Date Rabu, 30 July 2014 | 14:01 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Kaba Kampuang

Dari Pesta Demokrasi Pilkada Sawahlunto

Erizal Siap Dua Putaran, Alis Tunggu Pleno

Sabtu, 18-05-2013 | 11:33 WIB | 687 klik
Erizal Siap Dua Putaran, Alis Tunggu Pleno

Formulir model D KWK dari PPS ke KPU Sawahlunto dikawal polisi di KPU Sawahlunto

Pesta demokrasi di Kota Sawahlunto makin seru. Masyarakat “Kota Tambang” ini harap-harap cemas menanti hasil final penghitungan Komisi Pemilihan Umum. Hingga kemarin, kelima pasangan calon wali kota-wakil wali kota Sawahlunto itu, lebih memilih irit bicara.

Selisih suara dua calon pasangan teratas bersaing ketat. Pasangan calon wali kota/wakil wali kota, Ali Yusuf-Ismed dan Erizal Ridwan-Emeldi makin kokoh di puncak meninggalkan tiga pasangan calon lainnya.

Hingga kemarin, belum ada yang mencapai 30 persen suara sebagai syarat kemenangan. Meskipun begitu, KPU Sawahlunto belum mau menyebut dan menjelaskan persiapan putaran kedua. “Lebih baik tunggu sampai tanggal 21 Mei, pleno penghitungan suara,” ujar Ketua KPU Sawahlunto, Mardatillah kemarin (17/5).

Mardatillah memilih bungkam demi menjaga stabilitas dan suasana pascapemungutan suara. Meski begitu, dia menyebut KPU telah menyiapkan jadwal bila terjadi dua putaran.

“Saat ini belum ada kepastian dan keputusan resmi perolehan suara. Lebih baik setelah ada data pasti, baru disampaikan rencana berikutnya,” ulasnya.

Mardatilah mengatakan, tim sukses calon bisa melakukan penghitungan

sekaligus pengawasan perolehan suara dengan melihat dokumen hasil C1 yang dikeluarkan KPPS. Dokumen itu hasil penghitungan suara pada pilkada kamis (16/5).

Mardatillah mengatakan proses rekapitulasi surat suara masih dilakukan di tingkat kelurahan. Sesuai jadwal, rekapitulasi penghitungan suara di 117 TPS tuntas 18 Mei di tingkat PPS, kemudian 20 Mei pada tingkat PPK (Panitia Pemungutan Kecamatan). Perekapan hasil suara diawasi petugas KPU, Panwaslu, tim sukses dan polisi. “Kita harapkan jangan ada yang terpancing isu-isu provokatif,” seru Mardhatillah.

Perolehan Suara Ketat

Data yang dihimpun Padang Ekspres di posko tim kampanye kemenangan Erizal Ridwan–Emeldi, perolehan suara calon ini berada di posisi kedua, 9.258 suara atau 29,22 persen. Terpaut sedikit dengan pasangan Ali Yusuf–Ismed (Alis) dengan perolehan 9.433 suara atau 29,77 persen.

Erizal menyatakan percaya dengan rekapitulasi suara yang dilakukan KPU. “Saya siap saja jika putaran pertama ini belum ada yang dinyatakan menang,” ulas Erizal sembari menyerukan seluruh pendukungnya tidak terpancing isu atau informasi yang menyesatkan.

Bagaimana dengan Ali Yusuf? “Kami masih menunggu hasil pleno KPU. Maaf, sabar ya, nantilah kita tunggu hasil keputusan pleno KPU,” ujarnya.

Pasangan nomor 4, Taufik Syamsir- Nasirwan, dengan kesatria mengaku kalah.

Wali Kota Sawahlunto, Amran Nur mengimbau masyarakatnya cerdas menyikapi hasil pilkada. Terutama dalam menyikapi isu-isu yang menghasut pada perpecahan. “Pilkada ini proses pendewasaan masyarakat dalam demokrasi. Dukung siapa pun calon yang terpilih karena ini kemenangan rakyat Sawahlunto,” katanya.

Temukan Kekurangan

Ketua KPU Sumbar, Marzul Veri ketika dikonfirmasi, mengaku Pilkada Sawahlunto masih ada kekurangan dalam pelaksanaan di lapangan. “Saat memantau, kami mendapat laporan masih ada pemilih yang tidak terdaftar di TPS, sementara data mereka tercatat di Panitia Pemungutan Suara (PPS) sebagai daftar pemilih tetap (DPT),” ungkap Marzul Veri saat dihubungi Padang Ekspres, Jumat (17/5).

Namun begitu, Marzul Veri memuji proses pemilihan di Kota Sawahlunto berjalan lancar dan aman. Dia meminta KPU di tiga kota yang juga akan melaksanakan pilkada (Padangpanjang pada 4 Juli 2013, Pariaman pada 4 September 2013, dan Padang pada 30 Oktober 2013), mencontoh KPU Sawahlunto.

Divisi Hukum dan Pelaporan Pemilih Panwas Kota Sawahlunto, Arlin Junaidi membenarkan telah menerima komplain warga yang tidak bisa memilih. (ek/zil/ope)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA