Date Jumat, 1 August 2014 | 12:45 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Kaba Kampuang

Kedua Penari Bugil Pakai Jilbab

Jumat, 30-12-2011 | 09:24 WIB | 2830 klik
Kedua Penari Bugil Pakai Jilbab

SIDANG PERDANA: Penari bugil menutup muka dengan jilbab ketika digiring petugas

Khatib Sulaiman, Padek—Kasus penari bugil yang tertangkap di Fellas Café, tiga bulan lalu, disidangkan secara tertutup di Pengadilan Negeri Padang, kemarin. Dua terdakwa penari bugil itu masing-masing SS dan NA.


Selain kedua terdakwa, hakim juga memeriksa Kepala Kantor Pol PP Padang, Yadrison dan 7 anggotanya. Ketujuh personel Pol PP itu terlibat dalam penangkapan.


Menurut informasi dua sumber Padang Ekspres yang mengikuti persidangan, dalam kesaksiannya, Yadrison menyebutkan, ketika digerebek kedua terdakwa dalam kondisi bugil. Lalu, petugas menyuruhnya pakai baju dan langsung membawa mereka ke mobil.


Yadrison juga mengaku tidak tahu pasti siapa pria hidung belang yang menyewa kedua penari telanjang itu. Namun, kedua terdakwa membantah keterangan Yadrison tersebut. Terdakwa mengatakan, orang yang menyewanya ikut dibawa bersama mereka.


“Jika Pol PP bilang tidak tahu, itu bohong. Pria yang bersama kami di ruangan ada waktu penggerebekan, bahkan sempat berbicara dengan Pol PP. Mereka juga naik mobil. Tapi, saat di markas, Pol PP sudah tidak ada lagi,” jelas SS.


Yadrison menyebutkan, pengungkapan penari telanjang berawal dari informasi seorang warga bernama Anto. “Anto mengatakan jika ada dugaan tontonan penari bugil di Fellas Cafe.


Mendapat informasi itu, personel Pol PP langsung turun ke TKP. Ternyata setelah sampai di TKP, informasi itu benar,” terang Yadrison.
Anto yang disebut-sebut sebagai kunci dari informasi awal penggerebekan ini mengundang tanda tanya dari majelis hakim, karena dalam dakwaan, penuntut umum Indah, Anto tidak dijadikan saksi. “Seharusnya Anto menjadi saksi, karena dia yang tahu informasi awal,” saran hakim ketua Asmar.


Pakai Jilbab
Usai sidang, kedua terdakwa, SS dan NA dibawa bersama tahanan lain dengan mobil tahanan dari LP Muaro Padang dan tiba di PN Padang sekitar pukul 10.49 WIB.


Keduanya mengenakan jilbab. NA mengenakan jilbab berwarna putih dan SS jilbab coklat. Jilbab itu ditutupi ke wajahnya ketika mereka turun dari mobil tahanan menuju ruang tahanan PN Padang.


Mereka terus berusaha menghindar dari incaran kamera wartawan yang sudah menunggu dari pagi. Bahkan, ketika berada dalam ruang tahanan PN Padang, mereka terus menyembunyikan wajahnya dibalik jilbab.


Tak lama kemudian, kedua terdakwa dibawa petugas menuju ruang sidang II. Dia digabungkan dengan terdakwa kasus pidana lain sebelum menunggu jadwal sidangnya. Pintu ruang sidang II saat itu masih terlihat terbuka.


Di sisi lain, sejak pagi, puluhan anggota Pol PP terlihat di PN Padang, begitu juga pengunjung sidang yang lain. “Ikonyo penari telanjang tu. A jo gunonyo ditutuik-tutuikan muko tu lai,” kata seorang ibu-ibu.


Kasus penari striptis yang sempat menghebohkan Sumbar tiga bulan lalu, mengundang perhatian publik.
Masyarakat berusaha mengintip dari balik lubang kunci ruang sidang.


Dua penari bugil ditangkap Satpol PP Padang di Fellas Cafe and Resto pada 26 September lalu. Setelah itu mereka dilepaskan Satpol PP.
Kemudian sekitar 15 Oktober lalu mereka akhirnya ditangkap Polresta Padang. Mereka dijerat dengan UU Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi.


Kedua penari bugil itu SS dan NA ditangkap di dua tempat berbeda. SS ditangkap Sabtu (15/10) malam sekitar pukul 22.25 WIB di parkiran Hotel Pusako Buktitinggi.


Sementara NA dicokok polisi di tempat kosnya, belakang pool bus ALS, Kecamatan Lubukbegalung Minggu (16/10), sekitar pukul 02.00 dini hari. (bis)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA