Date Kamis, 31 July 2014 | 18:26 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Kaba Kampuang

Pembunuh Pambayan Kabur

Kamis, 25-04-2013 | 12:02 WIB | 133 klik

Padang, Padek—Masih ingat dengan M Djoni alias Lando, 48, warga RT 01, RW 05, Gantiang Kecamatan Padang Timur yang menebas leher pambayannya Asril, 54, warga Beroh, Kecamatan Nanggalo hingga tewas? Selasa (23/4) sekitar pukul 18.15, Lando yang sudah menjadi tahanan Kejari Padang tersebut kabur dari RSJ HB Sa’anin. Dia dikirim ke RSJ HB Sa’anin guna direhabilitas karena diduga mengalami ganguan jiwa.

Informasi dihimpun Padang Ekspres, Lando dikirim ke rumah sakit HB Sa’anin pada Maret lalu. Dia dikirim karena dinyatakan pihak Kejaksaan mengalami gangguan jiwa. Lando berhasil menjalani rehabilitasi hingga ke tahap aktivitas kelompok. Namun Selasa (23/4) sekitar pukul 18.15, Lando melarikan diri RSJ HB Sa’anin.

Saat itu M Djoni alias Lando mengikuti pasien lainnya sedang menuju pekarangan rumah sakit. Namun ketika berbarengan dengan pasien lainnya, Lando langsung memisahkan diri dan langsung kabur. Pasien lain melihat Lando lari keluar halaman pekarang rumah sakit, langsung berteriak. Pihak RSJ mendengar hal itu langsung mencari dan memburu Lando, namun hingga berita ini diturunkan Lando belum jua ditemukan.

Direktur RSJ HB Sa’anin Kurniawan Sejahtera saat ditemui Padang Ekspres membenarkan kejadian itu. ”Memang benar ia kabur, namun kami masih berusaha mencarinya,” ujar Kurnaiawan. Saat masuk ke RSJ, diakuinya, Lando positif ganguan kejiwaan. ”Saat ini, dia masuk terapi aktivitas kelompok,” ujarnya. Kurniawan berjanji bertanggung jawab atas insiden tersebut

Insiden kaburnya Lando, tambah Kurniawan, sudah diberitahukan dan dilaporkan ke pihak Kejaksaan. Bahkan, petugasnya pun sudah menyebar di Kota Padang untuk mencari Lando hingga ke rumah keluarganya. ”Rumah keluarganya pun sudah kami datangi, namun pihak keluarga mengatakan bahwa dia tidak pernah pulang ke rumah,” sebutnya.

Kasi Pidum Kejari Padang Zulkardiman saat ditemui di RSJ, enggan berkomentar. ”Saya tidak bisa memberikan komentar apa-apa, kita takut nantinya terjadi kesalahpahaman,” ujarnya. (w/cr2)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA