Date Rabu, 30 July 2014 | 22:10 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Kaba Kampuang

Gandeng STMIK Indonesia Perbaiki Mutu

Disdik Evaluasi Hasil UKG

Selasa, 04-09-2012 | 13:12 WIB | 370 klik

Khatib Sulaiman, Padek—Rata-rata hasil uji kompetensi guru (UKG) belum membuahkan hasil. Rata-rata UKG tingkat Sumbar adalah 44,49. Padahal, nilai kelulusan (ketuntasan) adalah 70,00. Hasil ini akan menjadi bahan evaluasi bagi Dinas Pendidikan Padang.

“Meski hasil UKG di Sumbar belum maksimal, termasuk di Padang, tapi untuk nasional hasil itu sudah baik. Banyak di daerah lain yang hasilnya lebih buruk lagi. Meski banyak kritikan untuk hasil UKG ini, Disdik Padang tetap melakukan evaluasi,” kata Kepala Dinas Pendidikan Padang, Indang Dewata usai penandatanganan kerja sama Dinas Pendidikan Padang dengan STMIK Indonesia, di kampus STMIK Indonesia, kemarin.

Selain itu, kata Indang, hasil pemetaan kemampuan dilakukan ini, juga akan digunakan dalam penilaian khusus bagi kepala sekolah. Jadi bisa saja hasil ini untuk menunjang penilaian kinerja kepala sekolah. “Hasil ini tentu objektif dan terpercaya karena menggandeng perguruan tinggi. Jadi bisa juga digunakan dalam mengetahui kemampuan kepsek dalam memenej sekolah,” ujarnya.

Indang mengatakan, ini salah satu upaya Disdik menggandeng perguruan tinggi, yakni STMIK Indonesia dalam memetakan kemampuan kepala sekolah. Kemudian, manajemen soft skill, pembelajaran aktif, serta akademik.

“Jadi, dalam waktu dekat akan dimulai pemetaan secara komputerisasi pada kepala SMP, SMA, dan SMK baik negeri maupun swasta,” ungkap Indang didampingi Kabid Program Kajian Peningkatan Mutu Pendidikan (PKPMP), Wellita.

Kenapa didahulukan kepala sekolah? Indang beralasan yang menjadi penggerak di sekolah adalah kepala sekolah. “Jika penggeraknya sudah memiliki kemampuan baik, tentu akan berpengaruh pada kamajuan program-program sekolah. Juga membawa pengaruh baik pada guru dan siswa,” ucap Indang.

Ketua STMIK Indonesia, Safni menjelaskan, sistem pengujian hampir menyerupai UKG, yaitu sistem komputer. Hasil uji itu segera diketahui setelah peserta ini melakukan uji.

“Kami telah mempersiapkan laboratorium komputer yang bisa menampung 165 orang. Selain itu, sistem ini dibuat oleh tim STMIK. Apalagi kami telah memiliki pengalaman dalam menguji guru mata pelajaran Kimia se-Sumbar. Untuk pembuatan soal akan menggandeng tim dari Disdik Padang,” ulasnya.

Ketua PGRI Sumbar, Zainal Akil menjelaskan, hasil UKG harus segera dievaluasi dengan melakukan pembinaan pada guru yang belum lulus. Ini sesuai tujuan UKG, memetakan kemampuan guru dan memperbaikinya agar menghasilkan mutu pendidikan yang bagus. (ek)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA