Date Jumat, 25 July 2014 | 20:40 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Kaba Kampuang

Kajian Percepatan Pengembangan Teknologi Pakan Sapi

Sawit Tingkatkan Produktivitas Sapi

Selasa, 25-09-2012 | 11:53 WIB | 463 klik

Dharmasraya, Padek—Untuk meningkatkan produktivitas sapi, ternyata limbah sawit bisa dimanfaatkan. Hal ini terungkap saat digelar temu lapang kajian percepatan pengembangan teknologi pakan sapi potong melalui pemanfaatan hasil ikutan tanaman sawit di jorong Koto Agung Nagari Sungai Duo Kecamatan Sitiung.

Hadiri Bupati Dharmasraya, Adi Gunawan, Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sumbar, Kepala SKPD, camat, perbankan, dan wali nagari se Kabupaten Dharmasraya. Kegiatan yang dipusatkan di kelompok Tani Gelora ini memaparkan tentang kajian tentang integritas sapi dengan tanaman sawit. Dimana dengan memanfaatkan hasil ikutan limbah tanaman sawit, dapat dimanfaatkan sebagai sumber pakan untuk ternak sapi. Yang mana limbah tanaman sawit ini telah terbukti efektif dalam menaikkan berat badan sapi potong.

Kepala BPTP Sumbar yang diwakili oleh Kasubag Tata Usaha Artuti menjelaskan perkembangan sapi potong bergantung pada kualitas dan kuantitas pakan yang diberikan. Rendahnya kualitas dan kuantitas pakan inilah yang menjadi masalah utama akan rendahnya tingkat produktivitas sapi potong. Untuk itu katanya, hal ini dapat diantisipasi dengan melakukan integrasi ternak sapi dan tanaman kelapa sawit.

“Hasil ikutan tanaman sawit yang biasanya terbuang seperti pelepah dan daunnya bisa dijadikan sebagai pengganti pakan hijauan yang berkualitas dengan cara diolah menjadi silase, sehingga kualitas gizi pakannya meningkat dan lebih tahan lama. Sedangkan solid dan bungkil inti sawit juga dapat dijadikan sebagai sumber pakan yang berkualitas, yang memiliki kandungan protein cukup tinggi yakni 13 persen dan 15 persen. Ini jauh lebih tinggi dari pada kandungan protein rumput biasa, sehingga berat badan sapi bisa meningkat 0,5 kg per hari,” paparnya.

Informasi yang diperoleh BPTP Sumbar, Kabupaten Dharmasraya sentra perkebunan sawit yang memiliki lahan seluas 75 ribu ha. Perkebunan tersebut dapat menghasilkan pelepah sawit 400.000 ton, 18.500 ton solid dan 3.400 ton bungkil inti sawit, sehingga dapat menyuplai pakan untuk 100 ribu ekor sapi. Untuk itu katanya, melalui kegiatan ini mencoba untuk meyakinkan kelompok tani dalam penerapan inovasi teknologi dapat mendorong berkembangnya teknologi penyediaan pakan bermutu dalam rangka peningkatan produksi ternak. Sehingga dapat memperbaiki usaha tani dan meningkatkan taraf hidup masyarakat.

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama Bupati Adi Gunawan berterima kasih dan memberikan apresiasi kepada BPTP Sumbar dan jajaran peneliti yang telah mencurahkan segenap kemampuan untuk mengembangkan teknologi integrasi ternak sapi dengan tanaman kelapa sawit. Dengan fokus pemanfaatan hasil ikutan tanaman kelapa sawit sebagai bahan pakan ternak.

“Pemanfaatan hasil ikutan tanaman kelapa sawit sebagai bahan pembuat pakan ternak, jelas merupakan solusi yang murah, aman dan ramah lingkungan bagi persoalan penyediaan pakan ternak untuk budidaya, baik penggemukan, pembuntingan maupun untuk pembibitan. Untuk itu kami dari Pemerintah Daerah akan berupaya sekuat tenaga untuk mendorong dan memberdayakan para peternak untuk menerapkan teknologi ini,” pungkas Bupati.

Hasil dari teknologi ini telah dimanfaatkan oleh kelompok Tani Gelora yang baru berumur dua tahun dan telah memperlihatkan hasil yang menggembirakan, yakni dengan sapi yang dikelola mulanya berjumlah 30 ekor. Setelah menerapkan teknologi ini mampu meningkatkan jumlah ternak sapi menjadi 67 ekor. (*)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA