Date Selasa, 29 July 2014 | 01:27 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Olah Raga

3 Juni Jalan Ditutup, Start di Depan BNI

Tantangan Etape II TdS Lebih Ringan

Kamis, 30-05-2013 | 12:56 WIB | 474 klik

Payakumbuh, Padek—Etape II Tour de Singkarak (TdS) yang akan mengambil start di depan BNI 46 Kota Payakumbuh pada 3 Juni mendatang, tantangannya dinilai lebih lebih ringan. Pada etape tersebut, pebalap lebih banyak menempuh jalur datar dan jalan mendaki tapi landai hingga ke dermaga Danau Singkarak.

Rute pendakian yang cukup tajam hanya terdapat sedikit di Kelok 9 Kabupaten Limapuluh Kota. Sementara dari Kecamatan Baso Kabupaten Agam menuju Kabupaten Tanahdatar jalur mendakinya tidak terlalu tajam. Kendati begitu, jalur mendaki yang harus dilewati pebalap mulai dari Kota Payakumbuh hingga ke Kecamatan Akabiluru, Limapuluh Kota ke arah Baso, Agam hingga ke Tabek Patah, Tanahdatar cukup panjang. “Namun, itu tetap saja membutuhkan energi ekstra dan ketahanan fisik tinggi para pebalap,” kata Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kota Payakumbuh, Syahnadel Khairi kepada Padang Ekspres, Rabu (29/5).

Ruas jalan yang dilintasi pebalap, kata Syahnadel Khairi, start di depan BNI 46 Payakumbuh atau Simpang Kasda menuju Tanjung Pati terus ke Kelok 9, Limapuluh Kota dan kembali ke Kota Payakumbuh, menuju Singkarak.

Sebelum itu, pada Minggu (2/6) malam, para pebalap dan official akan dijamu makan malam oleh Wali Kota Payakumbuh, sekaligus disuguhkan pertunjukan musik tradisional Sikatuntuang dan atraksi debus khas Payakumbuh dan hiburan musik band.

”Kota Payakumbuh juga menggelar sepeda santai dan pertunjukan tradisi tabang itiak sebelum kegiatan diserahkan kepada panitia TdS sekitar pukul 10.00 WIB,” beber Syahnadel. Iven bergengsi itu bisa disaksikan langsung masyarakat. Payakumbuh pun menurunkan satu pebalap, Eko Jonaidi yang akan memperkuat tim Sumbar. ”Keikutsertaan atlet asal Payakumbuh menjadi kebanggan kita,” terangnya.

Saat digelarnya TdS, maka sejumlah ruas jalan yang dilintasi pebalap akan ditutup. Warga berharap penutupan jalan lintas tidak terlalu lama, karena bisa berdampak pada aktivitas sehari-hari. ”Saya sangat mendukung kegiatan TdS di Kota Payakumbuh. Namun kita juga berharap masyarakat tidak menjadi terganggu aktivitasnya berusaha dan bekerja, dengan adanya penutupan ruas jalan yang lama,” ungkap Roni, 32, seorang warga Payakumbuh. Di Kabupaten Limapuluh Kota, Kadisbudparpora, Zulhikmi, mengatakan selain disuguhkan keindahan alam dan flyover Kelok 9, pebalap juga diberikan semangat dengan tambua dan talempong pacik. (fdl)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA