Date Minggu, 27 July 2014 | 02:14 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Kaba Kampuang

Pemasangan Baronjong Irigasi Tuntas

Selasa, 13-11-2012 | 12:45 WIB | 202 klik

Khatib Sulaiman, Padek—Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Sumbar mengklaim pembangunan batu baronjong di irigasi Gunungnago, Batubusuk tuntas. Jika pun, masyarakat masih kesulitan mendapatkan air, dinilai disebabkan perilaku warga yang mengarahkan air ke lokasi tambak, sehingga air tidak sepenuhnya mengalir ke bawah.

“Untuk perbaikan irigasi Gunungnago, Pemprov baru melakukan penanganan tanggap darurat dengan memasang tiga bak penampang. Diharapkan, keberadaan bak penampang tersebut, air akan lancar mengalir dan bisa dimanfaatkan oleh masyarakat,” kata Kepala Dinas PSDA Sumbar, Ali Musri kepada Padang Ekspres, kemarin (12/11), di kantor Gubernur.

Ali mengakui, perbaikan irigasi belum dapat mengembalikan fungsi irigasi Gunungnago secara total. Pemasangan batu baronjong dilakukan untuk mengantisipasi ancaman kekeringan areal pertanian masyarakat. “Jika batu baronjong tak segera dibangun, akan berdampak terhadap pertanian milik masyarakat,” sebutnya.

Dinas PSDA Sumbar mengajukan dana tanggap darurat sebesar Rp 35 miliar ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) untuk perbaikan daerah irigasi dan normalisasi sungai. Dengan rincian Rp 22 miliar untuk normalisasi sungai dan Rp 13 miliar untuk irigasi. “Ini hanya penanganan darurat saja kami lakukan. Jika kami biarkan daerah irigasi ini, tentunya akan berdampak terhadap areal pertanian dan sumber air masyarakat,” katanya.

Batu baronjong yang telah dipasang berada di sepanjang 40 meter di daerah irigasi Gunungnago. “Dengan adanya pemasangan batu baronjong ini, areal pertanian masyarakat tidak akan mengalami kekeringan dan masyarakat juga tidak mengalami kekurangan sumber air,” ucapnya.

Pada APBD 2013, kata Ali Musri, Pemprov bakal memprioritaskan penguatan tebing persisnya sungai merendam permukiman Griya Kubu Tama. “Kami usulkan anggaran Rp 86 miliar untuk penanganan bencana di Padang, Pasaman, Pariaman dan Solok Selatan,” tuturnya. (ayu)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA