Date Selasa, 29 July 2014 | 11:35 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Kriminal

Tersangka Diduga Tuntut Ilmu Hitam

Kasus Pembunuhan Terus Dikembangkan

Jumat, 03-05-2013 | 13:19 WIB | 5215 klik
Kasus Pembunuhan Terus Dikembangkan

Tersangka pembunuhan

Bukittinggi, Padek—Penyidik Polresta Bukittinggi terus mengembangkan kasus pembunuhan gara-gara facebook dan SMS yang diduga dilakukan Wisnu Syahdewa, 31. Selain mengharapkan partisipasi masyarakat Bukittinggi dan Agam, jika ada sanak saudaranya yang hilang, terutama remaja putri, Polresta Bukittinggi juga telah melakukan koordinasi dengan semua Polres di Sumbar untuk memberitahukan Polresta Bukittinggi, jika ada masyarakat yang melaporkan anak hilang.

”Atas pengakuan tersangka, baru dua orang korban ditemukan telah jadi mayat, yakni, Rusyda Nabila, 16, warga Limo Suku, Sungaipua, Kabupaten Agam, dan Nofrida Yanti, 23, warga Batukambiang, Kecamatan Ampeknagari, Kabupaten Agam. Penyidik saat ini terus mengembangkan jangan-jangan ada korban lain. Karena itu kita mengharapkan partisipasi masyarakat melapor ke polisi jika ada sanak saudaranya yang hilang, terutama remaja putri,” ujar Kapolresta Bukittinggi, AKBP Eko Nugrahadi, kemarin.

Selain mengharapkan partisipasi masyarakat, Eko Nugrahadi juga mengaku sudah berkoordinasi dengan Polres Polres di Sumbar untuk segera memberitahu Polresta Bukittinggi, jika ada masyarakat kehilangan anak gadisnya. “Namun hingga saat ini belum ada laporan dari Polres-Polres di Sumbar,” ujarnya.

Terhadap tersangka Wisnu Syahdewa yang saat ini meringkuk terali besi Polresta Bukitttinggi, berdasarkan Informasi yang diperoleh koran ini di lapangan dikenal dengan nama Berkele yang berprofesi sebagai sopir angkutan umum. Selain mempunyai tiga istri, tersangka juga disebut-sebut sedang menuntut ilmu hitam yang diharuskan mencari tumbal sejumlah gadis perawan agar ilmu hitamnya tersebut bisa direalisasikan.

Polresta Bukittinggi selain terus berusaha mengembangkan kasus perkosaan dan pembunuhan yang dilakukan Wisnu Syahdewa, juga tengah berusaha mencari tahu identitas penemuan mayat wanita 13 tahun yang ditemukan di Palupuh, 14 April 2013 lalu, yang saat ini dititipkan di ruangan mayat RSAM Bukittinggi, apakah ada kaitannya dengan kasus pembunuhan gara-gara facebook dan SMS yang diduga dilakukan Wisnu Syahdewa.

Hanya saja sampai berita ini dirilis, belum ada masyarakat melapor kehilangan sanak keluarganya, sehingga pihak RSAM Bukittinggi pun berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan dinas sosial agar jenazah tersebut bisa dikebumikan secepatnya, karena telah mengeluarkan bau busuk di seputar kamar jenazah RSAM Bukittinggi.

”Benar. Hingga saat ini masih belum ada keluarga yang merasa kehilangan anak gadisnya sehingga kami dari RSAM yang menerima titipan jenazah dari Polresta Bukittinggi 14 April 2013 lalu. Karena sudah terlalu lama dan telah mengeluarkan bau tidak sedap, kita harus mengembalikannya kepada Polresta Bukittinggi untuk dimakamkan bersama Dinas Sosial setempat,” ujar Wadir Pelayanan RSAM Bukittinggi, Evi. (*)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA