Date Kamis, 24 July 2014 | 01:17 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Ekonomi Bisnis

BRI Syariah Masuk ke Pembiayaan Perumahan

Jumat, 28-10-2011 | 11:44 WIB | 429 klik
BRI Syariah Masuk ke Pembiayaan Perumahan

BRI Syariah

PT BRI Syariah mencatat perolehan laba sebelum pajak hingga September 2011 sebesar Rp 23 miliar atau tumbuh sekitar 130 persen dari posisi akhir tahun 2010 yang sebesar Rp 10 miliar. "Kemarin kami masih investasi, akhir tahun mudah-mudahan (laba) mencapai Rp 50 miliar," ujar Direktur Utama BRI Syariah Ventje Rahardjo di Kantor Pusat BRI Syariah, Jakarta, Selasa, 25 Oktober 2011.


Menurutnya, kinerja BRI Syariah terus menunjukkan tren menggembirakan. Dari sisi pembiayaan per September 2011, perseroan mencatatkan outstanding telah mencapai Rp 7,9 triliun, tumbuh sekitar 60 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Sementara jumlah aset tercatat mencapai Rp 9,5 triliun.


Ia menjelaskan, untuk pembiayaan sendiri, pertumbuhannya merata di semua segmen. Rinciannya pembiayaan komersial dari Rp 1,5 triliun menjadi Rp 2,4 triliun, bisnis linkage dari Rp 1 triliun menjadi Rp 2 triliun, konsumen dari Rp 1,5 triliun menjadi Rp 3 triliun, retail dari Rp 700 miliar menjadi Rp 1,2 triliun serta pembiyaan usaha mikro dari Rp 490 miliar menjadi Rp 1,1 triliun. "Porsi ritel kita 75 persen dari total portofolio pembiayaan, konsumer, linkage, mikro, termasuk koperasi. Kita tetap arahkan ke ritel," ujarnya.


Dengan pertumbuhan pembiayaan yang mencapai 60 persen dalam satu tahunan, BRI Syariah mencatat perolehan laba sebelum pajak sebesar Rp 23 miliar sampai September 2011. Untuk 2011 ini, jumlah tabungan BRI Syariah ditargetkan mencapai Rp 2 triliun atau dua kali lipat dari capaian 2010 sebesar Rp 790 miliar. Sementara, total modal yang akan ditawarkan BRI Syariah meningkat sekitar Rp 3,7 triliun, dari Rp 5,5 triliun tahun lalu menjadi Rp 9,2 triliun.


Bidik Rumah
Di bagian lain, PT Bank BRI Syariah diajak bekerja sama oleh Kementerian Perumahan Rakyat mewujudkan kepemilikan rumah. Penandatanganan kerja sama tersebut telah dilakukan pada 17 Oktober lalu. Alhasil, BRI Syariah menjadi bank syariah umum pertama yang terlibat dalam pengadaan perumahan melalui Pembiayaan Pemilikan Rumah Sejahtera.


”Sebagai komitmen dari kesepahaman tersebut, yaitu mendorong penyaluran dana FLPP (Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan), BRI Syariah merespons dengan memperkenalkan KPR Sejahtera BRI Syariah iB,” ujar Chief of Retail Banking Bank BRI Syariah Khairullah di Jakarta, Selasa (25/10).


FLPP sendiri, wujud nyata dari kerja sama bank dengan lembaga pemerintah ini. Menurut dia, produk KPR tersebut merupakan implementasi terdepan dari visi dan misi BRI Syariah yang fokus pada menengah-bawah. Selain itu, kerja sama ini juga sebagai upaya untuk mengatasi kesenjangan antara permintaan dan penawaran kebutuhan perumahan dan backlog perumahan sekitar 13,6 juta rumah per tahun.


Target BRI Syariah dalam menyalurkan pembiayaan ini lebih kurang 5.000 unit rumah. ”Peran kami sebagai sebuah bank ritel modern menjadi sangat penting dalam rangka mendukung tercapainya program pemerintah ini,” tambah Khairullah.


Dalam memberikan layanan KPR ini, BRI Syariah akan didukung oleh 100 unit kerja di seluruh Indonesia. Pagu pembiayaan KPR Sejahtera berada dalam rentang Rp 25 juta sampai Rp 80 juta. Sementara untuk KPR BRISyariah iB umum, pagu pembiayaan berkisar Rp 25 juta sampai Rp 3,5 miliar.


Berbagai kelebihan ditawarkan oleh produk KPR BRI Syariah iB. Jangka waktu fleksibel hingga 15 tahun, uang muka ringan serta angsuran tetap dan terjangkau menjadi sejumlah kelebihannya. Kepemilikan langsung menjadi hak nasabah pada saat kontrak perjanjian KPR BRISyariah iB ditandatangani.


Sebelumnya, BRI Syariah juga telah bekerja sama dengan Kemenpera dalam program subsidi uang muka (SUM). Dengan program ini, BRI Syariah telah menyalurkan pembiayaan ke lebih dari 100 unit rumah untuk masyarakat berpenghasilan menengah dan rendah. (*)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA