Date Rabu, 30 July 2014 | 01:48 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Kaba Kampuang

Harga Cengkeh Menurun Tajam

Selasa, 20-12-2011 | 12:50 WIB | 830 klik

Painan, Padek—Harga komoditi pertanian yang menjadi andalan bagi masyarakat Pesisir Selatan seperti cengkeh, kakao, karet, pinang mengalami penurunan tajam di pasaran. Tanaman cengkeh kering, harganya turun dari Rp 200.000/kg menjadi Rp 72.000. Ini diduga karena kurangnya permintaan pasar.


Meski murah, masyarakat terpaksa menjualnya karena tuntutan ekonomi keluarga. Sedangkan pedagang pengumpul terus memburu cengkeh sampai ke pelosok perkampungan Pessel. Petani berharap betul harga komoditi musiman ini terus naik di pasaran.


“Kalau bisa, para pedagang pengumpul tidak mengeruk keuntungan besar dengan membeli cengkeh masyarakat dengan harga murah, menjualnya dengan harga mahal,” kata Malin, petani di Tarusan, kepada Padang Ekspres, kemarin (19/12).


Dia mengungkapkan, jika harga cengkeh tinggi dapat meringankan beban petani dan ekonomi masyarakat semakin membaik, meskipun panennya musiman. Dari penjualan cengkeh tersebut, petani dapat mengembangkan usaha lain yang mendatangkan hasil.


Seperti diketahui, komoditi cengkeh, salah satu andalan ekonomi masyarakat Pessel. Beberapa tahun lalu, Pessel dikenal sebagai daerah produksi cengkeh. Namun saat ini, sudah banyak cengkeh milik petani yang sudah mati akibat berbagai penyakit tanaman.


Salah seorang pedagang pengumpul di Pasar Tarusan, Junir mengatakan, harga cengkeh sangat tergantung permintaan pasar. “Bila permintaan tinggi dan persediaan sedikit, jelas harga cengkeh naik di pasaran. Begitupun sebaliknya,” ucapnya. (mg15)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA