Date Kamis, 24 July 2014 | 13:25 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Kaba Kampuang

Syiarkan Islam di Mentawai lewat Speed Boat

Jumat, 19-08-2011 | 14:09 WIB | 405 klik
Syiarkan Islam di Mentawai lewat Speed Boat

DAKWAH KE MENTAWAI: Ketua GMM Sumbar Khatib Maat Acin (paling kiri), mantan Kap

Padang, Padek—Gerakan Muslim Minangkabau (GMM) Sumatera Barat menyerahkan satu speed boat kepada tim yang akan melaksanakan dakwah dan menyebarkan syiar Islam di Kepulauan Mentawai.


Dengan speed boat senilai Rp 170 juta itu, Padang-Mentawai bisa ditempuh 3-4 jam perjalanan. Dengan begitu, memudahkan akses dai berdakwah ke pelosok-pelosok pulau Mentawai.


Ketua GMM Sumbar, Khatib Maat Acin di sela-sela penyerahan bantuan, menjelaskan, pihaknya begitu tersentak saat berkunjung ke Mentawai Pascagempa dan tsunami 25 Oktober 2010 lalu. Mereka menemukan lunturnya agama Islam di Bumi Sikerei itu. Bahkan, umat Islam yang sebelumnya sempat mencapai 60 persen dari populasi, sekarang hanya tinggal 18 persen. Itu pun banyak yang tidak memahami Islam sesuai syariat.


Untuk itu, GMM menilai perlu diadakan dakwah berkelanjutan pada masyarakat Mentawai. Saat ini, GMM Sumbar sedang mendidik 25 orang warga asli Mentawai yang alumni pesantren, panti asuhan Mentawai, dan MAN untuk diterjunkan ke pulau terluar Sumbar itu menyiarkan ajaran Islam.


Pembina GMM Sumbar yang juga mantan Kapolda Sumatera Barat, Irjen Polisi (Purn) Dasrul Lamsudin mengatakan, saat ini yang menjadi kendala untuk berdakwah di Mentawai adalah transportasi antarpulau dan sumber daya dai.


Untuk itu, GMM mencoba memfasilitasi dengan mengusahakan tersedianya speedboat dan mendidik 25 orang muslim Mentawai untuk diturunkan ke daerahnya untuk berdakwah.


“Kami mendidik 25 anak asli Mentawai untuk menjadi dai yang mandiri, bisa mencari hidup di Mentawai dan bisa menyiarkan ajaran Islam. Mudah-mudahan tidak bertambah yang murtad, dan banyak yang kembali ke Islam. “Selama ini tidak ada yang membuat akidah mereka bertahan,” ujar Dasrul.


Kapal ini bisa tersedia berkat bantuan dari masyarakat Indonesia yang di Mekkah, Malaysia, Gebu Minang dan donator lainnya. Khatib Maat Acin mengharapkan kapal ini bukan kapal yang pertama dan terakhir. “Kita imbau semua muslim tergugah hatinya membantu dakwah ini, karena ini bagian jihad dan tabungan akhirat,” ujarnya.


Kapal ini telah dicoba berangkat ke Mentawai dan mampu sampai di Mentawai 3,5 jam perjalanan. Nantinya kapal ini direncanakan akan membawa dai yang sudah selesai dilatih, 15 September mendatang. (a)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA