Date Sabtu, 26 July 2014 | 16:07 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Kaba Kampuang

Fenomena Komunitas Simpang Surya, Kota Solok

Daerah Kecil dengan Gaung Besar

Rabu, 02-01-2013 | 12:53 WIB | 353 klik
Daerah Kecil dengan Gaung Besar

Wako Solok menyerahkan pataka kepada Ketua KBPS3 Afdal Yandi, SP di Posko Simpa

WALI Kota Solok Irzal Ilyas “turun gunung” melantik kepengurusan sebuah perkumpulan pemuda. Biasanya, pelantikan organisasi ini hanya dilakukan seorang lurah. Ada apa gerangan? Warga Kota Solok tahu persis dengan Keluarga Besar Pemuda Simpang Surya Solok (KBPS3). Sebuah perkumpulan yang sangat disegani di Kota Solok.

Melihat peta Kota Solok, dengan luasnya yang tak sampai 100 meter persegi, kawasan Simpang Surya nyaris tak ada. Kawasan yang terletak persis di depan Pasar Raya Solok itu, hanyalah satu persimpangan tiga arah yang menghubungkan wilayah Pasar Raya Solok, Airmati dan Pandan.

Ketiga daerah itu adalah pusat perekonomian di Kota Solok. Sentra pertokoan kota ini. Malamnya, di sulap menjadi sentra kuliner hingga subuh. Kawasan yang hidup siang malam.

Nama Simpang Surya bukanlah nama resmi daerah itu. Simpang yang awalnya ditempati sebuah kedai kopi selama 24 jam, itu sebelumnya tanpa nama.

Di masa itu (tahun 70-an), berdiri sebuah reklame raksasa, Gudang Garam Surya. Akhirnya, simpang yang superstrategis itu bernama simpang Surya. Uniknya, saat sudah bernama Simpang Surya, baliho Gudang Garam Surya tidak ada lagi hingga kini.

Lalu mengapa kawasan ini begitu disegani, hingga wali kota “mesti” turun langsung mengukuhkan kepengurusannya? Disinilah para elite politik, elite penegak hukum, elite pemerintahan, anggota DPRD, tokoh masyarakat, wartawan, hingga “elite preman” Kota Solok berkumpul.

Pembicaraan di warung kopi bukanlah obrolan kosong. Tapi, pembicaraan berkisar pada persoalan pemerintahan, penegakan hukum, percaturan politik dan perencanaan Kota Solok ke depan. Meski ada elemen “preman”, namun preman di sini preman berdasi. Itulah sebabnya simpang ini sangat disegani di Kota Solok.

Ketua KBPS3 saat ini Afdal Yandi DW mengatakan, KBPS3 lahir dari kesamaan visi persepsi melalui keberagaman pengurusnya. Ia menuturkan, KBPS3 ingin membuktikan bahwa keberagaman bukanlah hambatan dalam berkarya. Alumnus Fakultas Pertanian Unand itu berharap Pemko dan DPRD Kota Solok khususnya, dan kalangan masyarakat luas umumnya, agar terus memberikan dukungan serta bantuan moral dan material.

“Sekalipun hasilnya dinilai masih belum baik, tapi kami tetap dan terus ingin memberikan yang terbaik bagi masyarakat dan daerah (Kota) Solok,” tekadnya.

Dalam pengukuhkan itu, Wali Kota Irzal Ilyas ditunjuk sebagai pelindung bersama ketua DPRD Kota Solok dan segenap unsur muspida. Dewan penasihat dan dewan pembina terdiri dari Eril Jaka Dt Bdr Hitam, Epi Novirman, Ikhlas Dt Nan Basa, Bang Su, Firdaus Kayo, Amril, Nofi Candra, Fad Pandeka, Reinier dan Nurli. Sekretaris Nasrullah dan Bendahara Armasdat.

Ketua Bidang Hukum Amnasmen, Ketua Bidang Humas Asril Anwar. Ketua Bid Bela Negara Uwan Alferidon Kuntau. Dari nama-nama di atas kita bisa melihat bahwa mereka adalah pejabat resmi dan pejabat “tak resmi” di Pemko Solok.

Seperti Amnasmen (Ketua KPU Kota Solok), Nofi Candra (Ketua KNPI Kota Solok), Reinier (Cawako Solok 2010 lalu), Alferidon kuntau (anggota DPRD Kota Solok (2005-2009). Lalu pejabat tak resmi seperti Eril Jaka Dt Bdr Hitam, Epi Novirman, Ikhlas Dt Nan Basa, Bang Su, Firdaus Kayo, Amril, Nofi Candra, Fad Pandek dan Nurli yang merupakan tokoh masyarakat Kota Solok. (***)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA