Date Selasa, 22 July 2014 | 20:22 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Nasional

Tidak Berlaku Ketentuan Lulus dan Tidak Lulus

UKG Pertama untuk Guru SMP Dulu

Selasa, 10-07-2012 | 12:50 WIB | 1981 klik

Jakarta, Padek—Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) terus mengebut persiapan uji komptensi guru (UKG). Kabar terbaru menyebutkan jika tahap pertama UKG adalah untuk guru SMP bersertifikat dulu.

Ditemui usai mengikuti silaturahmi dengan guru-guru honorer kawasan 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal) di Jakarta kemarin (9/7), Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Penjamin Mutu Pendidikan (BPSDMP-PMP) Syawal Gultom mengatakan, persiapan UKG sudah hampir matang. “Termasuk penyediaan soal ujian,” katanya.

Gultom mengatakan ujian berjalan secara bertahap untuk guru semua jenjang pendidikan. Mulai dari TK hingga SMA dan SMK. Dia berharap, tahapan ujian yang akan dimulai pada 30 Juli ini bisa rampung pertengahan September mendatang.

Untuk tahap awal, Gultom menuturkan jika UKG ini dijalankan dulu bagi guru yang sudah bersertifikat. “Lebih spesifiknya untuk guru bersertifikat yang mengajar jenjang SMP dulu,” kata dia. Selanjutnya, pada bulan berikutnya baru untuk guru yang mengajar jenjang SMA atau SD. Keputusan akan ditetapkan lebih lanjut.

Mantan rektor Universitas Negeri Medan (Unimed) itu mengatakan, UKG ini dijadikan sebagai alat untuk mengukur sekaligus memetakan kondisi semua guru yang ada di Indonesia. Dengan demikian, dia menegaskan UKG ini diberlakukan untuk guru yang bersertifikat maupun yang belum bersertifikat. Namun karena alasan ketersediaan anggaran, guru bersertifikat mendapat prioritas ujian lebih dulu.

Selain itu, Gultom juga mengatakan bahwa ujian ini tidak berujung pada lulus atau tidak lulus. “Tapi kita tetap menentukan passing grade,” katanya. Untuk guru yang berada di bawah passing grade akan dilakukan pembinaan lebih lanjut. Sebaliknya, untuk guru yang nilai UKG-nya di atas passing grade belum perlu mengikuti pembinaan.

Gultom menegaskan, UKG ini sangat bermanfaat bagi guru sendiri. Dengan kondisi ini, dia mengatakan, guru tidak perlu menolak rencana UKG ini. Apalagi, beberapa dinas pendidikan kabupaten atau kota sudah melakukan verifikasi calon peserta UKG. “TIdak perlu ada boikot. Jika tidak ikut UKG, guru tidak tahu perkembangan kemampuan atau kompetensinya,” ujarnya.

Layaknya orang yang akan menjalani general chek-up, Gultom mengatakan, UKG bisa mendiagnosis “penyakit-penyakit” yang diderita guru. Sehingga bisa segera diobati. Menurut Gultom, di Indonesia ini ada tiga kriteria guru. Kriteria pertama adalah guru sejahtera dan profesional. Kedua, guru tidak sejahtera tetapi profesional. “Guru seperti ini adalah yang masuk surga duluan. Di tengah kondisi kesejahteraannya yang belum bagus, guru ini tetap menjaga profesionalitasnya dalam mengajar,” jelasnya.

Kriteria yang terakhir adalah guru sejahtera tetapi tidak profesional. “Mudah-mudahan di Indonesia tidak semakin banyak guru dengan kriteria ini. Tudingan mulai banyak guru sejahtera, di antaranya karena mendapatkan tunjangan profesi pendidik (TPP), tetapi tidak profesional bisa dipupus dengan adanya UKG,” ulasnya. (wan/jpnn)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA