Date Selasa, 29 July 2014 | 01:27 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Kaba Kampuang

KPK Sebut Unand tak Terlibat

Jumat, 14-09-2012 | 14:07 WIB | 371 klik

Padang, Padek—Universitas Andalas (Unand) Padang tampaknya bisa bernapas lega. Kampus tertua di luar Jawa yang disebut-sebut tersangkut kasus dugaan korupsi dana pembangunan gedung dan proyek laboratorium sejumlah universitas di tanah air itu, sampai saat ini posisinya masih aman.

”Sejauh ini data yang ada pada kami, tidak mengaitkan Unand sebagai pihak yang terlibat. Di Sumatera yang tidak terlibat Unand. Di Jawa paling banyak,” kata Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bambang Widjojanto kepada wartawan usai memberikan orasi ilmiah dalam memperingati Dies Natalis Unand Padang ke-56 di Auditorium Unand Padang (13/9).

Pernyataan Bambang ini menepis “nyanyian” politikus Demokrat, Angelina Sondakh, terdakwa kasus suap di Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dan Kementerian Pendidikan Nasional dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Berdasarkan keterangan saksi-saksi yang telah diperiksa, kata Bambang, belum satu pun yang menyebutkan keterlibatan Unand dalam kasus yang menyeret Angie dan Nazaruddin tersebut. “Sampai sekarang keterangan dari saksi tidak melibatkan Unand,” tukasnya.

Temuan Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR, menyatakan ratusan miliar dana untuk perguruan tinggi negeri diduga telah disimpangkan. BAKN DPR menemukan kejanggalan sejak penganggaran, perencanaan pengadaan barang dan jasa, pelaksanaan proyek hingga pemanfaatan anggaran di sejumlah perguruan tinggi negeri.

Data BAKN DPR ini atas Laporan Hasil Pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terhadap anggaran Kementerian Pendidikan Nasional tahun 2008, 2009 dan 2010. BAKN DPR mencatat penyimpangan itu terjadi di 16 perguruan tinggi negeri di Indonesia, salah satunya di Unand.

Rektor Unand Werry Darta Taifur membantah keras hasil temuan BAKN tersebut. “Saya sudah tegaskan tadi, pernyataan itu tidak benar. Saya sudah konfirmasi pada semua pihak, baik Dirjen, Sekjen dan Biro Keuangan Kemendiknas. Telah terjadi kesalahan lampiran yang masuk ke Unand. Dan itu bukan laporan Unand. Dan itu sudah kita terima fax-nya,” jelas Werry.

Werry menegaskan, pihaknya sudah melayangkan protes kepada lembaga yang mengeluarkan laporan tersebut. “Kita sudah layangkan surat protes,” ujarnya.

Ditambahkan Bambang, audit BPK tidak serta merta dapat diterima sebelum diteliti lebih lanjut. Menurutnya, audit dari eksternal auditor biasanya hanya dipakai sebagai pintu masuk untuk melakukan klarifikasi dan konfirmasi. “Karena itu, hasil BPK harus kita baca lebih teliti. Kalau tidak, kita bisa salah mengambil kesimpulan,” katanya.

Setelah mendengar informasi dari rektor Unand tersebut, dia menyarankan agar Unand membuat surat terbuka. “Harusnya, lembaga yang mengumumkan atau melampirkan salah itu meminta maaf. Kita mengusulkan supaya pak rektor membuat surat terbuka. Karena begini, jangan sampai orang baik dirugikan, tapi jangan sampai pula orang jahat dibilang baik,” imbuhnya.

Acara Dies Natalis Unand tersebut juga diwarnai aksi-aksi kritikan terhadap Unand. Beberapa mahasiswa tergabung dalam BEM KM Unand ini, membentangkan beberapa spanduk berisikan kritikan serta desakan agar KPK mengusut tuntas keterlibatan Unand dalam kasus dugaan korupsi. (bis)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA