Date Selasa, 29 July 2014 | 03:30 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Kaba Kampuang

10 Wanita Malam Terjaring

Senin, 04-06-2012 | 13:37 WIB | 1199 klik
10 Wanita Malam  Terjaring

FOTO : SY RIDWAN/PADEK

Aziz Chan, Padek—Satuan polisi pamong praja kian gencar merazia penyakit masyarakat (pekat). Razia Minggu dini hari, pasukan penegak perda itu menyisiri sejumlah kafe di Batang Arau, Lubukbegalung dan Jati. Tempat mangkal para bencong atau waria di Padangbaru, juga dirazia.

Dalam razia itu, hanya 10 wanita malam terjaring di kawasan Jati, Batang Arau dan Atom Center. Masing-masing empat orang ditangkap di Jati, 5 di Batang Arau dan satu wanita malam di Atom Center.

Razia diduga bocor karena aktivitas esek-esek di tiga kawasan itu relatif sepi dari biasanya. Razia yang dimulai pukul 21.00 Sabtu (2/6), awalnya menyisiri Atom Center. Saat itu hanya satu wanita malam yang terjaring.

Pol PP lalu merazia kawasan Raden Saleh dan Padangbaru, yang selama ini menjadi tempat mangkal para bencong. Tak satu pun waria yang terjaring dalam razia itu, meski telah memeriksa semak-semak di kawasan Masjid Raya Sumbar. Diduga, rencana operasi bocor sehingga Minggu dini hari itu sepi dari biasanya.

Dari pantauan Padang Ekspres, setiap malam hingga subuh kawasan Padangbaru ramai oleh para bencong yang menjajakan diri. Selain kongko-kongko di setiap simpang jalan, beberapa kaum waria itu juga “patroli” dengan motor mencari pria hidung belang.

Lokasi yang paling digemari para bencong itu, di simpang Jl Rasuna Said-Khatib Sulaiman, di simpang GOR Agus Salim, dan depan Kantor DPD Golkar Sumbar. Para bencong itu tampak dibekingi sejumlah pria, yang diduga sebagai germo sekaligus penjaga keamanannya.

Pemandangan itu kontras dengan slogan Padang sebagai kota religi. Para bencong itu leluasa menjajakan syahwat pada setiap pengendara yang melintas di kawasan pusat kota tersebut. Mereka membubarkan diri setelah azan subuh berkumandang.

Razia Minggu dini hari itu mengundang perhatian pengguna jalan. Puluhan personel Pol PP dengan mobil Dalmas dan pribadi kembali bergerak dengan tujuan kawasan Bypass KM 6, yakni sebuah kafe. Lagi-lagi, Pol PP tak berhasil menjaring wanita malam.

Pol PP lalu bergerak menuju kawasan Jalan Perintis Kemerdekaan, Jati dengan sasaran salah satu kafe karaokean. Saat Pol PP datang ke lokasi itu, tamu beserta wanita malam tengah asyik berkaraoke lari berhamburan. Di kafe ini, hanya empat wanita malam terjaring.

Kepala Kantor Pol PP Padang, Nasrul Sugana mengatakan, empat dari 10 wanita malam yang dijaring tersebut, sudah berkali-kali ditangkap. “Mereka disuruh membuat perjanjian, dan kemudian dilepaskan setelah mereka berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya lagi,” ungkap Sugana.

Bidik Karaoke

Di bagian lain, Kasi Bina Potensi (Bin Pot) Pol PP Padang, Syamsul Ridwan mengatakan telah mendata kafe dan tempat karaoke yang banyak melanggar aturan, seperti tidak memiliki izin dan tidak bersekat transparan sesuai pada Perda Nomor 11/2005 tentang Ketertiban Umum.

“Tempat-tempat mesum tersebut berada di kawasan Bukitlampu, Purus, Taplau, dan GOR Agus Salim. Tempat maksiat yang masuk dalam catatan kami itu, segera dibongkar,” ujar Syamsul Ridwan.

Untuk tempat hiburan malam yang tidak masuk kategori tempat mesum, hanya diberikan pengarahan dan pembinaan. “Jika masih melakukan pelanggaran akan ditindak tegas. Untuk penyegelan dilakukan Satpol PP bersama Kantor Perizinan Pelayanan Terpadu (KP2T),” ungkapnya.

Anggota DPRD Padang dari Komisi IV, Zaharman meminta pengawasan tempat hiburan malam harus terus dilakukan. “Bagi pengusaha tempat hiburan malam yang nakal, dan terus coba-coba menyuguhkan praktik mesum, Pol PP harus berani menindaknya. Kalau dibiarkan, praktik mesum akan menjad-jadi,” ujarnya. (mg6/kd)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA