Date Kamis, 31 July 2014 | 18:25 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Kaba Kampuang

Bisnis di Balik Olahraga Buru Babi

Minggu, 15-01-2012 | 11:15 WIB | 2453 klik
Bisnis di Balik Olahraga Buru Babi

Olahraga buru babi juga dijadikan sebagai bisnis sampingan. Yakni menjadi penyed

Sisi lain dari olahraga buru babi ini, memang tidak terlepas dari harga-harga anjing yang kadang terasa tidak wajar untuk harga seekor binatang. Namun, dalam paburuan, jika anjingnya hebat, tangguh, dan mampu membuat seekor babi tidak berkutik, maka harganya akan sangat tinggi, bahkan bisa mencapai ratusan juta rupiah.


Karena dalam olahraga ini berpotensi menghasilkan rupiah, ada orang yang menjadikannya bisnis sampingan. Yaitu, menjadi penyedia anjing-anjing impor yang bermutu dan membanggakan di paburuan.


Husni, 29, merupakan salah seorang yang melakukan bisnis ini. Katanya, dia masih orang baru dalam bisnis ini. Ia mengatakan, bisnis jual beli ini hanya ia lakukan sebagai bisnis sampingan. Sebenarnya profesi tetapnya adalah sebagai penjual buah-buahan. Ia membawa buah dari Pulau jawa dan dijual di Padang.


Karena ia sering bolak balik Jawa padang, maka ia memutuskan sekalian membawa hewan pemburu ini ke Padang dengan truknya. Husni mampu membawa hewan pemburu sekali sebulan. Hal ini terus ia lakukan karena ia memang sering bolak balik dari Jawa ke Padang. Katanya, jual beli hewan pemburu memang menjajikan untung yang besar.


“Umumnya peburu di Sumbar adalah orang-orang yang suka memiliki peliharaan bagus. Mahalnya peliharaan seakan menjadi kebanggaan tersendiri. Walaupun tidak terang-terangan, tapi ada tersirat adu gengsi dari peliharaan yang dimiliki,” ujarnya.


Dia menceritakan, binatang pemburu ini tidak ia dapatkan secara gratis di Pulau Jawa. Walau harganya tidak mahal, Husni harus mengeluarkan uang membeli hewan tersebut. “Harganya tidak mahal, jadi saya bisa membawa dalam jumlah yang banyak,” ujarnya.


Setiap pulang dari Jawa, Husni membawa sekitar 25 ekor hewan tersebut ke Padang. dan berbagai tipe hewannya. Misalnya jenis Herder, Buldog, Golden River, Nero, Root Weeler, teril, dan yang paling banyak yang ia bawa adalah, jenis hewan kampung yang ada di sana.


Untuk mendapatkan anjing bagus, di Jawa dia harus mengunjungi banyak tempat. Ia tidak mau salah pilih dalam mencari hewan tersebut. Jika salah pilih, maka hewan akan lama lakunya, atau tidak laku sama sekali.

Akibatnya, dia harus merawat dan memberi makan dalam jangka waktu yang lama. Kalau itu sudah terjadi, tidak jarang penjual hewan ini harus memberikannya secara gratis pada orang yang bersedia menerima.


Menurutnya, hewan yang bagus mempunyai ciri-ciri tertentu. Hal tersebut sudah diketahui oleh seluruh orang yang sudah biasa berburu babi. Untuk mendapatkan anjing dengan ciri-ciri yang disukai peburu, dia bahkan harus ke beberapa daerah yang ada di Jawa. Misalnya, Garut, Sumedang, Bandung, Semarang, Jakarta, dan daerah-daerah lainnya yang ada di Pulau Jawa.


Hewan pemburu yang ia beli, bukan saja hewan yang belum terlatih dalam berburu, tapi ia juga membeli hewan yang masih belum mempunyai kemampuan, dan siapa yang berminat nantinya, tentunya mereka harus melatihnya terlebih dahulu dalam dunia perburuan. Hewan yang sudah terlatih atau telah pandai berburu, ia beli di daerah yang juga mempunyai budaya buru babi.


Harga hewan pun yang ia beli dari pulau jawa bervariasi, misalnya saja, harga hewan yang belum pandai berburu, ia beli dengan harga Rp300-700 ribu setiap satu ekor tergantung jenis anjingnya. Itu baru modal awalnya, dan nantinya hewan tersebut akan dibawa ke Padang dan dijual dengan harga yang tinggi. Misalnya saja ia mampu menjual dengan harga Rp1 juta hingga mencapai Rp2 juta per ekornya.


Sedangkan untuk anjing yang telah mahir dan telah cakap dalam berburu modal awalnya mencapai Rp1,5 juta hingga Rp juta. Anjing ini nantinya akan dijual dengan harga yang tinggi pula.


Dalam bisnis jula beli hewan pemburu, Husni mampu mendapatkan untung yang banyak. Keuntungan bisa mencapai lebih dari 15 juta, tergantung pandai-pandai dalam penjualan.


Husni mengakui, kalau hewan pemburu yang ia bawa, cepat lakunya. Karena banyak pecinta olahraga buru babi yang datang dan membeli kepadanya. Mereka yang datang tentu merupakan pecinta olahraga buru babi.

Disebutkannya, para pembeli yang datang pun tidak segan-segan dalam membeli hewan yang ia bawa. Jika ia hewan yang ia bawa disebutkan harganya, maka ada yang lansung mambayar tunai. Namun ada juga yang melakukan tawar menawar. Selain itu hewan yang ia bawa, bisa laku terjual hanya dalam dua hari saja. (willian/hijrah)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA