Date Sabtu, 2 August 2014 | 09:27 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Ekonomi Bisnis

Bank Pundi Fokuskan UMKM

Senin, 21-11-2011 | 11:51 WIB | 392 klik

Padang, Padek—Dua tahun pascagempa besar melanda, indeks ekonomi masyarakat Sumbar untuk usaha ekonomi mikro tumbuh dengan baik. Buktinya saat ini, sudah ribuan usaha mikro kecil menengah di Sumbar termasuk Kota Padang kembali menggeliat.

Tentunya hal ini tidak lepas dari dukungan modal yang diberikan pihak perbankan, salah satunya Bank Pundi yang baru beroperasi di Padang sekitar Oktober 2011 lalu. Malah, dalam mendorong terus tumbuhnya usaha UMKM itu Bank Pundi cabang Padang sudah mengelantorkan dana kreditnya Rp 11,2 miliar dengan jumlah nasabahnya 292 orang.


”Meski tergolong pendatang baru dalam dunia perbankan di Sumbar dan Kota Padang ini, namum kami bisa membantu pihak UMKM. Sejatinya, hal itu sesuai komitmen kami untuk mendorong pertumbuhan usaha rakyak termasuk yang ada di Sumbar,” ungkap Corporate Communication Manager Bank Pundi, Chaerul Tamimi didampingi Kacab Utama Bank Pundi Padang, Syaiful Azwir, Minggu (20/11).


Secara nasional, kebijakan Bank Pundi memang fokus pemberian kreditnya untuk sektor UMKM. Saat ini saja, jumlah nasabah UMKM bank tersebut mencapai 40 ribuan nasabah. Sebelumnya Bank Pundi fokus bisnisnya untuk pembiayaan kredit komersial. Namun setelah Juni 2010, arahnya diubah ke pembiayaan kredit usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).


Perubahan model bisnis yang dijalankan Bank Pundi sejak setahun lalu tersebut, kata Chaerul, telah membawa bank yang saat ini telah memiliki kantor cabang utama 123 unit tersebut, menjadi salah satu bank sehat di Indonesia. ”Dengan model bisnis baru yang kita jalankan ini sejak Oktober 2010 itu, Bank Pundi telah menyalurkan kredit kepada 40 ribuan debitur dengan total dana Rp 2,6 triliun dengan besaran kredit Rp 5 juta hingga Rp 50 juta per debitur,” jelas pria itu lagi.


Sementara untuk kondisi hari ini (kemarin, red) total aset mencapai Rp 4,5 triliun disamping dukungan dana dari pihak ketiga yang mencapai Rp 3,9 triliun. (zil)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA