Date Selasa, 29 July 2014 | 15:40 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Pemerintahan

Fokus Ekonomi Kerakyatan, Ajak Perantau Investasi

Situjuahbatua, Nagari Bersejarah di Sumatera Barat

Jumat, 21-10-2011 | 14:05 WIB | 400 klik
Situjuahbatua, Nagari Bersejarah di Sumatera Barat

BANGUN EKONOMI KERAKYATAN: Sekkab Limapuluh Kota Resman, melantik Dasferi sebaga

Siapa tidak kenal dengan Nagari Situjuahbatua? Hampir sepanjang waktu, nagari yang berada di selatan Kabupaten Limapuluh Kota, dengan luas wilayah 1.560 hektare dan penduduk 4.682 jiwa ini, selalu dikunjungi pejabat sipil, militer, dosen, guru, mahasiswa, dan para legiun veteran.


MAKLUM saja, Situjuahbatua yang memiliki enam jorong, yakni Tangah, Tepi, Koto, Kubangbungkuak, Lakuang, dan Bumbuang, memang nagari bersejarah di Sumatera Barat. Di Situjuahbatua, lebih dari 60 pejuang dan rakyat sipil, gugur demi mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia dari gempuran Agresi II Belanda 1948-1949.


Para pejuang yang gugur itu, di antaranya Ketua MPRD Sumatera Tengah Chatib Soelaiman, Bupati Militer Limapuluh Kota Arisun Sutan Alamsyah, Mayor Munir Latief, Letda Syamsul Bahri, Letda Raudani, Letda Agus Yatim, Letda M Juneid, Kapten Thantawi, dan Kapten Zainudin ‘Tembak’.


Mereka, merupakan pejuangan Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI) di bawah pimpinan Mr Syafruddin Prawiranegara yang bergerilya dari kampung ke kampung. Mulai dari Bukittinggi, Halaban, Bangkinang, Lipekkain, Sungaidareh, Pulaupunjuang, Abaisangir, Bidaralam, Sumpurkudus, Padangjopang, sampai Kototinggi.


Para pejuang yang gugur di Situjuahbatua, 15 Januari 1949, umumnya dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Lurahkincia. Taman makam pahlawan inilah yang sering didatangi para pejabat sipil, militer, dan para legiun veteran, untuk berziarah, terutama pada setiap tanggal 15 Januari.


Pemerintah Nagari Situjuahbatua yang kini dipimpin Dasferi AMd, anak muda berusia 33 tahun, sangat berharap Taman Makam Pahlawan Lurahkincia, segera diwujudkan sebagai Taman Makam Pahlawan Kabupaten Limapuluh Kota. Harapan Dasferi tentu tidaklah muluk-muluk.


Ekonomi Kerakyatan
Program ekonomi kerakyatan, akan diwujudkan dengan mendirikan Badan Usaha Milik Nagari (BUM Nagari). Untuk itu, cikal bakalnya sudah ada, yakni memanfaatkan dana mikro nagari yang digabungkan dengan dana Pengembangan Usaha Agropolitan (PUAP).


”Selain itu, kita akan terus merangkul para perantau Situjuahbatua, untuk mau berinvestasi di kampung sendiri. Investasi itu bisa dilakukan berdasarkan sistem saham, dengan prinsip bagi hasil dan dikelolah profesional sekaligus transparan," kata Dasferi.


Sementara, pada sektor kesehatan, Dasferi akan berkordinasi dengan Bamus yang dipimpin Syafrizon dan KAN yang dipimpin pucuk adat MK Datuak Marajo Kayo, untuk membuat program Jamiman Kesehatan Nagari (Jamkesnag) mengadopsi program Situjuah Banda Dalam, dengan konsep yang lebih jelas dan terukur.


”Kita juga akan berupaya membuat tempat MCK dan pengadaan air bersih di jorong-jorong. Kemudian, melakukan pengelolaan sampah rumah tangga, untuk diproses menjadi pupuk organik, sebagai solusi atas kelangkaan pupuk bersubsidi. Ini merupakan program jangka dekat yang akan kita laksanakan," kata Dasferi.


Menyinggung soal pembangunan infrastruktur, Situjuahbatua baru saja selesai membangun gedung PAUD di Kototinggi dan membuka jalan lingkar dari Kapalolabuah sampai Kebun Teh, Jorong Kubangbungkuak.


Selain itu, juga baru selesai dibangun gedung Poskesri dan dilaksanakan program Pamsimas di Kubangbungkuak. Bersamaan dengan kedua kegiatan, program air bersih di jorong Kototinggi juga telah terlaksana. Begitupula dengan gedung serbaguna, telah berdiri di Jorong Tepi.


Tinggal tiga lagi pembangunan infrastruktur yang terbengkalai di Situjuahbatua, yakni pembangunan jembatan Bumbuang. Kemudian, pembanmginan jalan Ambacang-Koto-Kubangbungkuak-Kapalolabuah. Lalu, pembangunan kantor wali nagari beserta balai adat.


”Kita berharap, tiga pembangunan yang terbengkalai ini mendapat perhatian dari pemerintah daerah. Selain itu, dalam waktu dekat, kita juga akan mengevaluasi aparatur nagari. Evaluasi dilakukan untuk mewujudkan pelayan masyarakat yang berkarakter, bersih dan transparan," ujar Dasferi yang dilantik 13 Oktober 2011. (***)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA