Date Rabu, 30 July 2014 | 11:59 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Kaba Kampuang

Masyarakat Tuntut CSR Perusahaan Sawit

Senin, 13-05-2013 | 12:53 WIB | 365 klik

Pasbar, Padek—Konflik antara warga dengan perusahaan perkebunan sawit semakin marak. Pemicunya karena tidak jelasnya hak dan kewajiban perusahaan perkebunan. Sabtu (11/5), ratusan warga Simpanggadang, Kenagarian Sei Aur, Kecamatan Sei Aur, Pasaman Barat yang mengatasnamakan Ikatan Pemuda Simpanggadang Bersatu (IKPSB) berunjuk rasa ke kantor PT Pasaman Marama Sejahtera.

Mereka menuntut perusahaan merealisasikan kewajibannya, karena selama ini perusahaan dianggap telah ingkar janji selama puluhan tahun terhadap masyarakat Simpanggadang.

Koordinator lapangan (korlap) Abdul Hamid didampingi Ketua IKPSB Sawil Hadi mengatakan, sebelumnya masyarakat Simpanggadang telah melayangkan surat kepada perusahaan dengan melampirkan berbagai tuntutan. Misalnya, realisasi dana pertanggungjawaban sosial perusahaan (corporate social responsibility/CSR) secara maksimal.

Kemudian, pemanfaatan daerah aliran sungai (DAS) harus sesuai dengan perundang-undangan, dan ganti rugi tanaman. “Bahkan pembuangan limbah perusahaan itu juga diduga telah mencemari sungai yang dekat dengan permukiman warga. Sudah kita beritahukan kepada perusahaan, termasuk ke DPRD dan pemkab, namun persoalan ini dianggap perusahaan sepele. Makanya kami demo,” kata Sawil Hadi saat demonstrasi di depan kantor perusahaan PT Incasi Raya Group itu.

Sudah puluhan tahun perusahaan ini beroperasi, dia menilai minim perhatian perusahaan pada masyarakat. Seharusnya, pemanfaatan CSR ditujukan ke masyarakat di sekitar perusahaan.

Kondisi itu turut berdampak pada perekonomian masyarakat. “Bahkan, bantuan untuk anak yatim yang dijanjikan perusahaan kepada masyarakat Rp 500 ribu/bulan juga diingkari perusahaan sawit ini,” katanya.

Padahal, Pasal 74 UU Nomor 40/2007 tentang Perseroan Terbatas (PT), perusahaan wajib melaksanakan tanggung jawab sosial dan lingkungan, dengan mengalokasikan dana dengan memperhatikan kepatutan. Dan Pasal 15 UU Nomor 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal.

Bukan itu saja, masyarakat juga ingin ganti rugi tanaman. Pengelolaan limbah pabrik sawit ini juga disorot pemuda setempat. Mereka meragukan pembuangan limbah, karena banyak sungai kecil dekat pabrik yang keruh muaranya ke Batang Tinggiran. Bahkan, limbahnya juga ada yang dibuang ke lahan, sehingga berakibat fatal ke Batang Sontang yang berada di belakang permukiman warga Simpanggadang.

“Kalau tuntutan masyarakat tidak diindahkan, kami akan membawa massa lebih besar dan akan memblokir jalan utama masuk ke perkebunan perusahaan. Karena jalan yang dipakai perusahaan selama ini merupakan lahan masyarakat yang tidak pernah ada ganti ruginya,” kata ninik mamak Simpanggadang, H Hamsuardi didampingi ninik mamak lainnya.

Pimpinan PT PMS Panca Sembiring ketika dikonfirmasi Padang Ekspres mengatakan, dia tidak bisa langsung mengambil keputusan untuk memenuhi tuntutan pengunjuk rasa itu. “Tuntutan masyarakat ini akan disampaikan kepada manajemen perusahaan dalam waktu dekat ini. Diharapkan agar masyarakat bersabar menunggu ada keputusan dari manajemen perusahaan,” ujarnya.

Informasi terakhir dari manajemen perusahaan, katanya, siap menghijaukan DAS termasuk tuntutan lainnya. Dia mengaku jalan masuk ke perusahaan masih lahan masyarakat Simpanggadang.

Pantauan Padang Ekspres di lokasi demonstrasi, dari 200 orang ini tiba di depan pagar kantor perusahaan sekitar pukul 10.15. Rombongan ini ada yang memakai kendaraan roda dua, Colt Diesel, L 300 dan mobil pribadi.

Mereka tidak diperbolehkan masuk ke halaman kantor perusahaan, kecuali hanya di depan pagar perusahaan.

Aksi unjuk rasa ini nyaris ricuh, karena massa berusaha membuka pagar dan membuang botol air mineral serta sampah ke halaman kantor perusahaan tersebut.

Walau hujan, massa tetap berunjuk rasa sekitar pukul 17.30. Akibat aksi ini, puluhan bahkan ratusan mobil truk untuk menjual sawit terpaksa ditunda untuk menimbang buah sawit mereka. (roy)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA