Date Selasa, 29 July 2014 | 17:42 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Politik

DPRD-Perantau Jajaki Kerja Sama

Rabu, 11-04-2012 | 13:06 WIB | 350 klik

Bukittinggi, Padek—Kiprah orang Minang di Kota Malang, umumnya di Jawa Timur, dapat dibanggakan. Kedatangan orang Minang ke Malang itu sudah ada sejak tahun 1930. Bahkan beberapa orang Minang itu dipercaya sebagai tokoh pendidikan dan pendiri IKIP Malang serta Pendiri Universitas Brawijaya (Unibraw).


Adalah Prof Dr Adam Bachtiar, pendiri IKIP Malang, Sofyan Aman pendiri Unibraw dan sederetan tokoh pendidikan lainnya seperti Aman St Sinaro, DR Djasli By, Djanalis Djanaid dan DR Yarnest yang kesemuanya menjadi dosen di beberapa perguruan tinggi di Kota Malang tersebut.


Hal ini terungkap ketika Ketua Ikatan Keluarga Minang (IKM) Sehati, Malang, Achdiat Agus, di hadapan Komisi A DPRD Kota Bukittinggi, dalam silahturahmi dengan perantau Minang di Hotel Pelangi, Malang, di sela-sela kegiatan Kunker DPRD Bukittinggi ke Kota Malang dan Kotabatu, Minggu malam (8/5) lalu.


“Hampir semua tokoh Minang berkiprah dalam beberapa bidang di Kota Malang. Selain bidang pendidikan, ada juga di bidang kesehatan, intansi pemerintah, militer, pedagang dan pengusaha rumah makan,” kata Achdiat Agus, yang juga seorang dokter ahli syaraf di Kota Malang, pada silaturrahmi tersebut.


Ketua Komisi A DPRD Bukittinggi, M Nur Idris, kepada Padang Ekspres, Senin (9/4), menyebutkan, pertemuan di Lodji Coffee Shop Hotel Pelangi, itu, Achdiat Agus didampingi sejumlah pengurus IKM Sehati, antara lain Djasly By (Pembina), Yarnet (Ketua I), Syamsul Afri dan Buya Anas Baharrudin (ulama).


Sementara dari Komisi A DPRD, di samping M. Nur Idris selaku ketua rombongan, juga diikuti Syarifudin Djas (Demokrat), Adi Arma (Hanura), Dewi Anggraini (PPP) dan Nursyida (Demokrat) sebagai anggota. Noverdi dan Syahrul dari Sekretariat DPRD Bukittinggi, serta Adrian Fuad, Sekretaris BKD Bukittinggi.


Perantau Minang yang terdaftar di IKM Sehati, Malang, sekitar 400 KK atau sekitar 1500 jiwa. IKM Sehati membawahi Komisariat IKM Kota Batu dan Kabupaten Malang. “Sejauh ini, belum pernah terjadi pergeseran antara perantau dengan orang Malang, karena kita di sini sudah dianggap saudara dan aktif dengan kegiatan orang Malang,” ujar Djasly By, yang juga Ketua Yayasan Iman Bonjol Malang Raya itu.


Pertemuan selama dua jam itu, M. Nur Idris juga menyampaikan harapan-harapan yang mungkin dilakukan kerja sama antara Kota Bukittinggi dengan Kota Malang dan Kota Batu. “Melihat sejarah kota, kondisi alam dan masyarakat serta visi kota Malang dan Batu hampir sama dengan Bukittinggi kami melihat peluang bisa dilakukan kerjasama dibidang perdagangan, pariwisata atau pendidikan,” harap Nur Idris.


Namun menurut Ketua Komisi A DPRD Bukittnggi itu, model kerjasama tersebut tentu dikembalikan kepada Pemko ketiga daerah, Bukittinggi-Malang- dan Kotabatu. “Kami cuma tahapan menjajaki saja dulu, kalau ada peluang tentu kami sangat berharap peran perantau bisa membantu rencana ini,” ujarnya.

Gayung bersambut, usulan dari Komisi A DPRD Bukittinggi itu, ternyata sangat didukung IKM Malang. (rul)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA