Date Sabtu, 26 July 2014 | 12:06 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Politik

Awasi PNS dan Politik Uang

DPT Payakumbuh Banyak Ganda

Rabu, 11-07-2012 | 10:58 WIB | 716 klik
DPT Payakumbuh Banyak Ganda

GRAFIS : ORTA

Payakumbuh, Padek—Pemilihan wali kota dan wakil wali kota Payakumbuh periode 2012-2017 tinggal sehari lagi. Besok, sebanyak 83.837 warga Payakumbuh yang tercatat dalam daftar pemilih tetap (DPT), akan memberikan hak suara mereka pada 202 Tempat Pemungutan Suara (TPS) di 76 kelurahan.

Warga Payakumbuh akan memilih satu dari tujuh pasang calon yang sudah ditetapkan KPUD. Ketujuh pasang calon itu sesuai nomor urut, pasangan Desra-Fitma Indrayani, Mulyadi Afmar-Edward DF, Almaisyar-Dedrizal, Syamsul Bahri-Weri Yunaldi, Riza Falepi-Suwandel Muchtar, Zainul Jusri-Supardi dan Nusyirwan Nazar-Chandra Setipon.

Pasangan nomor urut satu Desra-Fitma dan pasangan nomor urut dua Mulyadi Afmar-Edward DF atau Maward, merupakan pasangan calon independen pertama sepanjang sejarah Payakumbuh. Mesti sama-sama maju dari jalur independen, namun mereka mengantongi dukungan berbeda.

Pasangan Desra-Fitma awalnya mengajukan 14.751 dukungan. Setelah diverifikasi oleh PPS, PPK dan KPU, dukungan yang memenuhi persyaratan tinggal 9.428 dukungan (11,24 persen dari jumlah pemilih).

Sedangkan pasangan Maward, awalnya mengajukan 15.266 dukungan. Setelah diverifikasi, dukungan mereka tinggal 9.108 (10,8 persen).

Pasangan nomor urut tiga, Almaisyar-Dedrizal, diusung oleh 9 partai politik. Yakni, Partai Golkar, PPP, PBR, PKPB, PKB, PMB, PPRN, PDK, dan PNI Marhaenisme. Dalam Pemilu 2009, kesembilan partai mengantongi 17.727 suara (34,81 persen) dan 9 kursi di DPRD (36 persen).

Pasangan nomor urut empat, Syamsul Bahri-Weri Yunaldi diusung Partai Demokrat yang mengantongi 9.267 suara (18,21 persen) dan 5 kursi di DPRD (20 persen) dalam Pemilu 2009. Pasangan nomor urut lima, Riza Falepi-Suwandel Muchtar, diusung koalisi PKS-PDIP yang memperoleh 5.939 suara (11,67 persen) dan 4 kursi dalam Pemilu 2009.

Pasangan nomor urut enam, Zainul Jusri-Zainuddin diusung Partai Gerindra, Hanura, Barnas, Patriot, dan Partai Karya Perjuangan yang memperoleh 7.868 suara (15,46 persen) dan 2 kursi di DPRD dalam Pemilu 2007. Sedangkan pasangan nomor urut tujuh, Nusyirwan Nazar-Chandra Setipon, diusung PAN yang dalam Pemilu 2009 memperoleh 8.713 suara (17,2) persen) dan 5 kursi di DPRD.

Siapa pun calon wali kota yang terpilih, akan menjadi wali kota kesembilan sejak Payakumbuh diresmikan Menteri Dalam Negeri Amir Mahmud, 17 Desember 1970.

Sementara, calon wakil wali kota yang memperoleh dukungan terbanyak dalam pemilihan besok, akan menjadi wakil wali kota ketiga di Payakumbuh.

Banyak Pemilih Ganda

Sampai Selasa (10/7) malam, KPUD Payakumbuh memastikan persiapan Pilwako 2012 sudah rampung. “Kotak suara, kertas suara, tinta, kartu pemilih, surat panggilan, sudah kita distribusikan. Khusus untuk logistik di TPS, pendistribusiannya dikawal langsung oleh aparat berwajib,” ujar Ketua KPUD Payakumbuh, Hendra Yani.

Soal DPT, Hendra Yani meyakini, sampai Selasa sore, belum ditemukan persoalan berarti, seperti dalam Pilgub DKI Jakarta. “Sejauh ini, tidak ada persoalan dengan DPT,” tegas Hendra Yani ketika dihubungi Padang Ekspres melalui telepon genggamnya.

Walau KPU menyebut tidak ada persoalan dengan DPT, namun kubu Mulyadi Afmar-Edward DF, Riza Falepi-Suwandel Muchtar menyebut, masih menemukan kasus pemilih ganda dalam DPT. Mereka berharap, persoalan ini dapat segera diatasi oleh KPU.

Menurut Mulyadi Afmar, relawannya menemukan data 1.200 pemilih ganda di Kecamatan Payakumbuh Timur, Payakumbuh Selatan, Payakumbuh Utara, dan Lamposi Tigo Nagari. “Di luar Kecamatan Payakumbuh Barat, relawan kami menemukan 1.200 pemilih ganda dalam DPT. Sedangkan untuk Barat, kami belum bisa bicara angka,” kata Mulyadi, Selasa malam.

Konsultan bidang lingkungan hidup itu berharap, Panitia Pemungutan Suara (PPS) dapat melaksanakan tugas dengan objektif dan mengatasi persoalan pemilih ganda dalam DPT itu dengan baik. “Kami sendiri, insya Allah, menyediakan saksi di seluruh TPS. Kita berharap semua calon bermain fair,” ujar Mulyadi.

Sedangkan Cawawako Suwandel Mukhtar, baru menemukan satu kasus terkait dengan data pemilih. “Tadi, ada seorang pemilih yang mendapat dua kartu di TPS berbeda. Kita berharap, kasus semacam ini tidak banyak terjadi, untuk mengantisipasi terjadinya pemilih ganda,” ujar pendamping Riza Falepi ini.

Suwandel juga mengaku mendapat laporan dari relawannya dan tim kampanye PKS-PDIP, bahwa ada tim sukses pasangan lain yang membagi-bagikan buku sekolah pada saat minggu tenang. “Untuk itu, kita berharap, Panwaslu mengambil tindakan tegas terhadap,” ulas bekas Kepala Biro Perencanaan Unand ini.

Lain pula harapan Cawako Almaisyar. Dia berharap, kartu pemilih disertai surat panggilan benar-benar dibagikan tepat waktu. H-1, kartu pemilih dan surat panggilan untuk memilih sudah harus didistribusikan. “Sebab, tadi kita temukan dalam satu rumah yang punya 6 pemilih, kartu pemilih yang diperoleh hanya 3 buah,” ujar Almaisyar.

Terkait persoalan satu rumah dengan 6 pemilih hanya memperoleh 3 kartu atau surat panggilan memilih, Almaisyar sudah mencoba memediasi. “Kita sudah mediasi. Ternyata, pemilih dalam satu rumah, memilih pada TPS yang berbeda. Sementara untuk pemilih double, mungkin hanya satu dua kasus,” ucapnya.

Berbeda dengan Mulyadi Afmar, Suwandel Muckhtar dan Almaisyar yang menemukan persoalan terkait dengan daftar pemilih, cawawako dari PAN ChandraSetipon, belum mendapatkan laporan soal masalah DPT. ”Sejauh ini, kita belum dapat persoalan terkait dengan DPT. Entah di daerah pinggiran,” katanya.

Hal senada disampaikan Cawawako Weri Yunaldi. “Sampai malam ini, kita belum mendapati adanya persoalan terkait dengan DPT yang sudah ditetapkan oleh KPU. Kita yakin, KPU akan bekerja dengan sangat baik,” ujar Weri Yunaldi usai bertemu dengan Syamsul Bahri.

Rentan Politik Uang

Terpisah, pemerhati politik Luak Limopuluah Wendra Yunaldi memperkirakan, Pilwako 2012 rentan dengan politik uang dan mobilisasi pegawai negeri sipil (PNS). Untuk itu, dia meminta Panwaslu, Panitia Pengawas Kecamatan dan Panitia Pengawas Lapangan, agar benar-benar menjalankan tugas dan fungsi dengan baik.

“Khusus keterlibatan PNS atau birokrat, kita menduga, tidak hanya berpeluang terjadi pada pasangan incumbent. Tapi juga ada birokrat yang bermain di pasangan lain. Ini harus betul-betul diawasi oleh Panwaslu,” ujar Wendra yang pada Pemilu 2009, memperoleh suara terbanyak di Payakumbuh sebagai calon anggota DPD RI.

Rawannya Payakumbuh dari politik uang juga disampaikan Ketua Umum Forum Masyarakat Peduli Payakumbuh, Yohanes Abdullah. “Pilwako berpeluang besar diwarnai politik transaksional. Harus ada pengawasan ekstra dari KPU,” ujar Yohanes.

Sebelumnya, Cawako Haji Desra juga mengingatkan masyarakat untuk melawan politik uang. “Masa depan kota ini ada di tangan kita. Gunakanlah hak pilih dengan baik dan benar. Awasi segala bentuk politik uang. Harga diri tidak bisa dinilai dengan rupiah,” kata Desra, saat menyampaikan visi-misi di DPRD.

Pengurus DPP PKS Syaurium ketika menghadiri kampanye Riza Falepi-Suwandel Muchtar di Gelanggang Kubugadang juga menyorot rentannya Pilwako Payakumbuh dari politik uang. Syaurium meminta masyarakat, langsung menangkap para pembagi uang.

”Kalau ada yang datang memberi uang, mengatasnamakan pasangan Falepi-Wandel jangan percaya. Laporkan saja ke Panwaslu. Sebab, pasangan Falepi-Wandel menolak segala bentuk politik uang dalam Pilwako Payakumbuh 2012,” tegas Syaurium.

Untuk menghindari politik uang sehari sebelum pemungutan suara, Relawan Anak Nagari Payakumbuh untuk Riza Falepi-Suwandel Mukhtar juga membentuk tim reaksi cepat. “Tim dengan 500 personel ini, akan melakukan ronda politik, termasuk mengawasi bagi-bagi uang, buku dan kampanye terselubung,” ujar Ketua Relawan Anak Nagari, Anton Permana.

Lain pula komentar Cawawako Chandra Setipon. Dia melihat, politik uang dalam Pilwako Payakumbuh seperti kentut. “Baunya tercium, tapi siapa yang kentut kita tidak tampak. Butuh kerja keras bagi Panwaslu untuk membuktikan. Tapi kita sudah minta seluruh kader PAN, untuk menangkap dan mengumpulkan bukti pelaku politik uang,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Panwaslu Payakumbuh Yusril Yazid mengaku, belum mendapat laporan tertulis soal adanya politik uang atau politik transaksional. “Walau demikian, tadi ada dua calon yang menghubungi kita, yakni Suwandel Mukhtar dan Almaisyar, terkait adanya dugaan politik uang,” kata Yusril.

Yusril menyebut, dugaan yang disampaikan tim Suwandel adalah dugaan bagi-bagi buku di kawasan Bulakan Balai Kandi oleh tim relawan pasangan Zainul Jusri-Zainuddin. Sedangkan tim Almaisyar, melaporkan adanya rencana pasangan calon tertentu, membagi-bagikan amplop berisi uang yang bertuliskan dari pasangan Almaisyar-Dedrizal. “Kedua laporan yang disampaikan itu, masih kita pelajari. Besok, akan kita konfirmasi dan kita dudukkan persoalannya,” ujar Yusril Yazid.

Terkait penertiban atribut kampanye oleh Panwaslu bersama Satpol PP tadi malam, sempat menimbulkan persoalan dengan partai politik. Persoalan terjadi, saat tim penertiban diduga mencopot dan merobek baliho pasangan Falepi-Wandel yang berada di kantor DPC PDI-P Payakumbuh, kawasan Labuahbasilang.

”Ketua PDI-P Payakumbuh Aribus Madri sudah melaporkan persoalan ini kepada Ketua PDI-P Sumbar Alex Indra Lukman. Nampaknya, PDI-P tidak senang dan akan mempersoalkan ini. Walau demikian, kita tetap meminta seluruh kader parpol pendukung dan relawan, agar tetap menjaga semangat pilwako badunsanak,” kata Suwandel Mukhtar.

DiperkirakanDua Putaran

Di sisi lain, Lembaga Survei dan Kajian Publik, Revolt Institute, memperkirakan, Pilwako Payakumbuh akan berlangsung dua putaran, karena jumlah calon wali kota dan calon wakil wali kota yang tampil tujuh pasang.

”Dengan calon yang berjumlah tujuh pasang, sangat sulit bagi pasangan mana pun untuk memenangkan Pilwako Payakumbuh satu putaran,” ujar Direktur Eksekutif Revolt Institute Eka Vidya Putra ketika dihubungi Padang Ekspres di GOR M Yamin Kubugadang, menjelang masa kampanye Pilwako Payakumbuh berakhir.

Hal senada disampaikan mantan wakil bupati Limapuluh Kota Irfendi Arbi. “Bersama sejumlah teman-teman, kita sudah melakukan survei kecil-kecilan dan pemetaan di Payakumbuh. Nampaknya, Pilwako Payakumbuh akan sama dengan Pilkada Limapuluh Kota, digelar dua putaran,” ujar Irfendi.

Dia juga memperkirakan, calon yang diusung koalisi partai besar, belum tentu menang dalam Pilwako Payakumbuh. Sebab, tipikal pemilih Payakumbuh tidak fanatik terhadap partai politik. Irfendi menyebut pasangan Falepi-Wandel, Syamsul-Weri, dan Desra-Fitma adalah pasangan tangguh dalam Pilwako Payakumbuh 2012, kendati pasangan lain juga tidak bisa dianggap sebelah mata. (*)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA