Date Selasa, 29 July 2014 | 19:44 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Peristiwa

SMP Xaverius Bukittinggi Reuni Akbar

Rabu, 22-02-2012 | 13:11 WIB | 663 klik

Bukittinggi, Padek—Untuk mengingat kembali sekolahnya, ribuan alumni SMP Xaverius Bukittinggi sejak tahun 1949 lalu dan terdiri dari 150 angkatan, yang tersebar di Indonesia maupun di beberapa belahan dunia, bakal meramaikan sekolah yang berada di bawah naungan yayasan Progoya Bukittinggi itu, mulai Jumat 2/3) sampai Minggu (4/3).


Kegiatan bertajuk Alek Gadang Alumni tersebut, menurut Ketua Panitia Pelaksana, Ismunandi Syofyan, ribuan alumni itu tidak hanya dari SMP Xaverius, tetapi juga dari TK Kuntum Mekar dan alumni SD Fransiskus. “Pokoknya semua alumni yang berada di bawah yayasan Proyoga Bukittinggi, akan hadir dalam Alek Gadang Alumni itu,”kata Ismunandi, dalam jumpa persnya, kemarin.


Menurutnya, berbagai permainan masa lalu, seperti sepak tekong, lahore, main galah dan lainnya, kembali ditampilkan.. Begitu juga dengan makanan masa lalu, seperti karupuak kuah dan sebagainya, juga disediakan saat reuni akbar tersebut. Dari tiga hari pelaksanaan, pada Jumat (2/3) para alumni melakukan registrasi, dilanjutkan dengan pembukaan sore harinya.


Semua kegiatan dipusatkan di SMP Xaverius Bukittinggi, sementara kegiatan internal khusus bagi lulusan dan guru. Sedangkan Sabtu (3/3) dilaksanakan pertandingan olahraga dan permainan masa lalu serta dengan jajanan juga masa lalu. Para alumni juga melaksanakan seminar dan pemilihan ketua alumni periode lima tahun ke depan. Malamnya silaturrahmi dengan Muspida.


Sementara Minggu (4/3), mulai pukul 06.00 WIB, semua alumni berkumpul di sekolah, kemudian melaksanakan go klien dan berjalan dari sekolah menuju Panorama, terus ke Jalan Ahmad Yani dan berkumpul di pelataran Jam Gadang, dilanjutkan dengan sarapan bersama. ”Alumni berwacana untuk memberikan toilet container kepada Pemko,”sebut Ismunanda Syofyan.


Sementara untuk sekolah, juga akan disumbangkan ribuan buku dan membicarakan sarana dan prasarana sekolah. Bahkan menurutnya, sekolah yang bernaung di bawah yayasan Prayoga Bukittinggi ini, lebih dari 70 persen siswa dan gurunya adalah Muslim. Tidak hanya itu, pada sekolah yang notabenenya nonmuslim itu juga melaksanakan Maulid Nabi di sekolah.


”Ini merupakan satu-satunya sekolah yang tidak pernah terkontaminasi dengan sara,”jelas Ismunandi. (rul)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA