Date Selasa, 29 July 2014 | 23:47 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Ekonomi Bisnis

Berkembang berkat Kemitraan

Waralaba Rumah Makan Sederhana

Sabtu, 11-06-2011 | 13:04 WIB | 1038 klik

Berbekal catatan resep masakan Padang yang dia minta dari seorang juru masak, pemilik Rumah Makan Sederhana Bustaman berhasil mengembangkan rumah makan ini bahkan sampai membuat waralabanya.


Kini waralaba itu sudah hadir di seluruh Indonesia, termasuk di Padang. Untuk memayungi usahanya, Bustaman membentuk PT Sederhana Citra Mandiri serta mematenkan logo dan resep makanannya.


Ketika Padang Ekspres berkunjung ke Rumah Makan Sederhana di Jalan Rasuna Said No 81 A, berhasil menemui Manajer Cabang Padang, Syaefudin J. Syaefudin J pun menceritakan Rumah Makan Sederhana ini.


“Rumah makan ini khusus di wilayah Sumbar hanya ada di Padang dan Bukittinggi. Di Padang didirikan tahun 2007 sementara di Bukittinggi tahun 2005. Dan, kini alhamdulillah telah mengalami perkembangan dan diminati masyarakat,” kata Syaefudin, kepada Padang Ekspres, kemarin.


Syaefudin menyebutkan baik di Padang maupun di 83 cabang lainnya, rumah makan Sederhana ini tetap menjaga tiga brand. Yakni, kebersihan, service, dan masakan. “Untuk masakan, segala bumbu keringnya berasal dari Jakarta sementara sayur, cabai dan bahan lainnya berasal dari Padang. Sehingga, cita rasa masakan di rumah makan ini hampir sama di setiap cabang di Indonesia. Tinggal lagi, menyesuaikan dengan selera daerah setempat,” kata Syaefudin.


Syaefudin mengatakan kehadiran rumah makan Sederhana ini di wilayah Sumbar untuk mengurangi angka pengangguran. Di mana, hampir seluruh karyawan rumah makan ini asli Sumbar, kecuali beberapa manajemen dari Jakarta.


”Selain itu, mengangkat citra masakan Indonesia di mata Internasional dan juga penunjang pariwisata. Di samping, bisnis tentunya,” ungkap Syaefudin seraya mengatakan kehadiran rumah makan ini juga mendongkrak perekonomian daerah.


Untuk mempercepat pengembangan RM Sederhana, sebut Syaefudin, dengan sistem waralaba dan menggandeng mitra. Cara pertama, pola kerja sama dengan modal ditanggung bersama dan hasil dibagi dua. Pola kedua, hanya sebagai pengelola, sedangkan semua modal ditanggung mitra.


“Dengan pola ini, 70% keuntungan untuk mitra dan 30% untuk pengelola. Dari 30% keuntungan yang didapat, 50% untuk owner dan sisanya untuk karyawan,” ungkap Syaefudin seraya menyebutkan untuk membuka cabang, harus memiliki jarak 5-6 km site dari rumah makan Sederhana yang telah ada.


Rumah makan ini, sebut Syaefudin, menyajikan aneka makanan khas Padang dan aneka minuman. Tak hanya itu, juga memiliki fasilitas ruang VIP, mushala, ruang pertemuan dan katering. “Jadi, kami juga melayani untuk resepsi pernikahan atau pun meeting,” ujarnya.


Syaefudin mengharapkan perekonomian Sumbar cepat bangkit dan para wisatawan pun ramai berkunjung ke daerah ini. “Hal ini jelas menguntungkan bagi masyarakat, pengusaha dan daerah sendiri,” harap Syaefudin. (ril)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA