Date Senin, 28 July 2014 | 21:22 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Kaba Kampuang

Tes Masuk RSBI SMAN 1 lebih Sulit dari UN

Jumat, 18-05-2012 | 14:34 WIB | 1536 klik

Padangpanjang, Padek—Meski telah mendapat tambahan satu lokal menampung calon siswa, jumlah pendaftar yang harus tersingkir setelah melalui tes masuk di SMAN 1 Padangpanjang, mencapai 635 orang. Sekolah unggulan favorit yang berstatus RSBI itu, pada Tahun Ajaran (TA) 2012/2013 hanya mampu menampung 240 siswa. Masing-masing 150 luar asrama untuk 5 lokal dan 90 siswa asrama yang dibagi 3 lokal.

“Untuk luar asrama yang 5 lokal tersebut, telah terjadi penambahan 1 lokal dibanding tahun lalu. Masing-masing lokal nantinya akan diisi 30 siswa. Baik luar asrama, maupun lokal siswa asrama,” tutur Kepsek SMAN 1 Padangpanjang, Devita kepada Padang Ekspres kemarin.

Terhadap 240 siswa yang telah dinyatakan lulus tes dan menyandang status sebagai calon peserta didik SMAN 1 Padangpanjang, dikatakan Devita terdapat persentase penerimaan dari luar Padangpanjang dan luar provinsi. Seperti tahun sebelumnya, jatah siswa asrama untuk luar provinsi diberikan 10 persen atau 6 orang. Namun pada TA kali ini, disebutkan Devita yang mampu melewati tes dan memenuhi syarat hanya 2 orang.

”Begitu juga dengan jatah untuk calon siswa luar Padangpanjang, 10 persen dari 150. Namun yang memenuhi syarat dan dapat diterima hanya 12 orang,” ungkapnya.

Tidak terpenuhinya kuota yang disediakan untuk luar provinsi dan Padangpanjang, dikatakan Devita sebagai salah satu bukti terjadinya peningkatan kualitas lulusan SMP di kota itu.

”Mungkin satu penyebab kenapa kuota yang kita sediakan untuk menampung anak-anak luar Padangpanjang tidak terpenuhi, mengacu pada hasil tes. Tes yang diberikan, benar-benar seperti ujian dengan tingkat kesulitannya melebihi Ujian Nasional,” jelasnya.

Tes masuk RSBI SMAN 1 Padangpanjang, disebutkannya melebihi tingkat kesulitan UN disebabkan karena memang berfungsi sebagai penjaringan calon siswa sekolah unggul tersebut. Namun demikian, Devita menyatakan materi tes yang diberikan tetap mengacu pada SKL UN 2012 ini.

Persyaratan terakhir sebagai calon siswa SMAN 1 Padangpanjang, yang telah lulus dan mendaftar ulang hingga 16 Mei kemarin, harus menyerahkan SKHU/SKHUN yang dilegalisir pada 4-5 Juni mendatang. Jika calon siswa yang tadinya telah lulus tes dan tidak menyerahkan SKHUN seperti jadwal yang ditetapkan, dianggap mengundurkan diri dan dinyatakan gugur.

”Sementara untuk calon siswa cadangan, pada saat mendaftar ulang 6-7 Juni mendatang harus sudah dilengkapi atau menyertakan nilai NEM,” pungkas Devita mengingatkan. (wr)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA