Date Selasa, 29 July 2014 | 13:39 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Kaba Kampuang

Anggota Koperasi Desak Bupati agar Dicairkan

Dana TBS Rp 1,2 M Dibekukan

Jumat, 03-08-2012 | 13:26 WIB | 683 klik
Dana TBS Rp 1,2 M Dibekukan

Massa KUD PSM Maligi menyampaikan aspirasi epada bupati Pasbar Baharuddin

Pasbar, Padek—Kisruh di tubuh Koperasi Unit Desa (KUD) Permata Sawit Maligi (PSM), Maligi, Nagari Sasak, Kecamatan Sasak Ranah Pasisie, Pasbar belum juga selesai. Kamis (2/8), ratusan massa mengatasnamakan anggota KUD Permata Sawit Maligi (pengurus lama, red) demo di depan kantor Bupati Pasbar.

Mereka menuntut Bupati Pasbar Baharuddin segera mencairkan uang tandan buah segar (TBS) milik mereka yang dibekukan sementara oleh bupati.

“Kami sebagai anggota merasa dirugikan atas penghentian sementara rekening TBS KUD PSM Maligi. Sejak Mei lalu hingga sekarang, uang TBS yang harusnya kami terima setiap bulan hingga kini belum juga cair,” kata salah satu pendemo, Armen S saat melakukan orasi di halaman kantor bupati.

Dikatakannya, gara-gara kebijakan tersebut, perekonomian keluarga anggota koperasi terancam. Apalagi Idul Fitri tinggal beberapa minggu lagi, kebutuhan meningkat, sementara sumber pendapatan macet.

Armen menegaskan, pembayaran TBS seharusnya tetap jalan. Dia menilai bupati tidak berwenang menerbitkan penghentian pembayaran TBS ke manajemen PT Wilmar Group Plantation.

Sebab, bupati bukan pemilihan lahan sawit. “Kami harapkan persoalan ini cepat selesai dan dana tersebut segera dicairkan. Jangan rugikan anggota,” tukasnya.

Badan Pengawas (BP) PSM Maligi (pengurus lama, red), Hendro Bara menambahkan, kedatangan anggota KUD ke kantor bupati untuk mempertanyakan surat pemberhentian sementara pembayaran hasil TBS oleh Bupati Nomor 525/855/DIN BUN/VI/2012 tangal 26 Juni 2012 lalu.

Gara-gara surat bupati itu, sekitar Rp 1,2 miliar uang anggota tertahan. Jumlah anggota KUD PSM Maligi ada sekitar 1.050 orang. Dalam surat itu juga dibunyikan bahwa uang itu akan disimpan pada rekening tertentu tanpa disebutkan ke rekening siapa.

Selain itu, anggota yang hadir juga mempertanyakan keberadaan Ikatan Keluarga Maligi dan Sekitarnya (IKMS) dalam surat bupati tersebut. “Kami heran dengan keberadaan IKMS dalam surat itu. Kami tidak tahu ada hubungan apa KUD PSM Maligi dengan IKMS yang keberadaannya di Bogor, bukan di Maligi,” ujar Hendro.

Anggota koperasi ini berharap Bupati Pasbar mencarikan solusi dan mencairkan uang TBS yang tertahan tersebut. Jika pembekuan rekening ini berkepanjangan akan memicu masalah baru yang lebih parah lagi.

Menanggapi itu, Bupati Pasbar Baharuddin di hadapan ratusan pendemo mulai dari anak-anak hingga dewasa menegaskan, Pemkab hanya fasilitator dalam penyelesaian konflik di tubuh KUD PSM Maligi.

“Kami harapkan anggota sabar menunggu penyelesaaian yang sedang dilaksanakan saat ini. Kami juga tidak ingin persoalan ini berlarut-larut,” kata Baharuddin.

Kata Baharuddin, pencairan hasil TBS itu harus sesuai aturan. Artinya, hanya anggota yang memiliki nomor rekening pada KUD PSM Maligi yang akan memperoleh hasil TBS. “Bentuk dulu pengurus baru sesuai aturan perkoperasian, baru kita cairkan uang TBS tersebut,” tegas Baharuddin.

Tidur di Mobil Bupati

Di sisi lain, sebelumnya, guna mencari keadilan, belasan masyarakat yang mengatasnamakan, anggota perwakilan KUD PSM Maligi (Pengurus baru hasil RAT luar biasa, red) duduk sambil tidur-tidur di dekat mobil dinas Bupati yang sedang parkir di depan pintu utama kantor bupati setempat Senin (31/7) lalu. Selain itu, mereka juga meletakkan kardus kecil berisikan uang ribuan, sebagai lambang harapan dan kekecewaan.

Menurut Ketua Baru KUD PSM Maligi, Syarial, pihaknya datang ke kantor bupati memenuhi rencana pertemuan untuk membahas pernyelesaian kepengurusan KUD PSM Maligi. “Kita ke sini diundang bupati, tapi belum kelihatan penyelesaiannya,” ujar Syahrial, (*)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA