Date Senin, 28 July 2014 | 23:24 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Kaba Kampuang

Polisi Duga Jaringan LIntas Provinsi

2Pengedar Ditangkap, BB Ganja 9 Kg

Minggu, 24-02-2013 | 03:45 WIB | 573 klik
2Pengedar Ditangkap, BB Ganja 9 Kg

tersangka dan barang bukti ganja seberat 9 kg

Padang, Padek—Lagi-lagi jaringan narkoba lintas provinsi berhasil diringkus jajaran Direktorat Narkoba Polda Sumbar. Sore kemarin (23/2) sekitar pukul 16.30 WIB, petugas berhasil meringkus dua orang pria merupakan jaringan pengedar ganja lintas provinsi di dua lokasi berbeda di Kota Padang. Dari tangan keduanya, petugas menyita barang bukti (BB) berupa ganja seberat 9 kg.

Penangkapan pertama dilakukan di kawasaan Mataair, Kecamatan Padang Selatan sekitar pukul 16.30 WIB. Waktu itu, polisi berhasil membekuk pengedar ganja bernama Guntur Hasibuan, 26, warga Mataair. Dari tangannya, petugas mengamankan 1 kg ganja.

Setelah dilakukan pengembangan dan berbekal keterangan Guntur Hasibuan, selang beberapa jam kemudian jajaran Dit Narkoba Polda Sumbar meringkus seorang bandar di Kotolua, Kecamatan Lubukbegalung. Pelaku adalah Junedi, 36, tak lain target operasi (TO) dan masuk daftar pencarian orang (DPO) sejak tahun 2012.

Direktur Direktorat Narkoba Polda Sumbar, Kombes Pol Arief Rahman Hakim menyebutkan, Junedi terbilang sangat licin. Pasalnya, dia masuk ke dalam DPO Dit Narkoba Polda Sumbar sejak tahun 2012. Diduga, dia berpindah-pindah sehingga polisi sulit menemukan jejaknya.

Menurut Arief, keduanya adalah pemain lama yang memiliki jaringan di luar Sumbar. ”Penangkapan ini merupakan penagkapan terbesar selama tahun 2013,” ujar mantan Wadir Reskrim Polda Sumbar ini.

Dari keterangan Junedi kepada penyidik, dia sudah lama menggeluti barang haram dan mendapatkan barang haram itu dari seorang temannya di daerah Penyabungan Sumatera Utara. Barang haram itu dibawa melalui jalur darat. Rencananya, ke-8 kg barang haram tersebut diedarkan kepada pengedar lainnya di Padang.

Kini keduanya diamankan di Ditnarkoba Polda Sumbar guna dimintai keterangan dan mengungkap jaringan lainnya. ”Kita akan mengorek informasi dari keduanya terkait jaringan serta bandar-bandar lainnya di luar Sumbar,” ujarnya. Keduan melanggar Pasal 111 Ayat 2 UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkoba.dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara. (w/cr2)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA