Date Senin, 28 July 2014 | 11:11 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Nasional

KA Tabrak Avanza, Satu Tewas

Minggu, 27-05-2012 | 08:47 WIB | 1577 klik
KA Tabrak Avanza, Satu Tewas

GRAFIS : ORTA & FOTO : YURISMAN MALALAK/PADEK

Padangpariaman, Padek—Kereta api jurusan Pariaman-Padang menabrak mobil Avanza BE 2392 BO, Sabtu (26/5) sekitar pukul 09.10 WIB di perlintasan kereta api Korong Kampuang Tangah, Lubuak Ipuah, Nagari Kurai Taji, Kecamatan Nan Sabaris Padangpariaman. Akibatnya satu orang penumpang Avanza, Epilinda,38, meninggal setelah dilarikan ke rumah sakit. Sementara tiga penumpang lainnya mengalami mengalami luka serius, Alumuddin (sopir), Edi dan seorang balita, Rahma Salsabila,2,5. Balita ini mendapat beberapa jahitan pada bagian kepalanya.

Informasi yang dihimpun Padang Ekspres, kecelakaan maut itu berawal saat mobil Avanza yang dikemudikan Alimuddin, 30, tengah melaju dari arah Lubuak Ipuah menuju Simpang Kampuang Tangah Nagari Kurai Taji.

Saat bersamaan, dari arah Pariaman datang kereta api wisata menuju Kota Padang.

Semula warga sekitar sempat meneriaki pengendara avanza bahwa kereta api segera melintas. Diduga sopir tak mendengar, aba aba dari warga itu dan tetap memacu kendaraannya. Tepat di atas rel, kereta api menghantam bagian sisi kiri kendaraan.

Dentuman keras membuat warga berhamburan ke lokasi. Mobil avanza yang ditumpangi empat orang bersaudara itu sempat terseret hingga puluhan meter, sebelum akhirnya terpental ke bagian kiri rel.

Kapolres Padangpariaman AKBP Amirjan SiK didampingi Wakapolres Padangpariaman Kompol Komaruddin dan Kasat Lantas Polres Padangpariaman Iptu Teuku Herry ditemui di sekitar TKP kemarin (26/5) mengatakan kecelakaan maut itu diduga karena pengendara tak mendengar aba-aba dari warga.

“Saat itu kaca mobil korban dalam keadaan tertutup. Kemungkinan dia tak mendengar aba-aba dari warga maupun peringatan dari masinis,” terangnya. Kecelakaan juga dipicu tidak adanya plang perlintasan.

“Ke depan kita berharap, PT KA menugaskan orangnya untuk mengawasi setiap perlintasan,” ujarnya.

Usai meninjau TKP, Kapolres bersama rombongan langsung mengunjungi rumah duka di Korong Kampuang Kandang Koto Gadih Nagari Sunur. Di tempat itu Kapolres bersama rombongan langsung disambut keluarga korban bernama Basyir yang juga mertua dari korban Epilinda yang meninggal dalam kejadian tersebut.

Menurut Basyir, anaknya Alimuddin beserta isteri dan anaknya sehari harinya tinggal di Lampung. Dan mereka baru saja beberapa hari pulang ke kampung halamannya di Kampuang Kandang Koto Gadih. Kepulangan anak dan menantunya itu semula dimaksudkan untuk menghadiri pesta pernikahan adiknya yang direncanakan akan berlangsung pada Selasa besok. “Namun apa daya mereka justru mengalami kecelakaan di perlintasan rel kereta api, hingga menewaskan isterinya Epilinda,” ungkapnya dengan nada pasrah.

Di sisi lain Sekretaris Nagari Sunur Marjoni kepada koran ini berharap kiranya ke depan di sekitar perlintasan kereta api itu bisa ditempatkan petugas khusus yang akan mengawasi jalannya lalu lintas kereta api. “Atau bisa juga di kawasan itu bisa dipasang alat otomatis untuk mengatur perlintasan kereta api, ataupun dengan menempatkan petugas di kawasan itu,” terangnya.

Wali Nagari Kurai Taji Zardi menyebutkan, seharusnya pihak terkait dalam hal ini pihak PJKA bisa menempatkan petugas secara khusus untuk mengawasi setiap perlintasan kereta api. “Atau bisa juga kerja sama dengan warga setempat tapi dengan kompensasi yang jelas,” ujarnya.

Wakapolres Padangpariaman Kompol Komaruddin menambahkan, sebagai kepedulian terhadap keselamatan pengendara di sekitar perlintasan kereta api, jajaran Polres bekerja sama dengan masyarakat sebelumnya telah memasang empang pada 48 titik perlintasan kereta api yang dianggap liar. Itu dilakukan untuk menekan kecelakaan. “Bagaimana tidak lanjutnya, kami serahkan sepenuhnya kepada pihak terkait,” ujarnya. (***)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA