Date Senin, 28 July 2014 | 15:17 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Kaba Kampuang

Perbuahnya Menyentuh Angka Rp1.500

Harga Tomat Merangkak Naik

Selasa, 26-03-2013 | 10:40 WIB | 495 klik

Solok, Padek—Setelah bawang merah dan putih meroket membus Rp.60 ribu sekilo, kini giliran tomat gila-gilaan di pasaran. Sepanjang kemarin, harga tomat di Pasar Raya Solok mulai menyentuh Rp1.500 per biji, dengan kisaran perkilonya rata-rata Rp18.000.

Tak hayal, fenomena ini terasa begitu memberatkan bagi kalangan ibu rumahtangga dalam memenuhi kebutuhan pangan harian, setelah sebelumnya harga berbagai kebutuhan pokok lainnya juga ikut bergerak naik melampoi batas normal. Bergerak naiknya harga berbagai jenis bahan pangan ini mengakibatkan biaya hidup masyarakat terasa kian berat, sementara kemampuan untuk dapat memenuhinya terbatas.

“Harga berbagai jenis pangan harian kian tidak stabil, satu-persatu diantaranya bergerak naik. Setelah bawang merah dan putih bertengger dikirasan Rp60 ribu, kini tiba giliran tomat Rp18.000 perkilo,” keluh Yasmarni,50, ibu rumahtangga yang juga Anggota TP-PKK Kelurahan Kampung Jawa, kemarin (24/3).

Guna menekan biaya belanja pangan keluarganya, lanjut Yasmarni, terpaksa pembelian bahan bahan masakan dilakukan seperlunya untuk kebutuhan satu atau dua hari saja, setelah sebelumnya dominan untuk kebutuhan perminggu. Seperti halnya tomat, semula dibeli perkilo kini terpaksa dibeli perbiji ke pedagang sayuran keliling dengan bandrol Rp1500 perbiji. Begitupun bawang merah juga dalam jumlah sedikit yang sekarang bertahan diposisi Rp.50 ribu perkilo, bawang putih Rp70 ribu sekilo.

“Biasanya dengan membawa uang Rp.200 ribu ke pasar, sudah penuh keranjang pulang. Justru sekarang, Rp500 ribu pun masih belum cukup,” imbuhnya.

Pantauan Padang Ekspres di Paar Raya Solok, harga sayuran dan buah hampir rata-rata bergerak naik dibanding dua pekan sebelumnya, dengan volume kenaikan bervariatif. Namun dari berbagai jenis kebutuhan ini, tomat cukup mencolok, dari biasanya Rp10.000 menjadi Rp18.000 perkilogram.

Meski naik, namun ketersedian kebutuhan sayuran dan buah diinformasikan cukup aman bagi wara Solok. Sebab selain produk lokal, pendistribusian stok dari luardaerah masih lancer.

“Harganya naik dari sononya, sehingga kami di sini terpaksa harus menyesuaikan harga. Meski demikian, ketersediaan stok dpastikan akan tetap lancar,” aku Jhon,45, selaku pedagang sekaligus agen sayuran dan buah di Pasar Raya Solok.

Kaum ibu-ibu rumahtangga di Kota dan Kabupaten Solok berharap pemerintah segera mengambil langkah tepat, agar harga sayuran dan buah dapat kembali normal seperti sedia kala. (*)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA