Date Sabtu, 2 August 2014 | 05:30 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Kaba Kampuang

Petugas Layanan Akta dan KTP Manual Kurang

Capil Membeludak

Rabu, 22-05-2013 | 11:09 WIB | 263 klik
Capil Membeludak

Antrean warga yang hendak mengurus akta kelahiran

Sudirman, Padek—Pembuatan akta kelahiran bagi anak berusia lebih dari 60 hari yang selama ini dilakukan di Pengadilan Negeri, kini sepenuhnya menjadi kewenangan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil). Sejak kebijakan itu diberlakukan Senin (20/5) lalu, kantor Disdukcapil Padang kembali membeludak.

Pantauan Padang Ekspres di Kantor Disdukcapil Padang di Jalan Sudirman sekitar pukul 11.00, kemarin (22/5), terlihat antrean panjang warga yang hendak mengurus akta kelahiran.

Peningkatan itu tidak sebanding dengan jumlah pegawai yang melayani. Akibatnya, pembuatan akta sering terlambat selesai.

Selain mengurus akta kelahiran, ada juga warga mengurus KTP manual. Meski telah disediakan 12 loket pengambilan formulir, tetap saja belum mampu mengatasi panjangnya antrean. “Saya baru mendapatkan formulir setelah dua jam ikut antre,” ungkap Nurbaiti, 40, warga Lubukbegalung kepada Padang Ekspres, kemarin (23/5).

Dengan kondisi ini, Nurbaiti berharap instansi terkait menambah personel. Kepala Disdukcapil Padang, Vidal Triza ketika dikonfirmasi, mengakui kekurangan personel. “Untuk mengatasi kekurangan tenaga itu, kadang kabid (kepala bidang) dan kasi (kepala seksi) turun tangan,” ungkap Vidal.

Vidal mengaku sudah mengusulkan penambahan pegawai ke Badan Kepegawaian Daerah (BKD), tapi belum ada tindak lanjutnya. “Saya akui dengan peraturan baru ini, berdampak pada penambahan waktu kerja di Capil,” ujar Vidal.

Agar tertib, Disdukcapil menggunakan nomor antrean. Vidal menjelaskan, pengurusan akta kelahiran dimulai dengan mengisi formulir dan melengkapi persyaratan. Di antaranya, surat kelahiran dari dokter, bidan, atau penolong kelahiran, serta KTP dan kartu keluarga serta surat menyatakan saksi lahir, dan kutipan akta nikah. “Hingga pencetakan akta akan memakan waktu sekitar seminggu,” sebutnya.

Bagi warga yang mengurus KTP manual, sebut Vidal, harus membawa fotokopi kartu keluarga (KK), KTP lama, surat pengantar camat dan lurah, serta pas foto 2x3 dua lembar. “Akibat kurangnya tenaga, mau tidak mau masyarakat harus menunggu hingga 14 hari,” kata Vidal.

Dihubungi terpisah, Kepala BKD Padang Asnel mengatakan, penambahan PNS mesti diputuskan oleh pemerintah pusat. “Kami sudah ajukan penambahan pegawai ke Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB). Kita tunggulah informasi dari kementerian,” ungkapnya.

Soal pemindahan dari pegawai dari satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang dinilai terlalu gemuk, Asnel menyebutkan itu harus disetujui SKPD terkait. “Kita sudah coba memindahkan pegawai dari SKPD lainnya, tapi tidak SKPD yang kelebihan pegawai, malahan semuanya kekurangan,” jelasnya. (kid/cr4)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA