Pendiri Kerajaan Kalingga

Pendiri Kerajaan Kalingga

Kerajaan Kalingga merupakan salah satu kerajaan Hindu yang berada di daerah Pekalongan-Jepara, Jawa Tengah. Berdasarkan catatan yang berasal dari Cina, kerajaan ini juga disebut sebagai Kerajaan Ho-Ling. Kalingga sendiri merupakan salah satu nenek moyang Kerajaan Mataram Kuno yang dinobatkan sebagai nama Kerajaan.


Pendiri Kerajaan Kalingga (Ho-Ling)

Salah satu prasasti yang menunjukkan keberadaan kerajaan Kalingga adalah prasasti Sojomerto. Nama prasasti ini diambil dari dusun yang menjadi lokasi penemuan prasasti tersebut. Berdasarkan tulisan yang termuat pada prasasti yang ditemukan menunjukkan bahwa pendiri merupakan seorang tokoh keturunan dari Dinasti Syailendra selaku penguasa kerajaan Mataram Kuno.

Sebagaimana tertulis dalam huruf kawi yang dipadukan dengan penggunaan bahasa Melayu kuno, tertulis bahwa pendiri kerajaan Kalingga bernama Dapunta Syailendra. Namun dalam Informasi lain juga disebutkan bahwa Prabhu Wasumurti merupakan raja pertama yang berkuasa di Kerajaan Kalingga. Selama kepemimpinannya, kebijakan yang dijalankan oleh raja pertama belum mampu membawa Kerajaan Kalingga mencapai titik kejayaan. 


Masa kejayaan Kerajaan Kalingga

Ratu Shima merupakan tokoh dibalik Kejayaan Dinasti Syailendra yang terkenal karena kedisiplinannya. Tidak hanya di lingkungan kerajaan saja, masa keemasan Dinasti Syailendra mampu mendorong kerajaan-kerajaan lain di seluruh tanah air ikut menghormati kepemimpinan Ratu Shima selama menjadi pemegang kekuasaan tertinggi di Kerajaan Kalingga.

Bidang Agama

Masa kejayaan Kerajaan Kalingga ditandai dengan beberapa perkembangan di berbagai bidang. Adapun bidang yang cukup menonjol yaitu berkembangnya kepercayaan dan budaya agama Buddha di tengah-tengah masyarakat tanpa diwarnai dengan adanya konflik. Perkembangan ini tidak menimbulkan suatu perselisihan antara dua pihak yang berbeda agama. Bahkan perkembangan agama Buddha dapat berjalan secara harmonis dan mampu membangun kerukunan yang mapan dengan pengikut agama Hindu.


Terciptanya kerukunan antara penganut agama Buddha dan Hindu membuat wilayah kekuasaan Kerajaan Kalingga sering disebut dengan Dl Hyang. Julukan ini memiliki arti sebagai tempat bersatunya dua kepercayaan antara agama Budha dan Hindu.

Bidang sosial

Untuk menciptakan kehidupan yang nyaman bagi seluruh penduduk Kerajaan Kalingga, Ratu Shima menerapkan berbagai macam peraturan yang berlaku untuk seluruh masyarakat. Salah satu peraturan tersebut adalah memotong tangan bagi siapa saja yang terbukti mencuri. Hasil dari kebijakan tersebut membuahkan hasil yang mana kondisi masyarakat sangat minim akan tindakan kriminal maupun kejahatan.


Bidang ekonomi

Perkembangan yang cukup signifikan selama masa kejayaan Kerajaan Kalingga tidak hanya pada bidang keagamaan. Untuk menciptakan masyarakat yang sejahtera dan makmur, Ratu Sima merombak sistem perekonomian yang ada di Kerajaan Kalingga. Kebijakan tersebut didasari atas latar belakang kondisi ekonomi masyarakat yang belum stabil sebelum kepemimpinannya.

Adapun sektor pertanian mengalami perkembangan setelah Ratu Shima merubah sektor pertanian dengan sistem yang diadopsi dari kerajaan kakak mertuanya. Sistem pertanian tersebut disebut dengan subak. Dalam kebijakan ekonominya Ratu Sima membangun irigasi untuk mengairi seluruh area persawahan guna meningkatkan hasil produksi bahan-bahan makanan.

Dalam perkembangannya kemudian muncul kelompok masyarakat yang bermata pencaharian di bidang pertanian atau bercocok tanam. Profesi ini disebut sebagai tanibhala.

Bidang politik

Tidak hanya bidang agama maupun mata pencaharian penduduk yang menjadi fokus Ratu Shima untuk memajukan Kerajaan Kalingga. Pencapaian masa kejayaan ini tidak lepas dari upayanya dalam membangun kerjasama antara Kerajaan Kalingga dengan Kerajaan Galuh. Kerjasama di bidang politik tersebut untuk menunjang aktivitas masing-masing kerajaan seperti peningkatan stabilitas keamanan dan ekonomi. Adapun upayanya dalam melakukan kerja sama seperti dilangsungkannya pernikahan antara Putri Maharani Shima yang bernama Parwati dengan Mandiminyak, seorang putra mahkota kerajaan Galuh.

Ratu Shima merupakan tokoh pemimpin kerajaan Kalingga yang terkenal dengan disiplin mengemban agama Hindu. Berkat ketaatannya, Ratu Shima berhasil membawa Kerajaan Kalingga mencapai puncak kejayaannya setelah beberapa waktu berdiri. Alhasil berkat peran Ratu Shima penduduk Kerajaan Kalingga merasakan makmur dan sejahtera.

Kepemimpinan Ratu Shima berakhir pada tahun 732 Masehi yang menyebabkan Kerajaan Kalingga runtuh secara bertahap. Berakhirnya seorang pemimpin yang jujur dan adil membuat kondisi kerajaan semakin tidak terkendali. Stabilitas mulai dari agama, sosial, ekonomi, hingga politik semakin kacau strategi ketika mendapat serangan dari Sriwijaya yang menyebabkan Kerajaan hancur.


Pendiri Kerajaan Kalingga dan masa kejayaannya - Padang ekspres

Belum ada Komentar untuk "Pendiri Kerajaan Kalingga"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2


Iklan Bawah Artikel