Date Selasa, 29 July 2014 | 19:43 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Kaba Kampuang

Suryadharma: Butuh Waktu 1-2 Tahun

Menag Dukung IAIN IB jadi UIN

Jumat, 30-08-2013 | 13:40 WIB | 559 klik

Padang, Padek—Menteri Agama (Menag) Suryadharma Ali mendukung penuh perubahan status Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Imam Bonjol Padang menjadi Universitas Islam Negeri (UIN). Namun, proses perubahan status tersebut memakan waktu 1-2 tahun.

Dukungan itu diutarakan Suryadharma ketika membuka Pertemuan Ilmiah Internasional Bahasa Arab (Pinba) VIII tahun 2013 di Hotel Basko Padang, kemarin (29/8). Dukungan tersebut tak terlepas juga dari kontribusi tokoh-tokoh Sumbar dalam perkembangan Islam di Indonesia. ”Karena itu, sangat patas kalau Sumbar mendapatkan UIN,” tegas Ketum DPP PPP itu.

Dia juga berjanji segera memproses pengajuan perubahan status IAIN Imam Bonjol Padang menjadi UIN. Terkesan lamanya proses perubahan status tersebut, menurut Menag, karena harus melalui pengkajian lebih lanjut di beberapa kementerian. ”Prosesnya Insya Allah bisa setahun, bisa jadi dua tahun. Karena juga melibatkan Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas), Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB), dan terakhir keputusan presiden (Keppres),” jelasnya.

Rektor IAIN Imam Bonjol Padang Prof Makmur Syarif mengatakan, tekad IAIN berubah menjadi UIN telah matang dan tidak bisa ditawar-tawar lagi. ”Tekad itu sudah harga mati. Hal itu diwujudkan melalui berbagai persiapan pada sektor fisik maupun nonfisik,” katanya.

Pihaknya juga sudah melakukan sejumlah formulasi menuju perubahan status. Pertama, pendidikan dan pengajaran diarahkan pada upaya transformatif, konstruktif dan memberdayakan. “Outputnya, lahir SDM cerdas dan berkualitas baik secara intelektual, emosional, maupun spiritual dan sosial berbasis keislaman dan keindonesiaan,” katanya.

Kedua, tambahnya, diarahkan pada tumbuhnya budaya riset kompetitif dan emansipatoris dalam pengembangan dan penerapan ilmu keislaman. Juga, ilmu pengetahuan dan teknologi untuk kemaslahatan umat dan bangsa. Ketiga, menyelenggarakan pengabdian kepada masyarakat secara responsif dan inovatif dalam pembangunan, pengembangan, dan penguatan umat, dan masyarakat berbasis pemberdayaan.

Pada kesempatan itu, Menag berharap Pinba VIII tahun 2013 bisa memotivasi semua pihak menguasai bahasa Arab. Apalagi, bahasa Arab memainkan peranan penting di era globalisasi saat ini. ”Selain bahasa agama, bahasa Arab juga menjadi bahasa kitab suci Al Quran. Apalagi banyak ilmu berkaitan dengan agama, ditulis dari bahasa Arab. Makanya, melalui pertemuan ini dapat memotivasi pembelajaran bahasa Arab di Indonesia, dan penguasaan bahasa Arab,” harap Suryadharma .

Di sisi lain, Pemko Padang mengapresiasi pertemuan berskala internasional tersebut. Kepala Dinas Pendidikan Kota Padang, Indang Dewata menyebutkan, rencana itu sejalan dengan falsafah hidup orang Minangkabau ”Adat Basandi Sara’, Sara’ Basandi Kitabullah”. Pembelajaran agama menjadi simbol sekaligus perbedaan orang Minang dengan daerah lainnya Indonesia.

Dia berharap, ide dan rencana ini tidak saja diapungkan di Kota Padang saja. Namun, juga diberlakukan secara menyeluruh di seluruh daerah. ”Kalau ini menjadi kebijakan pemerintah provinsi Sumbar, tentu akan lebih baik,” paparnya. (bis)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA