Date Jumat, 1 August 2014 | 04:36 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Pemerintahan

Naik Haji, Tunggu 9 Tahun

Sabtu, 07-01-2012 | 13:05 WIB | 463 klik

Bukittinggi, Padek—Keinginan untuk menunaikan ibadah haji ke tanah suci, makin meningkat. Faktanya, apabila mendaftartahun ini, calon haji harus menunggu selama sembilan tahun lagi diberangkatkan.


Kepala Seksi Haji dan Umroh Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Bukittinggi, Khamidir Tengku Nan Elok, menyarankan agar calon yang mendaftar itu berusia di bawah usia 60 tahun.


Menurutnya, dari daftar tunggu calon haji (Calhaj) yang diperoleh dari Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag Provinsi Sumatera Barat, terhitung dari tahun 2012 sampai 2021 dari perkiraan keberangkatan haji kuota Sumbar mencapai 4.647 orang. Calhaj tahun 2012 terdaftar 33.304 orang dan mengalami kenaikan di tahun 2013 dengan jumlah 37.952.


Tahun 2014 menjadi 42.600, tahun 2015 menjadi 47.248, tahun 2016 menjadi 51.896 orang. Sedangkan pada tahun 2017 naik lagi menjadi 56.544 orang serta bahkan di tahun 2018 menjadi 61.192. Berikut tahun 2019 menjadi 65.840, tahun 2020 menjadi 70.488 dan tahun 2021 naik dengan jumlah calhaj mencapai 75.136 orang.


Dari jumlah calhaj sebanyak 75.136 orang pada tahun 2021 itu, merupakan calhaj yang mendaftarkan diri untuk naik haji di tahun ini. Sementara ari jumlah daftar tunggu tahun 2012 mencapai 33.304 orang itu, calhaj Bukittinggi yang akan diberangkatkan ke Tanah Suci tahun ini berjumlah 350 orang sesuai dengan kuota.


”Para calon jamaah haji itu semuanya telah membayar setoran awal. Karena saat akan diberangkatkan ke Mekkah, mereka harus melunasi ongkos naik haji (ONH) di bank penerima setoran biaya perjalanan ibadah haji (BPS-BPIH) yang telah diakui pemerintah. Calhaj Bukittinggi dalam melaksanakan ibadah haji selalu didampingi tenaga medis.


Untuk konsumsi jemaah, juga telah diatur panitia haji di Arab Saudi. Di Madinah, Arafah dan Mina diberi nasi kotak, di Mekkah calhaj memasak sendiri. Agar calhaj tidak mengalami kendala mulai dari keberangkatan, saat melaksanakan ibadah dan kepulangan kembali ke Tanah Air, Kemenag juga menyiapkan petugas pendamping dan panitia. (rul)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA