Date Kamis, 24 July 2014 | 22:20 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Kaba Kampuang

Suprapto: Perbaikan Terkendala Hutan Lindung

Silaiang Terban, Mengundang Maut

Selasa, 12-02-2013 | 10:57 WIB | 947 klik
Silaiang Terban, Mengundang Maut

Sejak terban sebulan lalu, hingga kini belum ada tanda-tanda jalan Silaiang akan

Padangpanjang, Padek—Jalan di kawasan Silaiang mengancam keselamatan para pengendara. Sejak terban sebulan lalu, hingga kini belum ada tanda-tanda jalan tersebut akan diperbaiki. Para pengguna jalan mengeluhkan lambannya perbaikan jalan Silaiang karena rawan kecelakaan.

Pengendara takut melewati jalan lintas umum (jalinsum) provinsi yang terletak di Singgalangkariang, kawasan Lembah Anai ini, khususnya pada malam hari. Tak hanya terban, pinggir jalan juga tak lagi memiliki pembatas, sehingga kendaraan bisa terjun bebas ke jurang. Belum lagi ancaman longsor dengan kondisi jalan yang berkelok-kelok plus tanjakan, membuat pengendara semakin takut.

“Sedikitnya saja kecelakaan di sini, nyawa taruhannya. Bisa terjun ke jurang. Selain tanjakan, mobilitas di Lembah Anai juga cukup padat dilalui kendaraan Padang-Bukittingi-Solok dan Tanahdatar. Di jalan ini juga kerap terjadi kecelakaan akibat truk yang gagal menanjak. Jika itu terjadi, bisa dipastikan akses Padang-Padangpanjang akan macet total karena jalur yang bisa dilalui saat ini hanya tinggal separuhnya,” tutur Indra, 35, PNS yang sehari-hari bolak-balik Padang-Padangpanjang.

Kasat Lantas Polresta Padangpanjang, AKP Sodikin Fachrozinur ketika dikonfirmasi mengungkapkan, sejak terbannya jalan Silaiangkariang sebulan lalu, hingga kini belum ada kemacetan berarti. Demikian juga kasus kecelakaan di kawasan ini. Namun demikian, Sodikin mengakui kondisi jalan tersebut berisiko terhadap pengemudi.

“Terutama pada malam hari karena gelap dan berada tepat di tikungan. Paling berisiko lagi bagi pengemudi yang belum mengenal medan,” ulas Sodikin.

Sodikin mengatakan telah menempatkan anggotanya untuk stand-by di Pos Lembah Anai untuk menjaga keamanan pengendara. “Rawannya memang malam hari, apalagi kalau hujan. Dari arah Padangpanjang, lokasi terban berada di turunan dan di balik tikungan. Tidak hanya pengemudi, kami pun berharap jalan ini secepatnya diperbaiki sebelum terjadinya korban. Meski belum ada kecelakaan, paling tidak ada beberapa kendaraan yang nyaris masuk ke jurang,” tutur Sodikin.

Terkendala Hutan Lindung

Secara terpisah, Kepala Dinas Prasarana Jalan, Tata Ruang dan Permukiman (Prasjal Tarkim) Sumbar, Suprapto mengakui lambannya perbaikan jalan terban di Silaiang, karena berada di kawasan hutan lindung sehingga tidak bisa langsung dilakukan perbaikan.

“Untuk sementara, kami baru melakukan penanganan tanggap darurat. Sebetulnya, kami mau cepat-cepat memperbaiki jalan tersebut, tapi kan tak bisa seperti itu juga. Harus ada perencanaan yang matang dulu. Apalagi itu masuk kawasan hutan lindung,” ucapnya.

Suprapto menjelaskan, dalam tahun ini, telah dialokasikan anggaran sebesar Rp 2,5 miliar untuk perbaikan jalan terban Silaiang. “Bukannya tak ada perbaikan, cuma saja masih darurat penanganannya. Saya minta warga bersabar sedikit untuk persiapan perbaikan jalan tersebut,” ujarnya. (*)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA