Date Rabu, 30 July 2014 | 18:06 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Kaba Kampuang

Pedagang Sebut Naik sejak dari Pasar Ternak

Harga Daging Merangkak Naik

Kamis, 19-07-2012 | 13:06 WIB | 257 klik
Harga Daging Merangkak  Naik

Seorang penjual daging melayani pembeli di Pasar Raya

Pasar Raya, Padek—Harga daging sapi dan ayam di Pasar Raya dan sejumlah pasar tradisional jelang Ramadhan mengalami kenaikan. Berdasar pantauan Padang Ekspres, satu kilogram daging sebelumnya hanya Rp 65 ribu, kini menjadi Rp 70 ribu hingga Rp 80 ribu. Sedangkan satu ekor ayam sebelumnya berkisar Rp 35-37 ribu, kini menjadi Rp 40 ribu seekor.

Sementara harga sembako lainnya, tidak mengalami kenaikan signifikan. Pedagang di Pasar Raya menjamin stok barang masih aman, di samping permintaan tidak begitu melonjak.

Salah seorang pedagang daging, Ramli, 49, mengatakan, harga daging kembali mengalami lonjakan Senin (16/7). Harga daging naik sejak dari pasar ternak. “Jadi kami sepakat untuk kembali menaikkan harga daging,” ungkapnya.

Wati, 45, salah seorang pedagang ayam potong di Pasar Tabing mengakui harga seekor ayam potong juga mengalami kenaikan. “Dulunya harga seekor ayam hanya Rp 28 ribu, kini sudah sampai Rp 40 ribu per ekor,” ucapnya.

Hal berbeda dengan harga cabai. Meski mengalami kenaikan Rp 1.000, dinilai belum memberatkan konsumen. “Memang ada kenaikan tapi tidak terlalu tinggi,” kata Ranti, 34, salah seorang ibu rumah tangga, kemarin.

Harga cabai, katanya, sebelumnya Rp 22 ribu per kg, kini naik menjadi Rp 23 ribu. “Kalau tahun lalu, kenaikan harga cabai lebih dari Rp 10 ribu,” ungkapnya.

Arnida, 56, pedagang kebutuhan pokok di Pasar Raya mengklaim kenaikan harga bahan pokok masih tahap wajar. “Kenaikan harga itu tergantung pada stok dan pemasok. Jika pemasok mulai menaikkan harga, terpaksa pedagang juga menaikkan harga. Tapi tahun ini masih belum, kenaikan harga hanya dilakukan pedagang yang ingin mengambil keuntungan,” terangnya.

Untuk harga beras jenis medium sekitar Rp 13 ribu per gantang, sedangkan harga beras jenis premium Rp 14 ribu per gantang. “Wajar kalau kami mengambil keuntungan seribu hingga dua ribu,” imbuhnya.

Begitu pula harga tepung dan gula. “Kenaikan harga dari pemasok hanya sekitar Rp 500 setiap kilonya. Jadi, terpaksa kita juga menaikkan harga sekitar Rp 1.000. Kalau tidak dinaikkan bias-bisa yang rugi kita,” tukasnya.

Marni, 45, salah seorang pedagang khusus cabai mengatakan, harga cabai relatif stabil karena sedang musim panen. “Peningkatan permintaan cabai mulai naik. Tapi meski musim panen, harga cabai meningkat sedikit dari hari biasanya,” jelasnya. (mg18)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA