merasa amat sangat bodoh. Merasa tidak berjuang bagi kepentingan warga/pemko/DPRD Padang dan atau warga/pemprov/DPRD Sumbar.

Mungkin birokrat di daerah ini tidak memiliki visi/perspektif bisnis bahwa secara marketing, pabrik Indarung VI lebih baik dibangun berdekatan dengan pasarnya. Pasarnya yang utama adalah di Provinsi Sumatera Utara. Hanya karena komitmen/karena PT Semen Padang BUMN, maka Menteri BUMN mempunyai kewenangan untuk mengharuskan Indarung VI dibangun di Indarung. Tapi, kalau masih saja ada yang berpikir dangkal/naif/hipokrit, dan ada kemungkinan Indarung VI akan dipindahkan ke Provinsi Sumatera Utara, pada salah satu kabupaten/kota yang dekat dengan Medan.

Bersamaan dengan upaya sungguh-sungguh Dahlan menjadikan PT SGG menjadi pabrik semen terbesar di ASEAN, selain membangun Indarung VI (PT Semen Padang), juga akan segera dibangun pabrik semen di Aceh. PT Semen Tonasa di Sulawesi Selatan juga akan meningkatkan kapasitas produksi. PT SP lebih besar dengan tingkat produksinya lebih tinggi daripada PT Semen Tonasa, kini semen di Sulawesi Selatan itu sudah lebih besar dari PT Semen Padang.

Bilamana saat ini Semen Siam yang juga dikelola pemerintah Thailand berproduksi 25 juta ton/tahun dalam waktu dekat ini, PT Semen Gresik Group atau selanjutnya menjadi PT Semen Indonesia berusaha mencapai total produksi 26 juta/ton tahun. Karena itu, dalam perspektif/konteks tujuan naional Indonesia, siapa berani dan mencoba-coba menghalangi Menteri Dahlan Iskan menjadikan PT Semen Gresik Group menjadi yang terbesar di ASEAN? (*)

Teras Utama lainnya

Komentar