Date Selasa, 29 July 2014 | 09:35 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Kaba Kampuang

1.005 Pelajar Daftar ke MTsN Padangpanjang

Senin, 27-05-2013 | 12:42 WIB | 845 klik

Padangpanjang, Padek—Sekitar 1.005 orang telah terdaftar sebagai calon siswa di MTsN Padangpanjang dengan nilai mata studi Ujian Nasional (UN) minimal 7 di rapornya. Mereka datang dari 19 kota/kabupaten di Sumbar, 6 provinsi lain di Sumatera, plus Jawa dan Indonesia Timur. Tidak heran, test tulis MTsN itu Minggu (26/5) digelar dua gelombang.

Keterangan Kepala Sekolah MTsN Padangpanjang, Edi Martapuli diwakili oleh Wakepsek Bidang Kurikulum, Aslinda dan Bidang Humas Supriyanto kepada koran ini di halaman kampus madrasah itu, Minggu siang (26/5), menyebut test terpaksa digelar dua gelombang, yakni pagi dan menjelang tengah hari pada Minggu tersebut, karena dayatampung lokal terbatas.

Untuk mencegah soal tidak bocor dari peserta test Gelombang-I, semua peserta test dilarang keras membawa kertas/catatan apapun dari lokal tempat ujian. Selain itu, begitu test Gelombang-I selesai, lansung diikuti test Gelombang-II, sehingga tidak ada waktu bagi peserta test Gelombang-I memberitahu rekannya yang akan ikut test Gelombang-II, atau sebaliknya.

Sementara untuk test wancara telah dilaksanakan sebelumnya setelah tiap calon siswa tadi selesai mendaftar. Materi test wancara ini termasuk test pembuktian kemampuan baca Al Quran, test praktek shalat plus zikir/doa. Nilai test wancara 20 %, nilai test tulis 80 %. Sedang syarat nilai minimal 7 pada rapor untuk mata studi UN, itu syarat mendaftar.

Karena ada 1.005 orang pelamar yang ikut test tulis pada Minggu kemarin itu, kampus MTsN Padangpanjang yang berdiri di dekat pertigaan jalan raya Padang-Bukittinggi-Solok itu tampak begitu ramai. Sebab umumnya calon siswa ini diantar oleh orang tua mereka. Bahkan sebagian lainnya terlihat disertai oleh adik atau kakak calon siswa tersebut.

Informasi diperoleh koran ini, keramaian pelamar di MTsN Padangpanjang terjadi mulai 1977 yakni 500-600 orang. Terus pasca dapat penghargaan sebagai MTs terbaik nasional dari Menteri Agama pada 2000, naik jadi 700-850 orang. Pada 2006, setahun setelah penghargaan 5 tahunan dari Menag itu dapat lagi pada 2005, pelamar sempat turun jadi sekitar 700 orang, karena syarat diperketat.

Karena ada 750-800 orang tiap tahun pelamar berprestasi tidak tertampung itu, sejak sekitar 2006 muncul aspirasi dari publik; kota ini butuh dua-tiga buah lagi MTsN. Menyikapi itu pada 2009 setelah tanah disediakan oleh Pemko, dirintis pendirian MTsN kedua kota itu, hasilnya pada 2009 berdiri MTs Ngalau sebagai lokal jauh dari MTsN Padangpanjang kini.(jen)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA