Date Jumat, 25 July 2014 | 18:17 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Nasional

Diresmikan Menkominfo dan Ketua DPD RI

Janjang Seribu bakal jadi Ikon Baru

Senin, 28-01-2013 | 13:34 WIB | 2298 klik
Janjang Seribu bakal jadi Ikon Baru

Informasi Tifatul sembiring menandatangani prasasti saat peresmiaan Jajang Serib

Agam, Padek—Menteri Komunikasi dan Informasi Tifatul sembiring mengatakan, dengan dibangunnya Janjang Kotogadang maka masyarakat Kotogadang memiliki akses jalan dekat menuju Bukittinggi. Selain itu janjang Kotogadang bisa menjadi ikon baru objek wisata Sumbar, Agam dan Bukittinggi yang banyak dikunjungi wisatawan.

“Kedepannya bagimana kita dapat mengembangkan potensi wisata Janjang Kotogadang. Jika janjang Koto gadang telah menjadi wisata besar, maka otomatis akan meningkatkan perekonomian masyarakat Agam dan Bukittinggi, khususnya masyarakat Kotogadang,” ujarnya.

Lebih lanjut Tifatul mengatakan pembangunan ini akan diteruskan ke Singalang, Kototuo dan Balingka. “Sekarang bagaimana kita menjaga Janjang Kotogadang dengan baik,” ujar Tifatul Sembiring saat meresmikan Janjang seribu (tangga seribu) di Koto Gadang atau Great Wall Koto Gadang, Kabupaten Agam, Sabtu (26/1). Selain Tifatul Sembiring, dalam peresmian tersebut juga hadir, sesepuh rang Minang Azwar Anas, Ketua DPD RI Irman Gusman dan anggota DPR RI Refrizal, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno, Dirjen Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Edi Waluyo, Wakil Ketua DPRD Sumbar Leonardy Harmainy dan bebeapa wali kota dan bupati.

Pembangunan Janjang Koto Gadang merupakan gagasan dari Bapak Azwar Anas yang merupakan mantan Menkokesra dan mantan Gubernur Sumbar. Gagasan tersebut terwujud dan dilaksanakan Tifatul Sembiring bersama para perantau dan masyarakat Minang. Acara peresmian janjang saribu yang bertempat di Masjid Nurul Iman Kotogadang itu diakhiri dengan penandatanganan prasasti janjang Kotogadang oleh Tifatul Sembiring.

Keesokan harinya dilanjutkan dengan acara lomba jalan santai menaiki tangga janjang saribu, mulai dari kawasan Sianok menuju Koto Gadang. Lomba jalan santai diikuti ribuan masyrakat yang berasal dari Agam dan Bukittinggi dengan jarak tempuh lebih kurang 2 km.

Ketua DPD RI Irman Gusman menyambut gembira peresmian Great Wall Kotogadang, dan memberikan apresiasi yang tinggi kepada Tifatul Sembiring putra Agam-Bukittinggi yang telah mengupayakan proyek pembangunan Janjang Kotogadang ini. “Beliau adalah putra minang yang kepedulian dan komitmennya untuk kemajuan daerah tidak perlu diragukan lagi,” pujinya.

Kemudian, katanya, dengan telah dibangunnya Janjang Koto Gadang maka hubungan antara Agam dan Bukittinggi semakin dekat. Kota Bukittinggi yang sejak dulu berjulukan Koto rang Agam adalah daerah bersejarah pada zaman penjajahan.

Selai itu, Irman Gusman menjelaskan, Agam dan Bukittinggi adalah dua tempat yang mempunyai peran penting dalam sejarah nasional Indonesia. Dua tempat tersebut telah banyak menyumbangkan putra-putra terbaiknya bagi kemerdekaan dan pembangunan Indonesia.

“Ada empat tokoh Indonesia yang oleh dunia internasional dikenal dan dijuluki sebagai empat serangkai pendiri republik yakni, Soekarno, Hatta, Sutan Syahrir dan Tan Malaka. Tiga diantaranya adalah putra Minang yang erat kaitannya dengan Agam dan Bukittinggi,” jelasnya.

Bupati Agam Indra Catri Datuak Malako Nan Putiah sangat berterima kasih kepada masyarakat Kotogadang yang telah mendukung pembangunan janjang Koto Gadang. Ia mengatakan, selama ini Agam-Bukittinggi adalah daerah yang banyak memiliki lokasi peninggalan bersejarah yang menjadi objek wisata. “Sekarang kita memiliki objek wisata baru yaitu janjang Kotogadang, mudah-mudahan Janjang Koto gadang bisa menjadi objek wisata yang dikenal nasional dan internasional,” ucapnya.

Wakil Ketua DPRD Sumbar, Leonardy Harmainy sekaligus mewakili niniak mamak Kotogadang mengucapkan terima kasih kepada Tifatul Sembiring, Irman Gusman dan teman-teman telah mengupayakan pembangunan Janjang Kotogadang. Ia berharap, Janjang Koto Gadang bisa memberikan pengaruh positif di segala aspek bagi Nagari Kotogadang.

Ia menjelaskan, pembangunan Janjang Kotogadang ini tidak menggunakan dan APBN ataupun APBD. Janjang Koto Gadang ini dibangun dengan dana partisipasi masyarakat Minang serta donator. “Saya berterima kasih pada Tifatul dan teman-teman telah peduli terhadap pembangunan Nagari Kotogadang,” katanya.

Menurut gubernur, pemerintah provinsi akan memberi dukungan kepada bupati dan wali kota yang serius membenahi objek-objek wisata yang siap untuk dipromosikan. Dibangunnya Janjang Seribu di Nagari Kotogadang tentu akan menjadi daya tarik tersediri terhadap perkembangan sektor pariwisata di daerah ke depannya.

Potensi objek itu, tentu akan menjadi ikon baru bagi wisatawan yang mengunjungi objek wisata Ngarai Sianok di Kota Wisata Bukittinggi, terutama wisatawan mancanegara.

“Saya berharap bupati dan wali kota untuk segera melakukan pengelolaan yang baik agar janjang Koto Gadang bisa menjadi objek wisata yang dikenal sampai mancanegara,” kata Irwan. (cr3)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA