Date Kamis, 31 July 2014 | 00:10 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Nasional

Kursi Haji Bersisa 817 Orang

Rabu, 26-09-2012 | 12:42 WIB | 418 klik

Jakarta, Padek—Masa pelunasan biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) reguler gelombang empat ditutup kemarin (25/9) sore pukul 16.00 WIB. Hasil rekapitulasi sistem komputerisasi haji terpadu (Siskohat) menyebutkan masih ada 817 kursi haji yang tersisa. Sisa kursi ini bakal menjadi rebutan sejumlah pihak.

Dari rekapitulasi pelunasan BPIH gelombang pamungkas itu, ada beberapa provinsi yang jumlah pelunasan jamaahnya melebihi kuota pokok provinsi setempat. Sebaliknya, ada juga provinsi jumlah pelunasannya kurang dari kuota pokok.

Provinsi yang pelunasannya melebihi kuota pokok antara lain di Aceh. Kuota pokok provinsi pernah luluh lantak diterjang tsunami itu adalah 3.924 kursi. Tetapi dari rekapitulasi Siskohat, jumlah calon jamaah haji yang melunasi mencapai 3.931 orang. Begitu pula untuk DKI Jakarta. Dari kuota pokok sebesar 7.084 kursi, calon jamaah haji yang melakukan pelunasan mencapai 7.113 orang (bertambah 29 kursi).

Sementara untuk provinsi jumlah pelunasannya lebih kecil dari kuota pokok di antaranya Jawa Timur. Di provinsi ini, jumlah calon jamaah haji reguler yang melunasi BPIH sejumlah 33.871 orang. Sedangkan kuota pokoknya adalah 34.165 kursi, artinya ada 294 calon jamaah yang tidak bisa melunasi BPIH.

Menteri Agama (Menag) Suryadharma Ali menjelaskan, soal fenomena ada provinsi jumlah pelunasannya melebihi atau di bawah kuota pokoknya tadi. Fenomena tadi muncul karena ketika pelunasan tahap II ditutup pada 7 Setember, seluruh kuota sisa ditarik menjadi wewenang Kemenag.

Selanjutnya, seluruh kuota sisa itu dibagikan lagi ke provinsi secara proporsional. “Pengembalian kembali sisa kursi ini diprioritaskan untuk calon jamaah di atas usia 87 tahun,” katanya setelah audiensi dengan juara Lomba Sekolah Sehat Tingkat Nasional. Dari skema pengembalian sisa kursi itu, ada sejumlah provinsi mencatatkan laporan bahwa jumlah jamaah melunasi BPIH melebihi kuota tetap.

Menteri yang juga ketua umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu menuturkan, pihaknya belum mengambil kebijakan khusus soal adanya sisa kursi haji setelah masa pelunasan BPIH gelombang IV ditutup. Dia mengatakan, Kemenag akan segera mengumumkan secara resmi sisa kuota haji ini akan digunakan atau dialokasikan untuk siapa saja.

Sikap Kemenag yang masih belum tegas itu, memunculkan dampak negatif. Di antaranya, bakal ada kompetisi atau rebutan dari pihak-pihak selama ini sudah berancang-ancang mendapatkan “free pass” berhaji. Pihak-pihak ini adalah, masyarakat sudah memiliki nomor porsi dan sudah dipastikan berangkat beberapa tahun lagi. Tetapi mereka meminta sisa kursi, supaya bisa berangkat tahun ini juga.

Di antara pihak sudah antre mendapatkan sisa kursi ini adalah dari media massa, KBIH, kolega pejabat Kemenag, hingga kementerian dan lembaga negara lainnya. Kemenag mengatakan akan bersikap bijaksana dan adil mengalokasikan sisa kursi ini. (jpnn)

“Masyarakat tenang saja. Karena sampai sekarang kami belum mendapatkan kepastian kapan masa pelayanan pengurusan visa haji akan ditutup,” tutur menteri yang akrab disapa SDA itu. Dengan demikian, masih ada peluang jika sisa porsi berjumlah 817 kursi itu untuk dibagikan ulang ke sejumlah pihak tadi.

Ancaman Virus Corona

Terkait ancaman virus corona, SDA meminta, jamaah calon haji (JCH) waspada dan selalu menjaga kebugaran. Bagi keluarga jamaah di tanah air, diminta untuk tetap tenang. “Informasinya, Alhamdulillah jamaah kita masih aman-aman saja,” jelasnya. Dia menerangkan jika sampai kemarin belum ada kabar jamaah haji Indonesia yang terserang virus tersebut.

Jajaran Kemenkes RI juga mengimbau para jamaah haji melakukan pencegahan seperlunya. Salah satunya meningkatkan higienitas pribadi dengan rutin mencuci tangan dan menggunakan masker pada kawasan padat. Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Prof dr Tjandra Yoga Aditama SpP (K) menuturkan, Kemenkes terus melakukan komunikasi dengan petugas kesehatan haji di Arab Saudi.

Terkait ancaman virus corona, Tjandra mengimbau para jamaah haji tidak perlu khawatir. Begitu menerima kabar soal virus tersebut, dia langsung mengontak Deputi Director General WHO Dr Keiji Fukuda di Jenewa, Swiss.

Pengamatan sementara, sejauh ini tidak terjadi penularan pada semua petugas kesehatan yang menangani DNA kasus tersebut. “Artinya, sejauh ini, virus corona tidak terbukti menular antarmanusia,” imbuh dia. (wan/ken/jpnn)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA