Date Kamis, 24 July 2014 | 07:27 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Pemerintahan

Adipura kian Menjauh dari Bukittinggi

Kamis, 13-06-2013 | 13:24 WIB | 219 klik

Bukitinggi, Padek—Sepuluh tahun lalu, Bukittinggi merupakan salahsatu kota di Indonesia peraih piala Adipura kategori kota kecil dan didapat secara berturut-turut. Namun sejak 2003 silam hingga saat ini, Bukittinggi tidak lagi sebagai kota peraih piala Adipura.

Sementara beberapa piala Adipura yang diraih Sumatera Barat, sebagai kota terbersih, namun tidak satu pun untuk Kota Bukittinggi. Apakah itu berarti, bahwa masih ada syarat dan rukun yang belum mampu dipenuhi oleh Bukittinggi?.

Tetapi yang jelas, beberapa kekurangan yang ada selama ini, tentu harus diperbaiki. Sebut saja di bidang kebersihan, lalulintas dan pengelolaan sampah. “Jadi, semua kekurangan itu harus segera dilengkapi agar cita-cita kita mendapatkan kembali penghargaan tertinggi di bidang kebersihan bisa terujudkan,”kata Ketua DPRD Bukittinggi, Rachmat Aris.

Sekretaris Komisi B DPRD Bukittinggi, Ibnu Asis menilai, piala Adipura bukan barang langka, dan tidak susah untuk didapat, sepanjang syarat serta ketentuan mampu terpenuhi. “Besar kemungkinan, kita tersandung pada persyaratan utama, yaitu Tempat Pembungan Sampah Akhir (TPA),”ujar Ibnu Asis.

TPA sangat dibutuhkan Bukitinggi, sebagai infrastruktur pendukung utama untuk pembuangan sampah yang diproduksi kota ini. Mengacu kepada UU Nomor 18 tahun 2008 tentang sistem pengelolaan sampah, yang selama ini memakai sistim open damping.

Untuk itu, Bukittinggi harus merubah pola open damping tersebut, yang semestinya bulan Mai lalu sudah habis izin pembuangan sampah ke daerah Panorama Baru, demi untuk menjaga efek lingkungan akibat pembuangan sampah yang dihasilkan. (rul)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA