Date Sabtu, 26 July 2014 | 16:07 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Peristiwa

23 Rumah Rusak, 1 SD Ditimpa Pohon

Hujan Badai Terjang Latina

Senin, 29-04-2013 | 12:54 WIB | 377 klik

Payakumbuh, Padek—Hujan badai menerjang lima kelurahan di Kecamatan Lamposi Tiga Nagari (Latina), Kota Payakumbuh, Sabtu (27/4), sekitar pukul 17.30 WIB. Kelima kelurahan yang diterjang hujan badai itu, Koto Panjang Dalam, Parambahan, Sungaidurian, Koto Panjang Padang dan Padangsikabu.

Akibat hujan badai tersebut, sebanyak 24 unit rumah, sekolah, dapur, teras rumah, kandang ayam, kandang itik dan pondok cetak batu-bata milik penduduk mengalami kerusakan. “Sedangkan kerugian ditaksir mencapai Rp144,6 juta,” kata Camat Lamposi Tigo Nagari Doni Prayudha kepada Padang Ekspres, Minggu (28/4) siang.

Pantauan Padang Ekspres, kerusakan paling parah akibat hujan badai di Payakumbuh, terjadi di Kelurahan Koto Panjang Dalam. Di kelurahan ini, 2 kepala keluarga terpaksa mengungsi karena rumah mereka hancur setelah ditimpa pohon yang tumbang akibat dihantam angin.

Kedua keluarga yang mengungsi itu, keluarga Ermawati di RT 03/RW 02 dan keluarga Yusrizal di RT 01/RW 03. “Keduanya, sempat mengungsi pada Sabtu malam karena rumah mereka rusak berat. Tapi hari ini pihak keluarga dibantu masyarakat dan pihak kelurahan, sudah bergotong-royong untuk membersihkan,” kata Camat Doni Prayudha.

Selain merusak rumah Ermawati dan Yusrizal, hujan es disertai badai yang menerjang Koto Panjang Dalam, juga merusak rumah Dayurnis di Rt 02/RW 03, surau Datuk Naro di RTR 03/RW 03, dapur keluarga Tetia Kadawarti, pondok batu bata IM Dt Naro dan Amrizal di RT 02/RW 02, serta tungku batu bata milik Kori di RT 02/RW 03.

Sementara di Kelurahan Parambahan, hujan badai menumbangkan sebuah pohon yang berada di lingkungan SD Negeri 08 Payakumbuh tumbang. Sehingga membuat atap bagian depan SD kebanggaan masyarakat Parambahan itu mengalami kerusakan sepanjang 10 meter.

Tidak cuma merusak sekolah, hujan badai di Parambahan juga merusak rumah keluarga Nadar di RT 01/RW 01, rumah keluarga Nurwalis di RT 02/RW 01, rumah keluarga Novialdi di RT 02/RW 01, antena parabola Jumingan di RT 03/RW 02, dapur keluarga Syarifudin dan kandang ayam hasnita.

Sedangkan di Sungaidurian, hujan badai membuat rumah yang dihuni keluarga Katar K di RT 04/RW 03 dan rumah keluarga Silnen Evendi di RT 04/RW 02 rusak berat karena ditimpa pohon. Selain itu, atap teras rumah keluarga Siti Marni di RT 06/RW 02 juga ikut roboh, berikut standar jaringan listriknya.

Selain merusak ketiga rumah, hujan badai di Sungaidurian merobohkan kandang ayam milik Arwan Novel dan kandang itik milik Novendra roboh, sehingga membuat 360 ekor ayam dan mati. Kemudian, atap pondok batu bata milik Meko juga diterbangkan angin, sehingga membuat batu bata yang sudah dicetak, jadi hancur,” kata Sekcam Latina B Nasution.

Adapun di Koto Panjang Padang, hujan badai membuat rumah keluarga M Herdi Sahida, ditimpa pohon. Sedangkan di Padangsikabu, hujan badai membuat pohon menimpa rumah keluarga Rini Doni dan menghantam pondok batu bata milik Mawi Etek Arianto, tokoh masyarakat setempat.

“Sebanyak 15 ribu batu bata yang sudah dicetak anggota saya, rubuh dan hancur, akibat diterbangkan angin. Saya tidak menyangka, hujan maniak (hujan es) disertai angin badai, akan menghantam pondok batu batu saya,” ucap Mawi Etek Arianto yang juga Bacaleg Partai Gerindra itu.

Korban Akan Diberi Bantuan

Hanya berselang 30 menit setelah hujan badai menghantam 5 kelurahan di Lamposi Tigo Nagari (Latina), Asisten I Setdako Yoherman bersama Kepala Badan Kesbang dan Penanggulangan Bencana Daerah Yufnani Awai, Camat Latina Doni Prayudha, dan sejumlah pimpinan SKD, langsung turun ke lokasi, guna memberikan pertolongan kepada penduduk.

“Ini merupakan bencana alam. Pemerintah kota akan memberikan bantuan untuk mereka yang mengalami kerugian cukup parah. Dan Partisipasi warga juga sangat diharapkan. Mari kita tumbuhkembangkan semangat kesetiakawanan kita,” ucap Yoherman dan Yufnani Awai.

Terpisah, Wali Kota Payakumbuh Riza Falepi dan Wakil Wali Kota Suwandel Muchtar, meminta Badan Kesbang Penanggulangan Bencana yang dalam waktu dekat akan dipisah menjadi BPBD serta Kantor Kesbang, agar berkordinasi dengan kecamatan, untuk mendata kerugian akibat hujan badai di Latina.

“Kami sudah perintahkan, Kepala Badan Kesbang dan Penanggulangan Bencana Daerah beserta SKPD terkait dan Pemerintah Kecamatan Latina, untuk mengerahkan personel, membantu masyarakat yang menjadi korban hujan badai,” kata Riza Falepi dan Suwandel Muchtar, selepas mendampingi Mensos Salim Segaf Aljufrie, meresmikan rumah pemakaian rumah layak huni di Talawi, Minggu siang.

Jalan Duku Terban

Sementara itu dari Kelurahan Balaikaliki, Nagari Koto Nan Gadang, Payakumbuh Utara, dilaporkan, hujan deras yang terjadi Sabtu (27/4) sore, membuat Jalan Duku di di tepian Sungai Batang Agam, dari Kelurahan Balai Kaliki menuju Kelurahan Muaro, terban sepanjang 20 meter.

Akibatnya, sejak Sabtu sore, akses jalan tersebut ditutup dari arah RSUD dr Adnaan WD, karena tak bisa dilewati kendaraan bermotor. Pihak Polantas sudah memasang police line di seputar jalan terban itu. Sedangkan Kepala Dinas PU Muswendri Evites bersama Kabid Bina Marga Zul Arman, langsung datang ke lokasi.

“Berdasarkan hasil survei sementara, penyebab terbannya jalan, akibat air yang tidak masuk ke polongan drainase,” ujarnya. (*)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA