Date Sabtu, 26 July 2014 | 14:05 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Ekonomi Bisnis

50 Unit Taksi Tiba di Padang

Akhir Mei, Blue Bird Beroperasi

Selasa, 07-05-2013 | 12:11 WIB | 814 klik
Akhir Mei, Blue Bird Beroperasi

Taksi Blue Bird diangkut dengan truk gendong

Padang, Padek—Perusahaan angkutan umum terkemuka dari Jakarta, Blue Bird, menunjukkan komitmennya untuk memajukan transportasi umum Kota Padang. Kemarin (6/5), 50 unit taksi baru yang akan dioperasikan telah tiba di Kota Padang.

Pantauan Padang Ekspres, kemarin, ke-50 unit taksi Blue Bird itu diangkut dengan truk gendong saat melintasi kawasan Jalan Bypass KM 7 Pisang menuju kantor Blue Bird Padang, Jalan Prof Dr Hamka No 137 A, Padang. Taksi-taksi jenisnya Toyota Limo keluaran 2012 ini warna biru dengan tulisan dan logo Blue Bird disamping pintu taksi dan kaca film depan. Perangkat taksi itu lengkap, termasuk argometer di dalamnya.

”Benar, armada kita memang sudah tiba. Saat ini baru dikit, 50 unit,” kata Head of Public Relations Blue Bird Group, Teguh Wijayanto, ketika dihubungi Padang Ekspres, kemarin.

Teguh mengatakan saat ini pihaknya sedang mempersiapkan infrastruktur penunjang yang diperlukan untuk mendukung kelancaran operasional seluruh armada. ”Kami juga akan mentraining para pengemudinya. Sekarang masih perekrutan,” ujarnya.

Sejak beberapa waktu lalu, manajemen Blue Bird memang membuka lowongan kepada yang berminat menjadi pengemudi taksi ternama ini. Pengumuman tersebut dipasang pada sekretariat sementara Blue Bird di Jalan Hamka No 137 A. Tertulis jelas, calon pengemudi harus berusia 23-50 tahun dan tidak bertato. ”Kami berencana mengoperasionalkan seluruh armada, akhir bulan (Mei) ini. Bahkan seluruh izin operasional pun telah lengkap,” ujar Teguh.

Saat taksi Blue Bird beroperasi, untuk buka pintu tarifnya Rp4 ribu, harga per kilometernya Rp2.500. Harga saat taksi harus menunggu perjamnya dikenakan biaya Rp18.500. ”Hadirnya Blue Bird di Padang, hanya untuk menciptakan layanan transportasi yang representatif,” ungkapnya.

Sementara Ketua Organda Sumbar, Sengaja Budi Sukur mengatakan, kalau taksi Blue Bird telah menyelesaikan seluruh persyaratan mereka untuk beroperasi di Sumbar. ”Kir pertama dilakukan Dinas Perhubungan Sumbar dan selanjutnya baru wewenang Dinas Perhubungan Padang. Sebelum beroperasi, pihak Blue Bird harus melakukan balik nama dan pelat nomor BA,” tegasnya.

Kepala Dinas Perhubungan Padang, Firdaus Ilyas mengakui, masuknya taksi Blue Bird tersebut ke Sumbar, seluruhnya atas izin gubernur. ”Sementara Pemko Padang sifatnya hanya memberikan rekomendasi,” ujar Firdaus.

Bagi pengusaha taksi seharusnya tidak perlu takut akan keberadaan taksi Blue Bird di Padang. ”Pemko Padang masih dapat memberikan izin usaha kepada pengusaha taksi lain, karena kuota untuk Kota Padang akan alat transportasi jenis taksi tersebut mencapai 350 unit,” ujarnya. (*)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA