Date Rabu, 30 July 2014 | 16:02 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Kaba Kampuang

Pembunuh Pejabat Pos Ditangkap

Jumat, 06-01-2012 | 10:15 WIB | 478 klik
Pembunuh Pejabat Pos Ditangkap

Rumah Duka: Karib kerabat dan rekan kerja korban melawat ke rumah duka, di Joron

Agam Padek—Tim Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polres Agam bersama Polsek Matur berhasil menangkap HH, 24. Pria yang ditengarai pelaku pembunuh Kepala Kantor Pos Unit Matur, Agam, Deki Erizon, 42, itu ditangkap di Bandara Internasional Polonia Medan, Kamis (5/1) sekitar pukul 16.00 WIB. Saat ditangkap, HH yang sedang menunggu pesawat menuju Bandara Internasional Minangkabau (BIM) ini, tidak melakukan perlawanan.


Kapolsek Matur AKP S Hutagalung yang memimpin penangkapan kepada Padang Ekspres kemarin (5/1) menyebutkan, keberadaan HH diketahui melalui rekam jejak global positioning system (GPS) kontak handphone-nya. Hutagalung belum bersedia menyebutkan secara rinci kronologi penangkapan HH.


”Kita tidak perlu ada pengakuan dari HH. Sebab, dugaan sebagai pelaku datanya sudah ada sama kita. Sekarang kita hanya melakukan penangkapan dan proses pemeriksaan kasus ini,” sebut Hutagalung. Penangkapan HH, tambahnya, juga sudah berdasarkan hasil olah tempat kejadian peristiwa (TKP), serta beberapa petunjuk dan keterangan saksi yang telah dikembangkan dalam kasus tersebut.


HH menuju Medan, beber Hutagalung, menggunakan motor Yamaha Mio nomor polisi BA 3971 NN. Sedianya, usai semua proses di Mapolsek Bandara Polonia Medan selesai, sekitar pukul 17.00 WIB kemarin, HH dibawa ke Polsek Matur menggunakan mobil. ”Nanti setelah sampai di Agam, saya akan memberikan keterangan lebih rinci,” janji Hutagalung.


Sementara di rumah Lisdareni, istri korban di Jorong Jambak, Nagari Sianok, Ampekkoto, Agam, ramai dikunjungi pelayat. Keluarga besar PT Pos Indonesia Cabang Bukittinggi sampai pusat larut dalam suasana duka. Puluhan warga silih berganti tiba di rumah duka guna memberi semangat kepada keluarga korban, termasuk kedua anaknya Nabila dan Dila.


Para tetangga tak percaya nasib Deki berakhir tragis, mengingat korban dikenal ramah dan pandai bergaul, serta memiliki hubungan sosial yang luas. ”Deki orangnya baik dan loyal terhadap pimpinan. Juga, bertanggung jawab dengan tugas.

Selain itu, saya lihat semasa hidupnya dengan teman dan rekan kerjanya, Deki pandai bergaul dan tidak pernah terlibat perselisihan dalam bekerja,” kata Arsyahwal, Kepala Cabang Kantor PT Pos Indonesia Bukittinggi, saat mendampingi Dirut PT Pos Indonesia Persero I Ketut Mardjana, Ketua Umum Serikat Pekerja Pos Indonesia Jaya Santoso, dan Pimpinan Wilayah Divisi Regional II Serikat Pekerja Pos Indonesia, Hendri Joni saat melawat ke rumah korban.


”Kita akan memberikan beasiwa kepada kedua putri almarhun sampai sarjana,” kata I Ketut Mardjan kepada istri Deki.
Soal pelayanan Pos Unit Matur usai kematian korban, tetap berjalan lancar. ”Untuk sementara pelayanan dipindahkan pada salah satu ruangan di kantor Camat Matur.

Apabila kepentingan penyidikan sudah selesai dan police line sudah dibuka pihak berwajib, maka pelayanan akan dipindahkan lagi ke Kantor Pos Matur,” kata Arsyawal. Dua petugas dari Birugo Bukittinggi sudah ditempatkan di Matur.


Sampai kemarin, Is—panggilan istri korban—belum bisa dimintai komentar. Hendri, 43, kakak ipar Is mengatakan, ”Kami sekeluarga bergantian mendampingi Is, terutama sore hari. Waktu itu, beliau selalu bertanya soal suami dan menangisi nasib nahas sang suami,” aku Hendri sembari minta maaf. (mg7)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA