Rabu, 16 April 2014 - 15 Jumadil Akhir 1435 H 20:27:12 WIB
NASIONAL

KA Tabrak Avanza, Satu Tewas

Padang Ekspres • Minggu, 27/05/2012 08:47 WIB • YURISMAN MALALAK • 1771 klik

GRAFIS : ORTA & FOTO : YURISMAN MALALAK/PADEK

Padangpariaman, Padek—Ke­reta api jurusan Pariaman-Pa­dang menabrak mobil Avanza BE 2392 BO, Sabtu (26/5) se­kitar pukul 09.10 WIB di per­lin­tasan ke­­reta api Ko­rong Kam­puang Ta­ngah, Lubuak Ipuah, Na­gari Kurai Taji, Ke­ca­ma­tan Nan Sa­baris Pa­da­ng­pariaman. Aki­bat­nya satu orang penumpang Avanza, Epi­lin­da,38, meninggal se­telah dilarikan ke rumah sakit. Se­mentara tiga penumpang lainnya mengalami  mengalami luka serius, Alumuddin (sopir), Edi dan seorang balita, Rahma Salsabila,2,5. Balita ini mendapat beberapa jahitan pada bagian kepalanya.

 

Informasi yang dihimpun Pa­dang Ekspres, kecelakaan maut itu berawal saat mobil Avanza yang dikemudikan Alimuddin, 30, tengah melaju dari arah Lubuak Ipuah me­nuju Sim­pang Kampuang Ta­ngah Nagari Kurai Taji.

 

Saat ber­sa­maan, dari arah Pa­ria­man datang kereta api wi­sata menuju Kota Pa­dang.

 

Semula warga sekitar sem­pat meneriaki pe­ngen­dara avanza bah­wa kereta api segera melintas. Diduga so­pir tak mendengar, aba aba dari warga itu dan tetap me­macu ken­da­ra­annya. Tepat di atas rel, kereta api me­ng­hantam bagian sisi kiri ken­da­raan.

 

Dentuman keras membuat war­ga berhamburan ke lokasi. Mobil avanza yang ditumpangi empat orang ber­saudara itu sempat terseret hingga puluhan meter, sebelum akhirnya terpental ke bagian kiri rel.

 

Kapolres Padangpariaman AK­BP Amirjan SiK didampingi Wa­kapolres Padangpariaman Kom­pol Ko­ma­ruddin dan Kasat Lantas Po­lres Pa­dang­pariaman Iptu Teuku Herry ditemui di sekitar TKP ke­marin (26/5) mengatakan kece­la­kaan maut itu diduga karena pe­ngen­dara tak men­dengar aba-aba dari warga.

 

“Saat itu kaca mobil korban dalam keadaan tertutup. Kemungkinan dia tak mendengar aba-aba dari warga maupun peri­ngatan dari masinis,” terangnya. Kecelakaan juga dipicu tidak adanya plang perlintasan.

 

“Ke depan kita berharap, PT KA me­nugaskan orangnya untuk me­nga­wasi setiap perlintasan,” ujar­nya.

 

Usai meninjau TKP, Kapolres ber­sama rombongan langsung me­ngunjungi rumah duka di Korong Kampuang Kandang Koto Gadih Na­gari Sunur. Di tempat itu Ka­polres bersama rombongan lang­sung disambut keluarga korban bernama Basyir yang juga mertua dari korban Epilinda yang me­ninggal dalam kejadian tersebut.

 

Menurut Basyir, anaknya Ali­muddin beserta isteri dan anaknya sehari harinya tinggal di Lampung. Dan mereka baru saja beberapa hari pulang ke kampung halamannya di Kampuang Kandang Koto Gadih. Kepulangan anak dan menantunya itu semula dimaksudkan untuk menghadiri pesta pernikahan adik­nya yang direncanakan akan ber­langsung pada Selasa besok. “Na­mun apa daya mereka justru me­nga­lami kecelakaan di perlintasan rel kereta api, hingga menewaskan isterinya Epilinda,” ungkapnya dengan nada pasrah.

 

Di sisi lain Sekretaris Nagari Sunur Marjoni kepada koran ini berharap kiranya ke depan di sekitar perlintasan kereta api itu bisa ditem­patkan petugas khusus yang akan mengawasi jalannya lalu  lintas kereta api. “Atau bisa juga di ka­wasan itu bisa dipasang alat oto­matis untuk mengatur per­lin­tasan kereta api, ataupun dengan me­nem­patkan petugas di kawasan itu,” terangnya.

 

Wali Nagari Kurai Taji Zardi menyebutkan, seharusnya pihak terkait dalam hal ini pihak PJKA bisa menempatkan petugas secara khu­sus untuk mengawasi setiap per­lin­tasan kereta api. “Atau bisa juga kerja sama dengan warga setempat tapi dengan kompensasi yang jelas,” ujarnya.

 

Wakapolres Padangpariaman Kompol Komaruddin menam­bah­kan, sebagai kepedulian ter­hadap keselamatan pengendara di sekitar perlintasan kereta api, jajaran Polres bekerja sama dengan masyarakat se­belumnya telah memasang em­pang pada 48 titik perlintasan kereta api yang dianggap liar. Itu dilakukan untuk menekan kecelakaan. “Bagaimana tidak lanjutnya, kami serahkan sepenuhnya kepada pihak terkait,” ujarnya. (***)

 

[ Red/Administrator ]

Komentar Berita


Isi form berikut ini untuk mengirim komentar anda terkait dengan berita ini.

Nama
*dibutuhkan
e-Mail
*dibutuhkan
Komentar
Security Code

Presiden Baru, Pesawat Baru

AKHIRNYA Indonesia memiliki pesawat kepresidenan. Pesawat jenis Boeing Business Jet 2 (BBJ2) 737-800 kebiru-biruan itu kini sudah parkir di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma Jakarta. Momentum datangnya pesawat kepresidenan itu juga tepat, yakni saat Indonesia menghadapi suksesi kepemimpinan. Pesawat yang memiliki rentang sayap 35,79 meter, tinggi 12,50 meter, dan panjang 38 meter tersebut akan dinikmati presiden ketujuh Republik Indonesia.

TNKB Belum Tersedia

Direktorat Lalulintas Polda Sumbar minta maaf atas belum tersedianya Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB). Kalau nanti TNKB sudah dikirim dari Korlantas Mabes Polri, pemilik kendaraan bermotor tidak perlu lagi membeli, sehubungan sewaktu membayar pajak perpanjangan STNK dan kendaraan baru sudah dibayar. Sekaitan dengan hal tersebut seluruh anggota Polantas di Polda Sumbar tidak perlu mempermasalahkan ada TNKB yang mati.

Selasa, 15 April 2014

Caleg Cemas Dicurangi

Indak usah dicamehan lai, Pak.......................!

 

Apoteker masih Terabaikan

Jan lo sampai tebang pilih, Pak.......................................!

 

UN Dipantau CCTV

Tapi baa kok bisa juo siswa caliak kunci jawaban tu, Pak.....................!