Date Kamis, 31 July 2014 | 02:12 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Kaba Kampuang

Menanamkan Kejujuran, Disiplin dan Percaya Diri

SDN 08 Alanglaweh Peraih Nilai Akhir Tertinggi

Selasa, 21-06-2011 | 12:05 WIB | 508 klik
SDN 08 Alanglaweh Peraih Nilai Akhir Tertinggi

Lihat Hasil ujian: Pelajar SDN 08 Alanglaweh berebutan di depan kertas pengumuma

Pendidikan karakter butuh aksi konkret. Bicara soal pembentukan watak, SDN 08 Alanglaweh sudah maju selangkah. SDN 08 Alanglaweh adalah sekolah peraih ujian nasional (UN) tertinggi di Padang. Pola belajar mengutamakan kejujuran, percaya diri dan bermental kuat.


Siang kemarin (20/6), ratusan murid kelas VI SD Alanglaweh (SDN 01, 08, 18, 20, 36, dan 37) terlihat tidak sabar menunggu hasil UN. Menurut informasi, hasil UN diumumkan serentak oleh kepala sekolah di papan pengumuman sekolah masing-masing pada pukul 14.00. Begitu dipajang, puluhan murid berseragam merah putih langsung berdesakan menuju papan pengumuman.


”SDN 08 Alanglaweh LULUS 100 persen.” Tulisan itu terpampang di papan pengumuman. Bahkan, peringkat pertama untuk nilai akhir (NA) dan dinobatkan sebagai peraih NA tertinggi di Padang. Melihat tulisan itu, para murid tidak lagi berdesakan melihat papan pengumuman.


Peraih NA tertinggi di Padang, rata-rata 27,23 dari tiga mata pelajaran. ”Alhamdulillah, kami mendapatkan prestasi yang baik pada tahun ini,” ujar Kepala SDN 08 Alanglawas, Yusnaida kepada Padang Ekspres kemarin.


Wanita yang telah memimpin sekolah itu selama lima tahun ini, menjelaskan, penerapan disiplin pada murid menjadi kunci utama meraih prestasi. Tidak hanya disiplin ke sekolah, tapi juga dalam belajar. Setiap hari, peserta didik diingatkan mendekatkan diri pada Allah dengan melakukan Shalat Subuh sebelum berangkat ke sekolah. Kontrol pelaksanaan shalat dilakukan setiap pagi di kelas.


Sebelum pelajaran dimulai, guru kelas mencek apa murid tersebut Shalat Subuh dengan melihat buku yang diparaf orangtua. ”Shalat akan menciptakan murid yang jujur, dengan begitu murid akan percaya diri dengan kemampuan sendiri,” imbuhnya.


Bagi murid yang lambat menerima pelajaran, dberikan perhatian khusus di luar jam pelajaran wajib.
Keterlibatan orangtua dalam pendidikan juga dibutuhkan. Yusnaida menambahkan, setiap tahun ajaran baru, setiap kelas wajib mengadakan pertemuan dengan orangtua murid. Yusnaida selalu berpesan agar orangtua menjaga sikap di depan anak.


”Contohnya, jika orangtua bertengkar, jangan bertengkar di depan anak-anak karena psikologis mereka akan terganggu. Saya tidak segan-segan menasihati orantua murid agar menjaga sikap di depan anak,” jelasnya.


Berada di peringkat pertama NA sungguh membanggakan bagi Yusnaida. Tapi, baginya, lebih membanggakan lagi bila hasil yang diraih, didapat dari keringat sendiri. Bukan dari menyontek, tidak jujur serta sikap terima senang saja. (***)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA