Date Selasa, 29 July 2014 | 09:34 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Kaba Kampuang

Pembangunan Jalan Pasir Putih Kambang Dikebut

Buka Keterisoliran 6 Kecamatan

Selasa, 24-07-2012 | 12:00 WIB | 441 klik

Painan, Padek—Pelaksanaan pembangunan ruas jalan Pasir Putih Kambang dan pengamanan bibir pantai sepanjang 4 kilometer di Kecamatan Lengayang, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), terus dipacu. Perbaikan ruas jalan negara sepanjang 350 meter yang terban akibat banjir bandang November 2011 lalu itu, akan menjawab keterisolasian 6 kecamatan bagian selatan di Pessel.

Sebab pembangunan jalan alternatif sepanjang 3 kilometer dari Simpang Lakuak hingga simpang Padang Rubiah yang juga tengah berjalan pembangunanya, belum bisa diandalkan. Sampai saat ini ruas jalan itu masih sulit dilewati. Kondisi ini bukan saja menjadi keluhan masyarakat di sekitar, tapi juga oleh pemilik kendaraan karena sering terjerembab ke dalam lobang disaat melintas. Karena tidak ada pilihan lain, sehingga oleh pengendara resiko ini merupakan pilihan terakhir.

Bupati Pessel, Nasrul Abit ketika meninjau pembangunan jalan pasir putih Kambang mengatakan pelaksanaan pembangunan ruas jalan itu, disejalankan dengan pembangunan pengamanan bibir pantai dan pintu muara TPI Kambang di Pasar Gompong.

“Ditergetkan pembangunan semua sarana itu tuntas hingga akhir 2012 ini, dengan pelaksana PT Basuki Rahmanta Putra,” Katanya.

Dijelaskan bahwa dana yang disediakan untuk pembangunan pemulihan pasca bencana itu mencapai Rp 62 Miliar. Dana itu bersumber dari APBN dengan masa pelaksanaan selama 1 tahun anggaran.

“Karena 1 tahun anggaran, sehingga kegiatan itu akan tuntas pada tahun ini,” jelasnya.

Dikatakanya bahwa bencana banjir bandang yang terjadi tanggal 3 November 2011 lalu itu, sempat membuat 6 kecamatan di Pessel terisolasi. Keterisolasian ini terjadi akibat terbanya jalan negara sepanjang 350 di ruas pasir putih Kambang.

“Dengan telah dibangun kembali ruas jalan yang terban ini, sehingga warga bisa kembali memanfaatkanya. Cuma saja statusnya bukan lagi jalan negara, tapi jalan pariwisata” jelasnya.

Ditambahkanya bahwa jalan itu berubah status menjadi jalan pariwisata sesui dengan nama kawasan wisata pasir putih Kambangnya. Sedangkan jalan negara dipindahkan melingkar sepanjang 3 kilometer melewati kampung Padang Rubiah dari simpang Lakuak hingga Pasar Gompong.

“Agar pembangunan ini betul-betul berkualitas serta memberi nilai manfaat. Maka pengawasan dan dukungan masyarakat secara umum sangat diharapkan. Bila dua ini tidak sejalan diyakini harapan itu akan tercapai,” harapnya.

Sedangkan PT Basuki Rahmanta Putra melalui manejer lapangan, Anggiat Sirait menjelaskan kepada Padang Ekspres bahwa pihaknya saat ini tengah memacu pembangunan sarana yang rusak akibat banjir November 2011.

“Selain pembangunan jalan, yang dipacu saat ini juga pembuatan Jeti. Jumlahnya sebanyak 30 buah dengan lokasi pembangunan tersebar pada garis pantai sepanjang 4 kilometer,” terangnya.

Untuk kelancaran aliran air di TPI Muaro Pasar Gompong, pihaknya juga melakukan pembangunan normalisasi dengan cara membuka pintu muara.

“Pembukaan puntu muara ini, selain bermanfaat untuk normalisasi, juga dapat dijadikan sebagai arus keluar masuk kapal menuju TPI Pasar Gompong itu,” tutupnya. (yon)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA