Date Senin, 28 July 2014 | 23:24 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Kaba Kampuang

Indang: Dipicu Kendaraan dan Polusi Pabrik

Polusi Udara Parah

Jumat, 23-03-2012 | 11:55 WIB | 2410 klik
Polusi Udara Parah

Polusi Udara

Aiapacah, Padek–Polusi udara di Kota Padang makin mengkhawatirkan. Salah satu penyebabnya, tingginya pertumbuhan kendaraan sehingga memicu meningkatnya emisi gas buang. Saat ini, kualitas udara mencapai angka 0,9 atau dalam kondisi parah.


Data Dinas Perhubungan Padang tahun 2011, jumlah angkutan kota 809 unit, bus kecil 21.651 unit, bus sedang 3.636 unit, dan taksi 6.448 unit.
Untuk kendaraan pribadi, sedan 25.448 unit, jeep 16.958 unit, minibus 104.907 unit, microbus 1.379 unit, bus 464 unit, pick up 28.316 unit. Kemudian, light truk 16.723 unit, truk 18.018 unit. Sementara jumlah motor 751.887 unit.


“Kalau dihitung saat ini satu mobil memakan badan jalan 12 meter persegi. Tidak dapat dibayangkan bagaimana gas emisi atau gas buang dari kendaraan yang memenuhi langit Padang. Belum lagi polusi yang ditimbulkan asap pabrik,” kata Kepala Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Daerah (Bapedalda) Padang, Indang Dewata, pada Padang Ekspres, kemarin (22/3).


Bapedalda telah melakukan pengujian pencemaran udara di Padang akhir tahun 2011. Selain mengukur indeks kemacetan, juga mengukur jumlah zat pencemaran yang dikeluarkan kendaraan. Hasilnya, kendaraan yang menggunakan solar menyumbang polusi 62,13 persen, sedangkan kendaraan nonsolar menyumbang polusi 37,87 persen.


Sumber tidak bergerak, seperti industri, juga menjadi sumber polusi. Dari pengecekan cerobong sejumlah perusahaan, tercatat zat pencemaran NO 1.000 PPM (part per million), SO 800 PPM (part per million), CO 100 persen, merkuri 0,2 persen, HF 10 persen, HCL 70 persen, dan HC 35 persen.


Di Padang, pertumbuhan kendaraan pesat karena pasar mobil bekas menggiurkan. Mobil bekas memberi kontribusi emisi lebih tinggi dibandingkan mobil baru. Polusi udara juga dipicu pabrik yang membuang asapnya secara sembarangan dan tidak memenuhi standar.


“Untuk menghambat laju pertumbuhan kendaraan di Padang, dapat dipastikan tingkat polusi udara bisa menurun dan hanya berada pada angka 0,4 sampai 0,5, angka aman tingkat polusi udaranya,” ungkapnya.


Bus Massal
Antisipasi pencemaran udara, Dinas Perhubungan Padang didesak merealisasikan bus massal pada tahun 2013 bus. “Sebelum 20 bus massal beroperasi, Dinas Perhubungan tengah membuat tempat pemberhentian, dan menyiapkan alat kelengkapan. Ini akan menghabiskan dana Rp 1 miliar yang telah dianggarkan di APBD 2012,” jelas, Kepala Dinas Perhubungan Padang, Firdaus Ilyas, kemarin (22/3).


Dia menjamin bus massal tersebut tidak berimbas pada penghasilan pengusaha angkutan kota. “Dana Rp 1 miliar itu akan dipergunakan membangun 25 halte, masing-masing Rp 40-50 juta per unit. Sisanya untuk pembuatan sarana dan prasarana bus massal. Dengan beroperasinya bus massal itu, bisa mengangkut 10 orang pemilik mobil, dan menekan angka polusi udara,” tukasnya. (kd)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA