Date Jumat, 25 July 2014 | 22:57 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Nasional

Dibayar mulai Agustus

Pegawai Kejaksaan Terima Rapelan

Rabu, 20-07-2011 | 11:31 WIB | 316 klik

Jakarta, Padek—Terhitung Agustus 2011 nanti, sekitar 21.000 pegawai kejaksaan di seluruh Indonesia dipastikan bakal mendapat penghasilan tambahan. Kepastian tentang hal itu menyusul disetujuinya pemberian remunerasi bagi anggota korps Adhiyaksa itu oleh pemerintah.


Tak tanggung-tanggung, tunjangan yang akan diberikan untuk pegawai kejaksaan itu dihitung sejak Januari 2011 lalu.
”Jadi dengan disetujuinya remunerasi ini, kita akan dapat rapelan tujuh bulan,” kata Jaksa Agung Basrief Arief, Selasa (19/7).


Sesuai namanya, lanjut Basrief, remunerasi akan diberikan sesuai kinerja dan tingkatan (grade) pegawai itu sendiri. Basrief mencontohkan, meski dirinya menjadi orang nomor satu di kejaksaan bukan berarti mendapat gaji paling tinggi.


Bahkan mantan Ketua Tim Pemburu Koruptor menegaskan, di kejaksaan justru para Jaksa Agung Muda (JAM) yang bergaji tinggi dengan kisaran hingga Rp25 juta.


Sedangkan gaji terendah Rp1,6 juta diterima pegawai tingkat caraka. ”Kalau di kita, caraka itu pengantar suratlah,” ungkap Basrief.
Lantas berapa gaji Jaksa Agung selepas remunerasi diberlakukan? ”Masih kalah dibanding JAM,” elaknya saat didesak wartawan.


Sesuai aturan yang ada, kata Basrief mengingatkan, remunerasi juga dibarengi dengan tanggung jawab. Maksudnya, besar kecilnya remunerasi sangat tergantung pada kinerja pegawai itu sendiri.


Karena hitungannya kinerja, maka otomatis pegawai yang dianggap melanggar aturan kepegawaian atau administrasi bakal berkurang besaran remunerasinya.


Sedangkan pegawai yang terkena sanksi ringan, remunerasi dipotong 15 persen. Untuk pegawai yang terkena sanksi dengan kadar sedang, potongan remunerasi mencapai 40 persen.


Bagaimana dengan pegawai kejaksaan yang tertangkap tangan melakukan tindak pidana? ”Begitu dia dinyatakan sebagai tersangka, kita berhentikan sementara dan remunerasinya dipotong 50 persen,” ungkap Basrief seraya menambahkan, jika diputus bersalah oleh hakim, maka sanksi akhirnya adalah diberhentikan dari kejaksaan berikut dicabut seluruh haknya. (pra/jpnn)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA