Date Rabu, 23 July 2014 | 21:11 WIB
member of Jawa Pos National Network (JPNN)

Home » Berita » Kaba Kampuang

Laporan Anak Diambil Orang, Hanya Salah Paham

Sabtu, 05-01-2013 | 12:14 WIB | 284 klik

Padang, Padek—Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Sumbar berhasil melakukan mediasi terkait laporan Nengsih, 35, warga Muarolabuah, Kabupaten Solok Selatan. Dia mengadukan Yuliati dan Elia Roza (anggota Satpol PP Padang), karena dituduh memberikan anaknya, Fitri Handayani, 2, pada orang lain beberapa waktu lalu.

Melalui mediasi ini, P2TP2A berhasil mengembalikan Fitri Handayani pada pelukan orangtuanya. Fitri dikembalikan Dewi (orang mengadopsi anak Nengsih, red) yang secara khusus datang ke Mako Satpol PP Padang, kemarin (4/1).

Wakil Ketua II P2TP2A Sumbar, Armyn An didampingi Sekretaris P2TP2A Sumbar, Daslinar kepada Padang Ekspres mengatakan, laporan Nengsih ke P2TP2A merupakan kesalahpahaman. ”Nengsih merasa anaknya itu dijual, padahal niat dari Yuliati dan Elia Roza hanya membantu,” ujar Armyn An.

Ditambahkannya, kejadian ini merupakan pelajaran bagi orang lain. Sebab, kejadian dialami Nengsih sudah terjadi dua kali. ”Sebelumnya Nengsih juga melaporkan pengambilan anaknya atas tuduhan pada Panti Asuhan Budi Mulia,” ulasnya.

Soal laporan P2TP2A ke Polda Sumbar, juga telah dicabut pihak terkait. ”Sebelum menemukan titik terang, kita melaporkan kejadian ini pada Polda Sumbar. Tapi tadi (4/1), kita telah mencabut laporan tersebut,” ungkapnya.

Di sisi lain, Yuliati dan Elia Roza masih geram terhadap perlakuan Nengsih padanya. Sebab menurutnya, niatnya hanyalah sebatas belas kasihan terhadap anak Nengsih. ”Tujuan kami baik, hanya untuk membantunya meringankan beban,” ujar Yuliati.

Sementara itu, Nengsih sendiri meminta maaf pada seluruh pihak terkait yang telah disusahkannya. ”Saya minta maaf atas kejadian ini. Saya menyadari kejadian ini merupakan salah paham saja,” tutur Nengsih. (mg18)

BERITA TERKAIT

KOMENTAR BERITA