Date Senin, 28 July 2014 | 15:15 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Kesehatan

Kasus HIV-AIDS Terus Ditekan

Sabtu, 25-02-2012 | 10:57 WIB | 652 klik

Bukittinggi, Padek— Sepanjang tahun 2010 tercatat 171 warga Bukittinggi positif mengidap virus HIV/AIDS, sementara tahun 2011 jumlah penderita turun menjadi 144 orang sampai awal tahun 2012 ini. Namun sejauh ini, tidak menemukan adanya korban jiwa disebabkan penyakit HIV/AIDS selama tahun 2010 dan 2011 tersebut.


“Kasus jatuhnya korban jiwa disebabkan penyakit HIV/AIDS hanya terjadi di tahun 2009. Sedangkan sejak dua tahun terakahir tidak ditemukan adanya korban jiwa akibat penyakit berbahaya tersebut. Karena para penderita HIV/AIDS dinilai masih rutin meminum obat antiretroviral,”kata Kelapa Dinas Kesehatan (Dinkes) Bukittinggi, Syofia Dasmauli, Jumat (24/2).


Kepada penderita, Syofia Dasmauli meminta agar memanfaatkan pos pelayanan dan rujukan yang terdapat di Rumah Sakit Achmad Mochtar (RSAM) untuk mendapatkan obat antiretroviral. Krena obat antiretroviral disediakan di rumah sakit rujukan bagi penderita HIV/AIDS dan diberikan secara cuma-cuma karena telah dibiayai oleh bank dunia.


Syofia Dasmauli pun bertekad untuk terus menekan kasus HIV/AIDS dengan memaksimalkan pos pelayanan dan rujukan bagi penderita HIV/AIDS yang tedapat di Rumah Sakit Achmad Mochtar tersebut. Sementara untuk menekan pertambahan jumlah penderita HIV/AIDS juga telah dilakukan kerja sama dengan Komisi Peduli HIV/AIDS (KPA) yang menjangkau Kota Payakumbuh dan Kabupaten Agam.


Untuk menjangkau komunitas penderita HIV/AIDS, Syofia mengaku sulit, karena mereka biasanya tertutup dengan penyakitnya. Karena itu dilakukan kerja sama dengan KPA agar mampu menjangkau penderita. “KPA memiliki cara khusus dengan teknik pendekatan tertentu, sehingga secara sadar penderita mau diajak dan diperiksa,”jelasnya.


Syofia berharap, agar kerja sama ini dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Sementara mereka yang positif mengidap virus HIV/AIDS rata-rata berusia di bawah 30 tahun atau usia produktif. (rul)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA