Date Selasa, 29 July 2014 | 21:46 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Kaba Kampuang

IJP Sisir Pantai Pauh

Dengarkan Keluhan Nelayan

Senin, 25-02-2013 | 14:32 WIB | 436 klik

Pariaman, Padek—Masyarakat Dusun Pauh Barat, Desa Pauh Kota Pariaman dikejutkan dengan kehadiran salah seorang kandidat calon Wali Kota Pariaman, Indra Jaya Piliang yang akrab dipanggil IJP. Kehadiran IJP di desa nelayan tersebut untuk melihat langsung kehidupan para nelayan. Nelayan menyebutkan mereka butuh koperasi nelayan sebagai wadah untuk ekonomi mereka.

Kehadiran IJP menjadi rebutan warga terutama ibu-ibu yang berada dibibir pantai Pauh. Bahkan para ibu-ibu tersebut memanggilnya dengan sebutan cik lalek manih karena IJP memang memiliki tahi lalat didagunya. Cik lalek ini sempat menjadi candaan dari ibu-ibu yang datang menemui dan minta berfoto dengan IJP.

IJP sendiri datang ke Pauh atas undangan warga Pauh Barat Andeh Riani untuk makan bersama dirumahnya.

“Kami mengundang IJP makan sekaligus doa bersama. Doa kami agar Pak IJP sebagai tokoh muda Pariaman dapat diberikan kemudahan dalam segala urusannnya. Diberikan kesehatan selalu oleh Yang Maha Kuasa” harap Andeh Riani kepada Padang Ekspres kemarin.

Selain makan bersama, kesempatan tersebut juga dimanfaatkan IJP berdialog dengan masyarakat yang mayoritas bekerja sebagai nelayan. Berbagai persoalan harapan disampaikan mereka kepada IJP, terutama menyangkut tentang nasib mereka selama melaut.

Kepala Dusun Pauh Barat Jasmardi (38) atau yang akrab dipanggil Buyuang mengatakan nelayanPauh Barat telah memiliki enam organisasi Kelompok Nelayan aktif di Desa Pauh. Namun begitu, mereka belum memiliki koperasi untuk menaungi kelompok nelayan.

”Kelompok nelayan ini aktif melakukan kegiatan-kegiatan sosial, terutama menyangkut kesejahteraan anggotanya,” Ungkap Buyuang yang juga ketua kelompok nelayan Samudera Pauh.

Selain itu kelompok nelayan sudah membentuk Kelompok Tanggap Darurat yang anggotanya mulai Ujung Muarasampai ke Naras. Satgas tersebut dibentuk untuk membantu nelayan yang terdampar ketika melaut dengan cara bergotong-royong membantu menurunkan sampan dan menolong korban. Ia juga mengungkapkan pernah ada peristiwa nelayan terdampar selama dua kali pada bulan September 2012. Bahkan nelayan tersebut sampai terdampar di Padang.

“Untuk mengantisipasi kejadian tersebut, kami mengumpulkan uang dengan cara iuran sukarela antara Rp. 2000,- sampai Rp. 5000 dalam sekali melaut. Ini digunakan untuk kebutuhan penyelamatan, seperti beli bensin perahu dan biaya operasional lainnya,” Ungkap pria kurus yang juga sering dipanggil Ajo manih ini.

Untuk menolong nelayan yang terdampar ia menyebut membutuhkan pelampung dan jas hujan yang sampai sekarang belum ada.

Sementara ditempat yang sama IJP mengatakan nelayan di Pariaman memang membutuhkan perhatian khusus. Karena laut Pariaman merupakan potensi yang luar biasa untuk mensejahterakan masyarakat nelayan.

“Saya minta kepada kelompok tani untuk membuat koperasi nelayan sebab bantuan pemerintahakan diberikan jika ada koperasi nelayan yang bisa dijadikan untuk simpan pinjam dan pelatihan,” Ujarnya.

IJP juga berharap agar kebutuhan sarana prasarana penyelamatan nelayan bisa dipenuhi seperti pelampung dan jas hujan dapat dibantu. Keselamatan nelayan merupakan yang utama selama melaut, pemerintah harus membantu.

Setelah berdialog, IJP bersama rombongan kemudian menyisir pantai Pauh Pariaman dengan berkunjung lapau dan rumah warga. Tidak lupa IJP membeli ikan tangkapan warga. (*)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA